alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Penipu Beraksi, Catut Nama Kadispendik Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus 378 senantiasa berseliweran di tengah kehidupan masyarakat. Kali ini, nama Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) dicatut kawanan penipu dalam melancarkan aksinya menipu para kepala sekolah (KS).

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Modus yang dilakukan pelaku yaitu memanfaatkan momen pelantikan KS. Mereka yang baru dilantik menjadi sasaran penipuan dengan cara dihubungi dan menjanjikan beberapa hal penting. Seperti menawarkan mutasi ke tempat yang lebih nyaman, dan ujungnya minta duit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasus dugaan penipuan ini tentu perlu diwaspadai. Apalagi, pelaku sampai menelepon sejumlah kepala sekolah dengan mengaku Kepala Dispendik. Salah satu yang menjadi sasaran adalah Kepala SMPN 1 Jember Syaiful Bahri.

Dijelaskan, Kepala TU Wing Imam di sekolahnya menerima telepon dari pelaku penipuan pukul 08.10. Pelaku kemudian menyebut dirinya Purwanto, staf Dikmen di kantor Dinas Pendidikan Jember. “Katanya, Pak Syaiful diminta menghubungi Pak Suko Winarno, Plt Kepala Diknas, ke nomor yang dikirim Purwanto,” kata Imam.

Syaiful Bahri pun menghubungi nomor yang ditulis di kertas. Di situ, pelaku justru mengaku dirinya bernama Suko Winarno. Mantan Kepala SMPN 7 tersebut kaget, karena tidak biasanya telepon Suko Winarno tidak langsung ke HP miliknya. “Kok malah telepon ke nomor kantor,” kata Syaiful geram.

Pelaku yang mencatut nama Suko Winarno itu pun berbicara banyak hal. “Saya sekarang lagi negosiasi di Surabaya bersama Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) dan pihak Kementerian, sekarang,” kata Syaiful menirukan ucapan Suko abal-abal itu. Beruntung, Syaiful tidak sampai tertipu karena dirinya juga mengenal betul suara Suko.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus 378 senantiasa berseliweran di tengah kehidupan masyarakat. Kali ini, nama Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) dicatut kawanan penipu dalam melancarkan aksinya menipu para kepala sekolah (KS).

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Modus yang dilakukan pelaku yaitu memanfaatkan momen pelantikan KS. Mereka yang baru dilantik menjadi sasaran penipuan dengan cara dihubungi dan menjanjikan beberapa hal penting. Seperti menawarkan mutasi ke tempat yang lebih nyaman, dan ujungnya minta duit.

Kasus dugaan penipuan ini tentu perlu diwaspadai. Apalagi, pelaku sampai menelepon sejumlah kepala sekolah dengan mengaku Kepala Dispendik. Salah satu yang menjadi sasaran adalah Kepala SMPN 1 Jember Syaiful Bahri.

Dijelaskan, Kepala TU Wing Imam di sekolahnya menerima telepon dari pelaku penipuan pukul 08.10. Pelaku kemudian menyebut dirinya Purwanto, staf Dikmen di kantor Dinas Pendidikan Jember. “Katanya, Pak Syaiful diminta menghubungi Pak Suko Winarno, Plt Kepala Diknas, ke nomor yang dikirim Purwanto,” kata Imam.

Syaiful Bahri pun menghubungi nomor yang ditulis di kertas. Di situ, pelaku justru mengaku dirinya bernama Suko Winarno. Mantan Kepala SMPN 7 tersebut kaget, karena tidak biasanya telepon Suko Winarno tidak langsung ke HP miliknya. “Kok malah telepon ke nomor kantor,” kata Syaiful geram.

Pelaku yang mencatut nama Suko Winarno itu pun berbicara banyak hal. “Saya sekarang lagi negosiasi di Surabaya bersama Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) dan pihak Kementerian, sekarang,” kata Syaiful menirukan ucapan Suko abal-abal itu. Beruntung, Syaiful tidak sampai tertipu karena dirinya juga mengenal betul suara Suko.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus 378 senantiasa berseliweran di tengah kehidupan masyarakat. Kali ini, nama Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) dicatut kawanan penipu dalam melancarkan aksinya menipu para kepala sekolah (KS).

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Modus yang dilakukan pelaku yaitu memanfaatkan momen pelantikan KS. Mereka yang baru dilantik menjadi sasaran penipuan dengan cara dihubungi dan menjanjikan beberapa hal penting. Seperti menawarkan mutasi ke tempat yang lebih nyaman, dan ujungnya minta duit.

Kasus dugaan penipuan ini tentu perlu diwaspadai. Apalagi, pelaku sampai menelepon sejumlah kepala sekolah dengan mengaku Kepala Dispendik. Salah satu yang menjadi sasaran adalah Kepala SMPN 1 Jember Syaiful Bahri.

Dijelaskan, Kepala TU Wing Imam di sekolahnya menerima telepon dari pelaku penipuan pukul 08.10. Pelaku kemudian menyebut dirinya Purwanto, staf Dikmen di kantor Dinas Pendidikan Jember. “Katanya, Pak Syaiful diminta menghubungi Pak Suko Winarno, Plt Kepala Diknas, ke nomor yang dikirim Purwanto,” kata Imam.

Syaiful Bahri pun menghubungi nomor yang ditulis di kertas. Di situ, pelaku justru mengaku dirinya bernama Suko Winarno. Mantan Kepala SMPN 7 tersebut kaget, karena tidak biasanya telepon Suko Winarno tidak langsung ke HP miliknya. “Kok malah telepon ke nomor kantor,” kata Syaiful geram.

Pelaku yang mencatut nama Suko Winarno itu pun berbicara banyak hal. “Saya sekarang lagi negosiasi di Surabaya bersama Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) dan pihak Kementerian, sekarang,” kata Syaiful menirukan ucapan Suko abal-abal itu. Beruntung, Syaiful tidak sampai tertipu karena dirinya juga mengenal betul suara Suko.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/