alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Guru Ngaji dan Les Privat di Jember Dilaporkan Cabuli Lima Gadis Belia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seorang pria berinisial FS, guru les privat sekaligus guru ngaji anak-anak di Kecamatan Kaliwates, Jember, dilaporkan oleh sejumlah warga bersama ketua RT setempat ke polisi. FS dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap lima gadis belia yang masih berusia di bawah 15 tahun.

“Tujuan kami ke sini melaporkan seorang guru ngaji atas pelecehan terhadap anak saya,” kata YM, salah satu ibu korban ketika melapor ke Polres Jember, Senin (21/3) malam.

Dari pengakuan putrinya itu, kata pelapor, korban dilecehkan hingga tiga kali. Dia sebelumnya telah menaruh curiga terhadap gelagat putrinya yang tidak wajar karena sering terlihat melamun seperti ketakutan. “Baru tahu kemarin ini setelah saya paksa anak saya untuk mengakui ada apa sebenarnya. Dan ternyata anak saya dilecehkan,” sesal ibu 34 tahun ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Guru Ngaji dan Les Privat Cabul di Jember, Akhirnya Ditangkap

Dari informasi ibu korban ini, diketahui FS telah mulai mengajar ngaji dan membuka les untuk anak-anak sejak dua tahun terakhir, atau sejak pandemi 2020 lalu. FS tinggal satu lingkungan dengan korban.

Bahkan, keluarga korban mengaku mengenal baik terduga pelaku tersebut. Karena hampir setiap hari, anak-anak mereka mengikuti les, pagi dan sore hari. Kemudian pada pukul 17.00 hingga Isya, anak-anak diajar mengaji. “Saya minta keadilan dari Polres Jember ini agar tersangka bisa segera ditangkap,” harap ibu korban.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seorang pria berinisial FS, guru les privat sekaligus guru ngaji anak-anak di Kecamatan Kaliwates, Jember, dilaporkan oleh sejumlah warga bersama ketua RT setempat ke polisi. FS dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap lima gadis belia yang masih berusia di bawah 15 tahun.

“Tujuan kami ke sini melaporkan seorang guru ngaji atas pelecehan terhadap anak saya,” kata YM, salah satu ibu korban ketika melapor ke Polres Jember, Senin (21/3) malam.

Dari pengakuan putrinya itu, kata pelapor, korban dilecehkan hingga tiga kali. Dia sebelumnya telah menaruh curiga terhadap gelagat putrinya yang tidak wajar karena sering terlihat melamun seperti ketakutan. “Baru tahu kemarin ini setelah saya paksa anak saya untuk mengakui ada apa sebenarnya. Dan ternyata anak saya dilecehkan,” sesal ibu 34 tahun ini.

BACA JUGA: Guru Ngaji dan Les Privat Cabul di Jember, Akhirnya Ditangkap

Dari informasi ibu korban ini, diketahui FS telah mulai mengajar ngaji dan membuka les untuk anak-anak sejak dua tahun terakhir, atau sejak pandemi 2020 lalu. FS tinggal satu lingkungan dengan korban.

Bahkan, keluarga korban mengaku mengenal baik terduga pelaku tersebut. Karena hampir setiap hari, anak-anak mereka mengikuti les, pagi dan sore hari. Kemudian pada pukul 17.00 hingga Isya, anak-anak diajar mengaji. “Saya minta keadilan dari Polres Jember ini agar tersangka bisa segera ditangkap,” harap ibu korban.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seorang pria berinisial FS, guru les privat sekaligus guru ngaji anak-anak di Kecamatan Kaliwates, Jember, dilaporkan oleh sejumlah warga bersama ketua RT setempat ke polisi. FS dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap lima gadis belia yang masih berusia di bawah 15 tahun.

“Tujuan kami ke sini melaporkan seorang guru ngaji atas pelecehan terhadap anak saya,” kata YM, salah satu ibu korban ketika melapor ke Polres Jember, Senin (21/3) malam.

Dari pengakuan putrinya itu, kata pelapor, korban dilecehkan hingga tiga kali. Dia sebelumnya telah menaruh curiga terhadap gelagat putrinya yang tidak wajar karena sering terlihat melamun seperti ketakutan. “Baru tahu kemarin ini setelah saya paksa anak saya untuk mengakui ada apa sebenarnya. Dan ternyata anak saya dilecehkan,” sesal ibu 34 tahun ini.

BACA JUGA: Guru Ngaji dan Les Privat Cabul di Jember, Akhirnya Ditangkap

Dari informasi ibu korban ini, diketahui FS telah mulai mengajar ngaji dan membuka les untuk anak-anak sejak dua tahun terakhir, atau sejak pandemi 2020 lalu. FS tinggal satu lingkungan dengan korban.

Bahkan, keluarga korban mengaku mengenal baik terduga pelaku tersebut. Karena hampir setiap hari, anak-anak mereka mengikuti les, pagi dan sore hari. Kemudian pada pukul 17.00 hingga Isya, anak-anak diajar mengaji. “Saya minta keadilan dari Polres Jember ini agar tersangka bisa segera ditangkap,” harap ibu korban.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/