alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Belajar sejak Sebelum TK, Jatuh Berulang Sudah Biasa

Bakat, hobi, dan kesenangan anak sejatinya bisa dilihat sejak usia dini. Di Jember, ada salah satu pembalap cilik yang sudah belajar sedari usia lima tahun. Dia sudah merasakan bagaimana nikmatnya jatuh bangun saat latihan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Selama ini, Ahmad berlatih di sekitar Wirolegi. Di sana, ada sebuah kebun dengan jalan aspal. Lokasi itu dipilih karena tidak ada orang yang melintas. “Tidak boleh di jalan raya karena akan mengganggu dan membahayakan,” ulasnya.

Ahmad yang dikenal dengan nomor start 47 ini mengaku, setelah cukup lama belajar menjadi pembalap untuk kategori usia 6 sampai 9 tahun, dia pun masuk kategori usia 10 sampai 12 tahun. Pada saat itu, dirinya masuk podium 4. “Saya akan terus belajar dan akan ikut lomba-lomba lagi,” paparnya.

Ahmad berharap, Jember memiliki arena khusus untuk pembalap. Setidaknya anak-anak seusianya bisa belajar bersama. “Kalau Jember punya tempat balapan, pasti asyik. Anak-anak lain mungkin akan banyak yang belajar juga,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Selama ini, Ahmad berlatih di sekitar Wirolegi. Di sana, ada sebuah kebun dengan jalan aspal. Lokasi itu dipilih karena tidak ada orang yang melintas. “Tidak boleh di jalan raya karena akan mengganggu dan membahayakan,” ulasnya.

Ahmad yang dikenal dengan nomor start 47 ini mengaku, setelah cukup lama belajar menjadi pembalap untuk kategori usia 6 sampai 9 tahun, dia pun masuk kategori usia 10 sampai 12 tahun. Pada saat itu, dirinya masuk podium 4. “Saya akan terus belajar dan akan ikut lomba-lomba lagi,” paparnya.

Ahmad berharap, Jember memiliki arena khusus untuk pembalap. Setidaknya anak-anak seusianya bisa belajar bersama. “Kalau Jember punya tempat balapan, pasti asyik. Anak-anak lain mungkin akan banyak yang belajar juga,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

Selama ini, Ahmad berlatih di sekitar Wirolegi. Di sana, ada sebuah kebun dengan jalan aspal. Lokasi itu dipilih karena tidak ada orang yang melintas. “Tidak boleh di jalan raya karena akan mengganggu dan membahayakan,” ulasnya.

Ahmad yang dikenal dengan nomor start 47 ini mengaku, setelah cukup lama belajar menjadi pembalap untuk kategori usia 6 sampai 9 tahun, dia pun masuk kategori usia 10 sampai 12 tahun. Pada saat itu, dirinya masuk podium 4. “Saya akan terus belajar dan akan ikut lomba-lomba lagi,” paparnya.

Ahmad berharap, Jember memiliki arena khusus untuk pembalap. Setidaknya anak-anak seusianya bisa belajar bersama. “Kalau Jember punya tempat balapan, pasti asyik. Anak-anak lain mungkin akan banyak yang belajar juga,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/