alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Dua Tahun Ambrol, Jalan di Mayang Tak Kunjung Diperbaiki

Mobile_AP_Rectangle 1

“Dulu juga pernah pakai cempolong di ujung barat dan timur. Biar mobil tidak masuk ke jalan ini. Karena kan mereka nggak tahu, kalau sudah tidak bisa lewat,” terangnya.

Sementara itu, Mashuri, kepala dusun setempat, mengatakan, pihak desa sempat berniat membenahi jalan tersebut. Dengan cara membeli lahan sawah yang mepet jalan. Namun, sang pemilik sawah tak mengizinkan lantaran tak ingin lahan sawahnya berkurang.

“Sudah ditawar sepuluh juta rupiah, tapi yang punya tidak mau. Menurut saya, alasannya tidak logis sebenarnya,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah mendapat tanggapan dari pemilik sawah, kini tak ada lagi tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak desa. Sehingga setiap hari, warga Dusun Tegalgusi harus melewati jalan yang membahayakan tersebut. (*)

Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

“Dulu juga pernah pakai cempolong di ujung barat dan timur. Biar mobil tidak masuk ke jalan ini. Karena kan mereka nggak tahu, kalau sudah tidak bisa lewat,” terangnya.

Sementara itu, Mashuri, kepala dusun setempat, mengatakan, pihak desa sempat berniat membenahi jalan tersebut. Dengan cara membeli lahan sawah yang mepet jalan. Namun, sang pemilik sawah tak mengizinkan lantaran tak ingin lahan sawahnya berkurang.

“Sudah ditawar sepuluh juta rupiah, tapi yang punya tidak mau. Menurut saya, alasannya tidak logis sebenarnya,” paparnya.

Setelah mendapat tanggapan dari pemilik sawah, kini tak ada lagi tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak desa. Sehingga setiap hari, warga Dusun Tegalgusi harus melewati jalan yang membahayakan tersebut. (*)

Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih

“Dulu juga pernah pakai cempolong di ujung barat dan timur. Biar mobil tidak masuk ke jalan ini. Karena kan mereka nggak tahu, kalau sudah tidak bisa lewat,” terangnya.

Sementara itu, Mashuri, kepala dusun setempat, mengatakan, pihak desa sempat berniat membenahi jalan tersebut. Dengan cara membeli lahan sawah yang mepet jalan. Namun, sang pemilik sawah tak mengizinkan lantaran tak ingin lahan sawahnya berkurang.

“Sudah ditawar sepuluh juta rupiah, tapi yang punya tidak mau. Menurut saya, alasannya tidak logis sebenarnya,” paparnya.

Setelah mendapat tanggapan dari pemilik sawah, kini tak ada lagi tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak desa. Sehingga setiap hari, warga Dusun Tegalgusi harus melewati jalan yang membahayakan tersebut. (*)

Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/