alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Berharap Tuntas Sebelum Lebaran

Proyek Perbaikan Bekas Ruko Jompo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Jalan Sultan Agung kini menjadi simpul kemacetan baru dalam kurun waktu setahun belakangan ini. Jalan utama menuju Alun-Alun Jember tersebut setengah bagiannya masih dalam perbaikan akibat robohnya pertokoan Jompo, akhir 2019 lalu. Kini, perbaikan itu diklaim telah mencapai 57 persen dan targetnya Mei akan rampung.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, dalam inspeksi pekan lalu, Komisi C DPRD Jember melihat langsung proyek pekerjaan Jembatan Jompo sekaligus Jalan Sultan Agung tersebut. “Pihak rekanan mengaku, pekerjaan telah mencapai 57 persen,” ucapnya.

Berarti, kata David, masih menyisakan 43 persen lagi sebelum tenggat waktu target penyelesaian proyek tersebut. Dia menjelaskan, dalam surat perintah kerja (SPK), target selesainya adalah 19 Mei. Meski demikian David berharap proyek normalisasi Jompo itu selesai sebelum tenggat waktu. “19 Mei itu Hari Raya Idul Fitri, maka kami minta sebelum hari raya bisa diselesaikan agar bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, kondisi hujan deras beberapa pekan kemarin, menurut David, tidak banyak berpengaruh pada konstruksi proyek jompo. “Kalau melihat konstruksinya masih aman. Ada kaki konstruksi yang juga jadi dinding penahan bantaran sungai,” terangnya. Dalam proyek tersebut juga ada pelebaran Jembatan Jompo, yang ditambah sekitar lima meter untuk penguatan jembatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Jalan Sultan Agung kini menjadi simpul kemacetan baru dalam kurun waktu setahun belakangan ini. Jalan utama menuju Alun-Alun Jember tersebut setengah bagiannya masih dalam perbaikan akibat robohnya pertokoan Jompo, akhir 2019 lalu. Kini, perbaikan itu diklaim telah mencapai 57 persen dan targetnya Mei akan rampung.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, dalam inspeksi pekan lalu, Komisi C DPRD Jember melihat langsung proyek pekerjaan Jembatan Jompo sekaligus Jalan Sultan Agung tersebut. “Pihak rekanan mengaku, pekerjaan telah mencapai 57 persen,” ucapnya.

Berarti, kata David, masih menyisakan 43 persen lagi sebelum tenggat waktu target penyelesaian proyek tersebut. Dia menjelaskan, dalam surat perintah kerja (SPK), target selesainya adalah 19 Mei. Meski demikian David berharap proyek normalisasi Jompo itu selesai sebelum tenggat waktu. “19 Mei itu Hari Raya Idul Fitri, maka kami minta sebelum hari raya bisa diselesaikan agar bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Sementara itu, kondisi hujan deras beberapa pekan kemarin, menurut David, tidak banyak berpengaruh pada konstruksi proyek jompo. “Kalau melihat konstruksinya masih aman. Ada kaki konstruksi yang juga jadi dinding penahan bantaran sungai,” terangnya. Dalam proyek tersebut juga ada pelebaran Jembatan Jompo, yang ditambah sekitar lima meter untuk penguatan jembatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Jalan Sultan Agung kini menjadi simpul kemacetan baru dalam kurun waktu setahun belakangan ini. Jalan utama menuju Alun-Alun Jember tersebut setengah bagiannya masih dalam perbaikan akibat robohnya pertokoan Jompo, akhir 2019 lalu. Kini, perbaikan itu diklaim telah mencapai 57 persen dan targetnya Mei akan rampung.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, dalam inspeksi pekan lalu, Komisi C DPRD Jember melihat langsung proyek pekerjaan Jembatan Jompo sekaligus Jalan Sultan Agung tersebut. “Pihak rekanan mengaku, pekerjaan telah mencapai 57 persen,” ucapnya.

Berarti, kata David, masih menyisakan 43 persen lagi sebelum tenggat waktu target penyelesaian proyek tersebut. Dia menjelaskan, dalam surat perintah kerja (SPK), target selesainya adalah 19 Mei. Meski demikian David berharap proyek normalisasi Jompo itu selesai sebelum tenggat waktu. “19 Mei itu Hari Raya Idul Fitri, maka kami minta sebelum hari raya bisa diselesaikan agar bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Sementara itu, kondisi hujan deras beberapa pekan kemarin, menurut David, tidak banyak berpengaruh pada konstruksi proyek jompo. “Kalau melihat konstruksinya masih aman. Ada kaki konstruksi yang juga jadi dinding penahan bantaran sungai,” terangnya. Dalam proyek tersebut juga ada pelebaran Jembatan Jompo, yang ditambah sekitar lima meter untuk penguatan jembatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/