alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Warga Wuluhan Desak Pencopotan Kades Penyabu

Pasang Puluhan Banner, Minta Kepala Desa Nyabu Diberhentikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus empat kepala desa (kades) di Jember yang terlibat pesta sabu-sabu, telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember pada pekan lalu (8/11). Keempat kades itu yakni Kades Wonojati Muhammad Mukip, Kades Tamansari Sugianto, dan Kades Glundengan Heri Hariyanto. Ketiganya divonis delapan bulan penjara. Sementara Kades Tempurejo M Alwi, divonis dobel, enam belas bulan penjara.

Kendati para kades itu telah diputus dan mendekam di penjara, namun jabatan mereka belum diketahui. Apakah mereka bakal dicopot atau kembali menjabat kades lagi, setelah keluar dari penjara. Hal itu kemudian kembali memantik reaksi warga di Desa Glundengan dan Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan. “Kami memasang puluhan banner menolak kades nyabu menjabat lagi, dan mendesak Pemkab Jember agar mengambil langkah tegas, mencopot jabatan kades yang bersangkutan,” kata Bukhori, koordinator Forum Gabungan (Forgab) Desa Glundengan dan Tamansari.

Bersama puluhan warga saat itu, mereka beramai-ramai memasang puluhan banner bertuliskan penolakan kades nyabu yang diletakkan di berbagai titik. Mulai di pasar, di jalan area pemakaman, jalan raya, dan tempat umum lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bukhori mengatakan, desakan warga kepada Pemkab Jember itu sangat beralasan. Mereka menilai, sejak kasus kades nyabu itu bergulir, warga tegas menyatakan penolakannya itu. Dari menggelar aksi di Kantor Kecamatan Wuluhan, hingga hearing bersama Komisi A DPRD Jember, belum lama ini. “Kami gelar aksi di kecamatan, sampai hearing dengan Komisi A, tujuannya sama, mendesak Pemkab Jember menyikapi kades ini,” imbuh Bukhori.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus empat kepala desa (kades) di Jember yang terlibat pesta sabu-sabu, telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember pada pekan lalu (8/11). Keempat kades itu yakni Kades Wonojati Muhammad Mukip, Kades Tamansari Sugianto, dan Kades Glundengan Heri Hariyanto. Ketiganya divonis delapan bulan penjara. Sementara Kades Tempurejo M Alwi, divonis dobel, enam belas bulan penjara.

Kendati para kades itu telah diputus dan mendekam di penjara, namun jabatan mereka belum diketahui. Apakah mereka bakal dicopot atau kembali menjabat kades lagi, setelah keluar dari penjara. Hal itu kemudian kembali memantik reaksi warga di Desa Glundengan dan Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan. “Kami memasang puluhan banner menolak kades nyabu menjabat lagi, dan mendesak Pemkab Jember agar mengambil langkah tegas, mencopot jabatan kades yang bersangkutan,” kata Bukhori, koordinator Forum Gabungan (Forgab) Desa Glundengan dan Tamansari.

Bersama puluhan warga saat itu, mereka beramai-ramai memasang puluhan banner bertuliskan penolakan kades nyabu yang diletakkan di berbagai titik. Mulai di pasar, di jalan area pemakaman, jalan raya, dan tempat umum lainnya.

Bukhori mengatakan, desakan warga kepada Pemkab Jember itu sangat beralasan. Mereka menilai, sejak kasus kades nyabu itu bergulir, warga tegas menyatakan penolakannya itu. Dari menggelar aksi di Kantor Kecamatan Wuluhan, hingga hearing bersama Komisi A DPRD Jember, belum lama ini. “Kami gelar aksi di kecamatan, sampai hearing dengan Komisi A, tujuannya sama, mendesak Pemkab Jember menyikapi kades ini,” imbuh Bukhori.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus empat kepala desa (kades) di Jember yang terlibat pesta sabu-sabu, telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember pada pekan lalu (8/11). Keempat kades itu yakni Kades Wonojati Muhammad Mukip, Kades Tamansari Sugianto, dan Kades Glundengan Heri Hariyanto. Ketiganya divonis delapan bulan penjara. Sementara Kades Tempurejo M Alwi, divonis dobel, enam belas bulan penjara.

Kendati para kades itu telah diputus dan mendekam di penjara, namun jabatan mereka belum diketahui. Apakah mereka bakal dicopot atau kembali menjabat kades lagi, setelah keluar dari penjara. Hal itu kemudian kembali memantik reaksi warga di Desa Glundengan dan Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan. “Kami memasang puluhan banner menolak kades nyabu menjabat lagi, dan mendesak Pemkab Jember agar mengambil langkah tegas, mencopot jabatan kades yang bersangkutan,” kata Bukhori, koordinator Forum Gabungan (Forgab) Desa Glundengan dan Tamansari.

Bersama puluhan warga saat itu, mereka beramai-ramai memasang puluhan banner bertuliskan penolakan kades nyabu yang diletakkan di berbagai titik. Mulai di pasar, di jalan area pemakaman, jalan raya, dan tempat umum lainnya.

Bukhori mengatakan, desakan warga kepada Pemkab Jember itu sangat beralasan. Mereka menilai, sejak kasus kades nyabu itu bergulir, warga tegas menyatakan penolakannya itu. Dari menggelar aksi di Kantor Kecamatan Wuluhan, hingga hearing bersama Komisi A DPRD Jember, belum lama ini. “Kami gelar aksi di kecamatan, sampai hearing dengan Komisi A, tujuannya sama, mendesak Pemkab Jember menyikapi kades ini,” imbuh Bukhori.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca