alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Fariz Kirim Memori Banding

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, Fariz Nurhidayat, sudah mengirim memori bandingnya ke Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Fariz yang disebut-sebut sebagai pemegang proyek strategis Pemkab Jember ketika pemerintahan Bupati Faida ini tak menerima putusan majelis hakim.

Dirinya divonis lima tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Fariz yang merupakan konsultan perencana Pasar Manggisan ini juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta dan terancam satu tahun penjara jika tak dibayar. Dengan putusan tersebut, Fariz bersama tim pengacaranya memutuskan untuk mengajukan banding.

Zainal Abidin, salah satu tim penasihat hukum Fariz, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengirimkan berkas memori banding ke PT. Dalam berkas tersebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi dasar bahwa Fariz hanya sebagai karyawan dari PT Maksi Solusi Enjinering di bawah Direktur Utama Sugeng Irawan Widodo alias Dodik. Dia juga salah satu terdakwa dalam perkara ini yang divonis bebas oleh majelis hakim.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini perkara yang sama antara Fariz dan Dodik. Fariz hanya sebagai karyawan. Tapi mengapa pertimbangan hakim, Dodik hanya sebagai penjual jasa desain gambar. Padahal menurut prinsip pengadaan barang dan jasa, hal itu menyalahi prinsip tidak efektif dan efisien,” ungkap pria yang akrab disapa Abid ini kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, Fariz Nurhidayat, sudah mengirim memori bandingnya ke Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Fariz yang disebut-sebut sebagai pemegang proyek strategis Pemkab Jember ketika pemerintahan Bupati Faida ini tak menerima putusan majelis hakim.

Dirinya divonis lima tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Fariz yang merupakan konsultan perencana Pasar Manggisan ini juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta dan terancam satu tahun penjara jika tak dibayar. Dengan putusan tersebut, Fariz bersama tim pengacaranya memutuskan untuk mengajukan banding.

Zainal Abidin, salah satu tim penasihat hukum Fariz, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengirimkan berkas memori banding ke PT. Dalam berkas tersebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi dasar bahwa Fariz hanya sebagai karyawan dari PT Maksi Solusi Enjinering di bawah Direktur Utama Sugeng Irawan Widodo alias Dodik. Dia juga salah satu terdakwa dalam perkara ini yang divonis bebas oleh majelis hakim.

“Ini perkara yang sama antara Fariz dan Dodik. Fariz hanya sebagai karyawan. Tapi mengapa pertimbangan hakim, Dodik hanya sebagai penjual jasa desain gambar. Padahal menurut prinsip pengadaan barang dan jasa, hal itu menyalahi prinsip tidak efektif dan efisien,” ungkap pria yang akrab disapa Abid ini kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan, Fariz Nurhidayat, sudah mengirim memori bandingnya ke Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Fariz yang disebut-sebut sebagai pemegang proyek strategis Pemkab Jember ketika pemerintahan Bupati Faida ini tak menerima putusan majelis hakim.

Dirinya divonis lima tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Fariz yang merupakan konsultan perencana Pasar Manggisan ini juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta dan terancam satu tahun penjara jika tak dibayar. Dengan putusan tersebut, Fariz bersama tim pengacaranya memutuskan untuk mengajukan banding.

Zainal Abidin, salah satu tim penasihat hukum Fariz, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengirimkan berkas memori banding ke PT. Dalam berkas tersebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi dasar bahwa Fariz hanya sebagai karyawan dari PT Maksi Solusi Enjinering di bawah Direktur Utama Sugeng Irawan Widodo alias Dodik. Dia juga salah satu terdakwa dalam perkara ini yang divonis bebas oleh majelis hakim.

“Ini perkara yang sama antara Fariz dan Dodik. Fariz hanya sebagai karyawan. Tapi mengapa pertimbangan hakim, Dodik hanya sebagai penjual jasa desain gambar. Padahal menurut prinsip pengadaan barang dan jasa, hal itu menyalahi prinsip tidak efektif dan efisien,” ungkap pria yang akrab disapa Abid ini kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/