Truk ODOL Masih Berkeliaran, Polisi Kesulitan Menindak

WAWAN DWI/RADAR JEMBER MASALAH: Truk dengan muatan yang melebihi dimensi dan beban berlebih masih banyak berkeliaran meski pemerintah berusaha bersikap galak. Salah satu penyebabnya, jembatan timbang masih banyak yang belum dioperasikan.

RADARJEMBER.ID- IMRON tampak sibuk keluar masuk Jembatan Timbang Rambi Gundam. Dengan kaus penuh oli tersebut, dia bingung harus memperbaiki truk tronton yang diparkir di jembatan timbang.

IKLAN

“Koplingnya rusak, master koplingnya bocor,” ujar sopir truk tersebut. Salah satu penyebabnya adalah beban truk yang dibawa itu terlalu berat. “Setiap hari bebannya berat-berat. Ya begini akibatnya,” imbuhnya.

Tak hanya Imron yang merasakan akibat kelebihan muatan. Secara tidak langsung, masyarakat juga terkena imbasnya. Bisa mengakibatkan kemacetan karena truk tidak bisa melaju kencang, jalan cepat rusak, dan menambah potensi kecelakaan lalu lintas akibat kelebihan muatan.

Kasat Lantas Polres Jember AKP Prianggo Parlindungan Malau mengatakan, kecelakaan karena kelebihan muatan baik itu melanggar dimensi, dan muatan tersebut selalu mengisi daftar angka kecelakaan di Jember. Meski bukan penyumbang tertinggi laka hingga meninggal dunia, namun tetap merugikan banyak orang. “Akibat ODOL (over dimension & over load, Red) terhadap angka kecelakaan 2018 tidak terlalu signifikan. Tapi merugikan secara material,” terangnya.

Laka karena kelebihan muatan tersebut terbanyak adalah kecelakaan tunggal. “Ya, ada yang sampai terdapat korban jiwa. Karena terguling dan muatannya tertimpa,” imbuhnya. Truk ODOL yang laka pun berimbas pada kelancaran arus lalu lintas. Dia mencontohkan, dalam beberapa kasus seperti di Gumitir, truk terguling karena kelebihan muatan itu sangat mengganggu lalu lintas.

Selain itu, kata dia, semakin banyak truk ODOL juga membuat sarana jalan itu rusak. Dia menjelaskan, semakin tinggi angka kecelakaan, tidak selalu menyalahkan pengendara atau pengemudi. Tapi juga kondisi jalan. Jika kondisi jalan rusak akibat sering dilewati truk ODOL, maka juga berperan penyumbang angka kecelakaan.

Sayangnya, kata dia, sampai saat ini kendaraan melanggar dimensi dan berat itu sulit dilakukan kontrol. Lagi-lagi, itu karena belum beroperasinya jembatan timbang. “Itu kewenangannya Kementerian Perhubungan. Bukan kewenangan dishub,” katanya.

Tindakan yang diambil kepolisian untuk mengatasi truk ODOL adalah kerja sama dengan dishub yang punya kualifikasi di bidangnnya. Karena memiliki alat portable, sehingga pelanggar berat dan dimensi bisa langsung ditindak.

Reporter & Fotografer: Dwi Siswanto
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :