alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Beredar Kabar Wabup Jember Ditusuk, Ternyata Begini Kejadian Sebenarnya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Wakil Bupati Jember yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra (Astra) KH M Balya Firjaun Barlaman, sempat dikabarkan ditusuk oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Warta tersebut cukup santer beredar di grup-grup aplikasi percakapan, Jumat (20/5) malam.

Hasil penelurusan, kabar minor ini tidak benar. Kondisi Gus Firjaun baik-baik saja. Bahkan saat wartawan Jawa Pos Radar Jember mengecek kebenaran informasi itu ke Polsek Kaliwates, petugas piket juga menepis warta tentang penusukan terhadap Wakil Bupati Jember tersebut.

Titik terang informasi itu diketahui setelah Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri memberi keterangan tertulis. Menurutnya, Gus Firjaun tidak ditusuk atau dilukai oleh siapa pun. Melainkan melapor ke Polsek Kaliwates karena ada salah satu santri di Ponpes Astra yang mengamuk akibat depresi.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Duduk Bareng Empat Parpol Besar, Ini Harapan Wabup Jember Gus Firjaun

“Santri tersebut bernama Wahyudi , warga Lingkungan Sawahan Cantikan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates,” terang Zaenuri.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, sore sebelumnya sekitar pukul 16.30, santri yang berusia 33 tahun itu sempat melempari atap pondok putri. Belum jelas kenapa santri tersebut melakukan perbuatan itu. Namun menurut keterangan santri lain, pelaku diduga mengalami depresi setelah cintanya bertepuk sebelah tangan dan usaha dagangnya terus merugi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Wakil Bupati Jember yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra (Astra) KH M Balya Firjaun Barlaman, sempat dikabarkan ditusuk oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Warta tersebut cukup santer beredar di grup-grup aplikasi percakapan, Jumat (20/5) malam.

Hasil penelurusan, kabar minor ini tidak benar. Kondisi Gus Firjaun baik-baik saja. Bahkan saat wartawan Jawa Pos Radar Jember mengecek kebenaran informasi itu ke Polsek Kaliwates, petugas piket juga menepis warta tentang penusukan terhadap Wakil Bupati Jember tersebut.

Titik terang informasi itu diketahui setelah Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri memberi keterangan tertulis. Menurutnya, Gus Firjaun tidak ditusuk atau dilukai oleh siapa pun. Melainkan melapor ke Polsek Kaliwates karena ada salah satu santri di Ponpes Astra yang mengamuk akibat depresi.

BACA JUGA: Duduk Bareng Empat Parpol Besar, Ini Harapan Wabup Jember Gus Firjaun

“Santri tersebut bernama Wahyudi , warga Lingkungan Sawahan Cantikan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates,” terang Zaenuri.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, sore sebelumnya sekitar pukul 16.30, santri yang berusia 33 tahun itu sempat melempari atap pondok putri. Belum jelas kenapa santri tersebut melakukan perbuatan itu. Namun menurut keterangan santri lain, pelaku diduga mengalami depresi setelah cintanya bertepuk sebelah tangan dan usaha dagangnya terus merugi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Wakil Bupati Jember yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra (Astra) KH M Balya Firjaun Barlaman, sempat dikabarkan ditusuk oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Warta tersebut cukup santer beredar di grup-grup aplikasi percakapan, Jumat (20/5) malam.

Hasil penelurusan, kabar minor ini tidak benar. Kondisi Gus Firjaun baik-baik saja. Bahkan saat wartawan Jawa Pos Radar Jember mengecek kebenaran informasi itu ke Polsek Kaliwates, petugas piket juga menepis warta tentang penusukan terhadap Wakil Bupati Jember tersebut.

Titik terang informasi itu diketahui setelah Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri memberi keterangan tertulis. Menurutnya, Gus Firjaun tidak ditusuk atau dilukai oleh siapa pun. Melainkan melapor ke Polsek Kaliwates karena ada salah satu santri di Ponpes Astra yang mengamuk akibat depresi.

BACA JUGA: Duduk Bareng Empat Parpol Besar, Ini Harapan Wabup Jember Gus Firjaun

“Santri tersebut bernama Wahyudi , warga Lingkungan Sawahan Cantikan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates,” terang Zaenuri.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, sore sebelumnya sekitar pukul 16.30, santri yang berusia 33 tahun itu sempat melempari atap pondok putri. Belum jelas kenapa santri tersebut melakukan perbuatan itu. Namun menurut keterangan santri lain, pelaku diduga mengalami depresi setelah cintanya bertepuk sebelah tangan dan usaha dagangnya terus merugi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/