alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Bersihkan Seragam Silat dari Premanisme

Sebulan, Lima Kasus Libatkan Perguruan

Mobile_AP_Rectangle 1

“Dari kasus tersebut, kami mengamankan empat tersangka. Sementara, 13 lainnya kami tetapkan sebagai DPO,” terangnya, saat pers rilis di kantor polsek, kemarin. Bahkan, pihaknya juga mengamankan satu pelaku lagi pada kasus pemukulan lain yang terjadi di Sukorambi, Jumat (14/5) lalu.

Kasus yang melibatkan anggota perguruan silat sejauh ini masih menuai pertanyaan. Sebab, ada beberapa fakta yang belum terungkap semua. Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember Agus Syafaat mengaku belum mengetahui pasti detail kejadiannya. Ia masih berencana untuk mengumpulkan informasi yang lebih lengkap atau komprehensif. “Kami belum tahu pasti kejadian lengkapnya. Kami akan cek dulu informasi dan kebenarannya,” kata Agus.

Ketua PSHT Jember Jono Wasinudin juga membenarkan terkait peristiwa pemukulan yang terjadi terakhir di Ambulu. Namun, ia juga belum memastikan kebenarannya, siapa pelaku dan siapa korban sebenarnya. Sebab, saat itu ia juga menerima laporan bahwa anak PSHT juga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Pantai Love, Ambulu. “Yang ngeroyok anaknya mabuk (di bawah pengaruh minuman keras, Red), dan sampai anak PSHT lari,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kompleksitas kasus yang menyeret antarperguruan silat ini menjadi tugas berat pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus serupa. Sejauh ini, baru kasus perusakan tugu milik IKSPI Kera Sakti di Wonosari dan Sukorambi saja yang tertangani hingga menetapkan sejumlah tersangka. Sementara itu, yang kasus terbaru di Ambulu masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan. Menurut dia, kasus tersebut telah masuk dan ditangani kepolisian. “Kejadian tersebut masih kami lakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi,” ucapnya.

Ia menegaskan, tak ada toleransi dan kompromi terhadap perilaku melanggar hukum seperti itu. Bahkan, ia juga mengharapkan adanya dukungan berbagai pihak untuk sama-sama menyelesaikan kasus tersebut. “Mohon doanya, biar bisa segera terungkap,” tutupnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

“Dari kasus tersebut, kami mengamankan empat tersangka. Sementara, 13 lainnya kami tetapkan sebagai DPO,” terangnya, saat pers rilis di kantor polsek, kemarin. Bahkan, pihaknya juga mengamankan satu pelaku lagi pada kasus pemukulan lain yang terjadi di Sukorambi, Jumat (14/5) lalu.

Kasus yang melibatkan anggota perguruan silat sejauh ini masih menuai pertanyaan. Sebab, ada beberapa fakta yang belum terungkap semua. Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember Agus Syafaat mengaku belum mengetahui pasti detail kejadiannya. Ia masih berencana untuk mengumpulkan informasi yang lebih lengkap atau komprehensif. “Kami belum tahu pasti kejadian lengkapnya. Kami akan cek dulu informasi dan kebenarannya,” kata Agus.

Ketua PSHT Jember Jono Wasinudin juga membenarkan terkait peristiwa pemukulan yang terjadi terakhir di Ambulu. Namun, ia juga belum memastikan kebenarannya, siapa pelaku dan siapa korban sebenarnya. Sebab, saat itu ia juga menerima laporan bahwa anak PSHT juga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Pantai Love, Ambulu. “Yang ngeroyok anaknya mabuk (di bawah pengaruh minuman keras, Red), dan sampai anak PSHT lari,” terangnya.

Kompleksitas kasus yang menyeret antarperguruan silat ini menjadi tugas berat pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus serupa. Sejauh ini, baru kasus perusakan tugu milik IKSPI Kera Sakti di Wonosari dan Sukorambi saja yang tertangani hingga menetapkan sejumlah tersangka. Sementara itu, yang kasus terbaru di Ambulu masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan. Menurut dia, kasus tersebut telah masuk dan ditangani kepolisian. “Kejadian tersebut masih kami lakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi,” ucapnya.

Ia menegaskan, tak ada toleransi dan kompromi terhadap perilaku melanggar hukum seperti itu. Bahkan, ia juga mengharapkan adanya dukungan berbagai pihak untuk sama-sama menyelesaikan kasus tersebut. “Mohon doanya, biar bisa segera terungkap,” tutupnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

“Dari kasus tersebut, kami mengamankan empat tersangka. Sementara, 13 lainnya kami tetapkan sebagai DPO,” terangnya, saat pers rilis di kantor polsek, kemarin. Bahkan, pihaknya juga mengamankan satu pelaku lagi pada kasus pemukulan lain yang terjadi di Sukorambi, Jumat (14/5) lalu.

Kasus yang melibatkan anggota perguruan silat sejauh ini masih menuai pertanyaan. Sebab, ada beberapa fakta yang belum terungkap semua. Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember Agus Syafaat mengaku belum mengetahui pasti detail kejadiannya. Ia masih berencana untuk mengumpulkan informasi yang lebih lengkap atau komprehensif. “Kami belum tahu pasti kejadian lengkapnya. Kami akan cek dulu informasi dan kebenarannya,” kata Agus.

Ketua PSHT Jember Jono Wasinudin juga membenarkan terkait peristiwa pemukulan yang terjadi terakhir di Ambulu. Namun, ia juga belum memastikan kebenarannya, siapa pelaku dan siapa korban sebenarnya. Sebab, saat itu ia juga menerima laporan bahwa anak PSHT juga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Pantai Love, Ambulu. “Yang ngeroyok anaknya mabuk (di bawah pengaruh minuman keras, Red), dan sampai anak PSHT lari,” terangnya.

Kompleksitas kasus yang menyeret antarperguruan silat ini menjadi tugas berat pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus serupa. Sejauh ini, baru kasus perusakan tugu milik IKSPI Kera Sakti di Wonosari dan Sukorambi saja yang tertangani hingga menetapkan sejumlah tersangka. Sementara itu, yang kasus terbaru di Ambulu masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan. Menurut dia, kasus tersebut telah masuk dan ditangani kepolisian. “Kejadian tersebut masih kami lakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi,” ucapnya.

Ia menegaskan, tak ada toleransi dan kompromi terhadap perilaku melanggar hukum seperti itu. Bahkan, ia juga mengharapkan adanya dukungan berbagai pihak untuk sama-sama menyelesaikan kasus tersebut. “Mohon doanya, biar bisa segera terungkap,” tutupnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/