alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Cairkan Tiga Sumber Anggaran untuk Proyek Fiktif

Sidang Dakwaan Mantan Kades Sumbersalak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terdakwa mantan Kepala Desa (Kades) Sumbersalak, yakni Abdul Haki, tertunduk lesu. Mengenakan kemeja putih dan peci, pria yang menjabat dua periode Kades Sumbersalak, Kecamatan Silo, ini menjalani sidang perdana secara daring, kemarin.

Kades Sumbersalak periode 2013 hingga 2019 itu menjalani sidang agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Abdul Haki disidang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Sementara majelis hakim dan JPU bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo.

Sidang siang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede dengan didampingi dua hakim anggota ad hoc, Lufsiana dan Emma Elyani. Dakwaan dari JPU dibacakan langsung oleh jaksa Faisal Adhyaksa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terdakwa ditahan di Lapas Jember sejak tanggal 2 Juli lalu. Pria kelahiran 1969 tersebut diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) Sumbersalak Tahun Anggaran (TA) 2018 silam. Sebelumnya, pihak inspektorat menghitung kerugian negara mencapai nominal ratusan juta terhadap DD Sumbersalak Tahun Anggaran 2018.

Kerugian negara dalam perkara ini pun turun. Sebelumnya, hasil temuan inspektorat mencapai Rp 1 miliar. Namun, setelah dihitung langsung di lapangan, jumlah kerugian negara tersebut turun. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Setyo Adhi Wicaksono, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember.

“Berdasarkan hasil investigasi tim inspektorat yang telah berkoordinasi dengan tim penyidik. Bahwa di lapangan ditemukan kerugian negara sebesar Rp 621 juta. Maka itulah nanti yang akan kami buktikan di penuntutan kepada terdakwa,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terdakwa mantan Kepala Desa (Kades) Sumbersalak, yakni Abdul Haki, tertunduk lesu. Mengenakan kemeja putih dan peci, pria yang menjabat dua periode Kades Sumbersalak, Kecamatan Silo, ini menjalani sidang perdana secara daring, kemarin.

Kades Sumbersalak periode 2013 hingga 2019 itu menjalani sidang agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Abdul Haki disidang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Sementara majelis hakim dan JPU bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo.

Sidang siang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede dengan didampingi dua hakim anggota ad hoc, Lufsiana dan Emma Elyani. Dakwaan dari JPU dibacakan langsung oleh jaksa Faisal Adhyaksa.

Terdakwa ditahan di Lapas Jember sejak tanggal 2 Juli lalu. Pria kelahiran 1969 tersebut diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) Sumbersalak Tahun Anggaran (TA) 2018 silam. Sebelumnya, pihak inspektorat menghitung kerugian negara mencapai nominal ratusan juta terhadap DD Sumbersalak Tahun Anggaran 2018.

Kerugian negara dalam perkara ini pun turun. Sebelumnya, hasil temuan inspektorat mencapai Rp 1 miliar. Namun, setelah dihitung langsung di lapangan, jumlah kerugian negara tersebut turun. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Setyo Adhi Wicaksono, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember.

“Berdasarkan hasil investigasi tim inspektorat yang telah berkoordinasi dengan tim penyidik. Bahwa di lapangan ditemukan kerugian negara sebesar Rp 621 juta. Maka itulah nanti yang akan kami buktikan di penuntutan kepada terdakwa,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terdakwa mantan Kepala Desa (Kades) Sumbersalak, yakni Abdul Haki, tertunduk lesu. Mengenakan kemeja putih dan peci, pria yang menjabat dua periode Kades Sumbersalak, Kecamatan Silo, ini menjalani sidang perdana secara daring, kemarin.

Kades Sumbersalak periode 2013 hingga 2019 itu menjalani sidang agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Abdul Haki disidang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Sementara majelis hakim dan JPU bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo.

Sidang siang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede dengan didampingi dua hakim anggota ad hoc, Lufsiana dan Emma Elyani. Dakwaan dari JPU dibacakan langsung oleh jaksa Faisal Adhyaksa.

Terdakwa ditahan di Lapas Jember sejak tanggal 2 Juli lalu. Pria kelahiran 1969 tersebut diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) Sumbersalak Tahun Anggaran (TA) 2018 silam. Sebelumnya, pihak inspektorat menghitung kerugian negara mencapai nominal ratusan juta terhadap DD Sumbersalak Tahun Anggaran 2018.

Kerugian negara dalam perkara ini pun turun. Sebelumnya, hasil temuan inspektorat mencapai Rp 1 miliar. Namun, setelah dihitung langsung di lapangan, jumlah kerugian negara tersebut turun. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Setyo Adhi Wicaksono, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember.

“Berdasarkan hasil investigasi tim inspektorat yang telah berkoordinasi dengan tim penyidik. Bahwa di lapangan ditemukan kerugian negara sebesar Rp 621 juta. Maka itulah nanti yang akan kami buktikan di penuntutan kepada terdakwa,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/