alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Selamatkan Persid

Detik-Detik Liga III, Belum Ada Kabar Pendaftaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suporter sepak bola Persid Jember yang disebut Jember Berani (Berni) mulai was-was nasib klub kesayangannya tersebut. Sebab, persoalan klasik yayasan tidak kunjung selesai. Bahkan, juga belum mendaftar kompetisi Liga III di Asprov PSSI Jatim

Mustafah Reza Suporter Berni dari Kota Jember yang turut memasang spanduk bubarkan yayasan Persid di  jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo itu mengatakan, cukup kecewa dengan kondisi Persid saat ini. “Diserahkan tapi tidak ditandatangani ya sama saja bohong,” ucapnya.

Bagi semua Berni, kata dia, tentu saja konflik klasik Persid terkait yayasan segera teratasi. Bukan teratasi satu, dua hari, atau bulan depan. Tapi secepat-cepatnya. Sebab, hari ini Minggu 20 Juni adalah hari terakhir pendaftaran Liga III di Asprov PSSI Jatim.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melihat kondisi itu, tentu saja aneh dengan pembina yang diisi oleh orang-orang tua tersebut. “Anak-anak muda ini binggung, karena yang tua seperti itu. Yang tua tidak mau mengalah,” jelasnya.

Logika sederhana suporter, seperti Cak Mus sapaan akrab Mustafah Reza itu, adalah bila yayasan tidak diserahkan ke Persid. Maka, tidak mungkin mendapatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Suporter juga paham mengapa pembina tidak kunjung tanda tangan karena keberatan ada salah satu nama suporter yang direncanakan masuk dalam yayasan struktur yayasan baru. Namun, menurutnya itu adalah hak bupati.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suporter sepak bola Persid Jember yang disebut Jember Berani (Berni) mulai was-was nasib klub kesayangannya tersebut. Sebab, persoalan klasik yayasan tidak kunjung selesai. Bahkan, juga belum mendaftar kompetisi Liga III di Asprov PSSI Jatim

Mustafah Reza Suporter Berni dari Kota Jember yang turut memasang spanduk bubarkan yayasan Persid di  jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo itu mengatakan, cukup kecewa dengan kondisi Persid saat ini. “Diserahkan tapi tidak ditandatangani ya sama saja bohong,” ucapnya.

Bagi semua Berni, kata dia, tentu saja konflik klasik Persid terkait yayasan segera teratasi. Bukan teratasi satu, dua hari, atau bulan depan. Tapi secepat-cepatnya. Sebab, hari ini Minggu 20 Juni adalah hari terakhir pendaftaran Liga III di Asprov PSSI Jatim.

Melihat kondisi itu, tentu saja aneh dengan pembina yang diisi oleh orang-orang tua tersebut. “Anak-anak muda ini binggung, karena yang tua seperti itu. Yang tua tidak mau mengalah,” jelasnya.

Logika sederhana suporter, seperti Cak Mus sapaan akrab Mustafah Reza itu, adalah bila yayasan tidak diserahkan ke Persid. Maka, tidak mungkin mendapatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Suporter juga paham mengapa pembina tidak kunjung tanda tangan karena keberatan ada salah satu nama suporter yang direncanakan masuk dalam yayasan struktur yayasan baru. Namun, menurutnya itu adalah hak bupati.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suporter sepak bola Persid Jember yang disebut Jember Berani (Berni) mulai was-was nasib klub kesayangannya tersebut. Sebab, persoalan klasik yayasan tidak kunjung selesai. Bahkan, juga belum mendaftar kompetisi Liga III di Asprov PSSI Jatim

Mustafah Reza Suporter Berni dari Kota Jember yang turut memasang spanduk bubarkan yayasan Persid di  jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo itu mengatakan, cukup kecewa dengan kondisi Persid saat ini. “Diserahkan tapi tidak ditandatangani ya sama saja bohong,” ucapnya.

Bagi semua Berni, kata dia, tentu saja konflik klasik Persid terkait yayasan segera teratasi. Bukan teratasi satu, dua hari, atau bulan depan. Tapi secepat-cepatnya. Sebab, hari ini Minggu 20 Juni adalah hari terakhir pendaftaran Liga III di Asprov PSSI Jatim.

Melihat kondisi itu, tentu saja aneh dengan pembina yang diisi oleh orang-orang tua tersebut. “Anak-anak muda ini binggung, karena yang tua seperti itu. Yang tua tidak mau mengalah,” jelasnya.

Logika sederhana suporter, seperti Cak Mus sapaan akrab Mustafah Reza itu, adalah bila yayasan tidak diserahkan ke Persid. Maka, tidak mungkin mendapatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Suporter juga paham mengapa pembina tidak kunjung tanda tangan karena keberatan ada salah satu nama suporter yang direncanakan masuk dalam yayasan struktur yayasan baru. Namun, menurutnya itu adalah hak bupati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/