alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Hasil Swab Karyawan SMKN 6, Ternyata Negatif

Berbeda dari Chat Medsos yang Beredar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sekolah kejuruan negeri di Tanggul yaitu SMKN 6 Jember sempat ramai diperbincangkan lantaran telah beredarnya chat 18 pegawai dan guru positif covid-19, usai swab. Ternyata kabar tersebut adalah hoax. Sebab, hasil test swab resmi dari pemerintah telah keluar, dan hasilnya semua negatif.

Kepala SMKN 6 Jember Priwahyu Hartanti menyatakan, untuk hasil swab dari pemerintah/ Puskesmas Tanggul terhadap 71 guru dan karyawan sudah keluar dan semua hasilnya negatif. “Tadi pagi (kemarin pagi (18/6), Red) saya ditelepon oleh dr Diyan dari Puskesmas Tanggul dan semua negatif,” terangnya.

Hasil negatif tersebut, kata dia, berarti kabar chat yang terlanjur beredar ada 18 karyawan dan guru SMKN 6 Jember tersebut ternyata tidak benar. Bahkan, dalam diskusi secara virtual antara Kacabdin dan SMKN 6 Jember dengan dinkes dan dokter juga menyatakan bila ada kabar tidak benar bisa dikatakan hoax.

Mobile_AP_Rectangle 2

Priwahyu menambahkan, dalam diskusi secara daring tersebut baik dr Angga dan dr Alfi menuturakan bahwa data penyakit pasien tidak boleh disebarluaskan. “Jadi kata dua dokter itu yang boleh diberitahu terlebih dahulu oleh dokter adalah pasien atau keluarga pasien. Hal itu berkaitan dengan kode etik,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sekolah kejuruan negeri di Tanggul yaitu SMKN 6 Jember sempat ramai diperbincangkan lantaran telah beredarnya chat 18 pegawai dan guru positif covid-19, usai swab. Ternyata kabar tersebut adalah hoax. Sebab, hasil test swab resmi dari pemerintah telah keluar, dan hasilnya semua negatif.

Kepala SMKN 6 Jember Priwahyu Hartanti menyatakan, untuk hasil swab dari pemerintah/ Puskesmas Tanggul terhadap 71 guru dan karyawan sudah keluar dan semua hasilnya negatif. “Tadi pagi (kemarin pagi (18/6), Red) saya ditelepon oleh dr Diyan dari Puskesmas Tanggul dan semua negatif,” terangnya.

Hasil negatif tersebut, kata dia, berarti kabar chat yang terlanjur beredar ada 18 karyawan dan guru SMKN 6 Jember tersebut ternyata tidak benar. Bahkan, dalam diskusi secara virtual antara Kacabdin dan SMKN 6 Jember dengan dinkes dan dokter juga menyatakan bila ada kabar tidak benar bisa dikatakan hoax.

Priwahyu menambahkan, dalam diskusi secara daring tersebut baik dr Angga dan dr Alfi menuturakan bahwa data penyakit pasien tidak boleh disebarluaskan. “Jadi kata dua dokter itu yang boleh diberitahu terlebih dahulu oleh dokter adalah pasien atau keluarga pasien. Hal itu berkaitan dengan kode etik,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sekolah kejuruan negeri di Tanggul yaitu SMKN 6 Jember sempat ramai diperbincangkan lantaran telah beredarnya chat 18 pegawai dan guru positif covid-19, usai swab. Ternyata kabar tersebut adalah hoax. Sebab, hasil test swab resmi dari pemerintah telah keluar, dan hasilnya semua negatif.

Kepala SMKN 6 Jember Priwahyu Hartanti menyatakan, untuk hasil swab dari pemerintah/ Puskesmas Tanggul terhadap 71 guru dan karyawan sudah keluar dan semua hasilnya negatif. “Tadi pagi (kemarin pagi (18/6), Red) saya ditelepon oleh dr Diyan dari Puskesmas Tanggul dan semua negatif,” terangnya.

Hasil negatif tersebut, kata dia, berarti kabar chat yang terlanjur beredar ada 18 karyawan dan guru SMKN 6 Jember tersebut ternyata tidak benar. Bahkan, dalam diskusi secara virtual antara Kacabdin dan SMKN 6 Jember dengan dinkes dan dokter juga menyatakan bila ada kabar tidak benar bisa dikatakan hoax.

Priwahyu menambahkan, dalam diskusi secara daring tersebut baik dr Angga dan dr Alfi menuturakan bahwa data penyakit pasien tidak boleh disebarluaskan. “Jadi kata dua dokter itu yang boleh diberitahu terlebih dahulu oleh dokter adalah pasien atau keluarga pasien. Hal itu berkaitan dengan kode etik,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/