alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tronton Pengangkut Semen Bikin Rusak Jalan

- Beban Melebihi Kapasitas Standar

- Temuan Pengecekan Dishub dan Polisi

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER, Radar Jember – Kerusakan jalan yang berada di sekitar Jember selatan, belakangan sering dikeluhkan masyarakat. Truk-truk tronton bertonase tinggi yang bebas lalu lalang di sekitar jalur Jember–Surabaya via Kencong ini juga membahayakan pengendara lain.

BACA JUGA : Beri Perlindungan Produk, IKEA Indonesia Gandeng Pasar Polis

Saat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember melakukan pengecekan jalan, petugas menemukan sejumlah fakta mencengangkan. Kerusakan jalan rata-rata disumbang oleh kendaraan ODOL (over dimension and overloading). “Yang jelas, banyak kendaraan yang melebihi kapasitas daya angkut, kendaraan ODOL, yang bebas berlalu lalang di sana,” kata Kepala Dishub Jember Agus Wijaya, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari beberapa pengecekan secara acak saat itu, kata Agus, petugas memberhentikan sejumlah kendaraan tronton atau truk bertonase tinggi yang melintas. Kemudian, kendaraan tersebut diukur menggunakan alat khusus milik Dinas PU Bina Marga Provinsi untuk diketahui muatan sebenarnya.

Benar saja, hasilnya, hampir semua kendaraan tronton yang di-sampling rata-rata melebihi beban standar. “Saat kami ukur, memang banyak yang over, baik ukuran depan, belakang, maupun lebar, itu semua lebih. Dan faktor kelebihan muatan ini yang memicu kerusakan jalan,” sambung Agus.

Menurut dia, kendaraan ODOL itu merupakan kendaraan yang beraktivitas dari pabrik semen di PT Semen Imasco Asiatic Puger. Ketika truk-truk besar itu beroperasi, mereka keluar dari Puger ke sejumlah wilayah. Mulai dari Probolinggo, pelabuhan di Surabaya, hingga Semarang. “Kendaraan itu semuanya berasal dari satu pintu di Pabrik Semen Imasco,” sebut Agus.

- Advertisement -

PUGER, Radar Jember – Kerusakan jalan yang berada di sekitar Jember selatan, belakangan sering dikeluhkan masyarakat. Truk-truk tronton bertonase tinggi yang bebas lalu lalang di sekitar jalur Jember–Surabaya via Kencong ini juga membahayakan pengendara lain.

BACA JUGA : Beri Perlindungan Produk, IKEA Indonesia Gandeng Pasar Polis

Saat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember melakukan pengecekan jalan, petugas menemukan sejumlah fakta mencengangkan. Kerusakan jalan rata-rata disumbang oleh kendaraan ODOL (over dimension and overloading). “Yang jelas, banyak kendaraan yang melebihi kapasitas daya angkut, kendaraan ODOL, yang bebas berlalu lalang di sana,” kata Kepala Dishub Jember Agus Wijaya, kemarin.

Dari beberapa pengecekan secara acak saat itu, kata Agus, petugas memberhentikan sejumlah kendaraan tronton atau truk bertonase tinggi yang melintas. Kemudian, kendaraan tersebut diukur menggunakan alat khusus milik Dinas PU Bina Marga Provinsi untuk diketahui muatan sebenarnya.

Benar saja, hasilnya, hampir semua kendaraan tronton yang di-sampling rata-rata melebihi beban standar. “Saat kami ukur, memang banyak yang over, baik ukuran depan, belakang, maupun lebar, itu semua lebih. Dan faktor kelebihan muatan ini yang memicu kerusakan jalan,” sambung Agus.

Menurut dia, kendaraan ODOL itu merupakan kendaraan yang beraktivitas dari pabrik semen di PT Semen Imasco Asiatic Puger. Ketika truk-truk besar itu beroperasi, mereka keluar dari Puger ke sejumlah wilayah. Mulai dari Probolinggo, pelabuhan di Surabaya, hingga Semarang. “Kendaraan itu semuanya berasal dari satu pintu di Pabrik Semen Imasco,” sebut Agus.

PUGER, Radar Jember – Kerusakan jalan yang berada di sekitar Jember selatan, belakangan sering dikeluhkan masyarakat. Truk-truk tronton bertonase tinggi yang bebas lalu lalang di sekitar jalur Jember–Surabaya via Kencong ini juga membahayakan pengendara lain.

BACA JUGA : Beri Perlindungan Produk, IKEA Indonesia Gandeng Pasar Polis

Saat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember melakukan pengecekan jalan, petugas menemukan sejumlah fakta mencengangkan. Kerusakan jalan rata-rata disumbang oleh kendaraan ODOL (over dimension and overloading). “Yang jelas, banyak kendaraan yang melebihi kapasitas daya angkut, kendaraan ODOL, yang bebas berlalu lalang di sana,” kata Kepala Dishub Jember Agus Wijaya, kemarin.

Dari beberapa pengecekan secara acak saat itu, kata Agus, petugas memberhentikan sejumlah kendaraan tronton atau truk bertonase tinggi yang melintas. Kemudian, kendaraan tersebut diukur menggunakan alat khusus milik Dinas PU Bina Marga Provinsi untuk diketahui muatan sebenarnya.

Benar saja, hasilnya, hampir semua kendaraan tronton yang di-sampling rata-rata melebihi beban standar. “Saat kami ukur, memang banyak yang over, baik ukuran depan, belakang, maupun lebar, itu semua lebih. Dan faktor kelebihan muatan ini yang memicu kerusakan jalan,” sambung Agus.

Menurut dia, kendaraan ODOL itu merupakan kendaraan yang beraktivitas dari pabrik semen di PT Semen Imasco Asiatic Puger. Ketika truk-truk besar itu beroperasi, mereka keluar dari Puger ke sejumlah wilayah. Mulai dari Probolinggo, pelabuhan di Surabaya, hingga Semarang. “Kendaraan itu semuanya berasal dari satu pintu di Pabrik Semen Imasco,” sebut Agus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/