alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Belasan Mahasiswa UIN KHAS Jember Luka-Luka Akibat Bentrok saat Demo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Aksi unjukrasa mahasiwa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali terjadi. Namun, demo yang berlangsung, Minggu (20/2) sore, di luar kampus itu, berujung bentrok.

Belasan mahasiswa dikabarkan terluka dalam insiden yang menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tersebut. Unjukrasa susulan ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa pada rektor yang pada demo sebelumnya tidak menemui mahasiswa.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, di tengah pelaksanaan unjukrasa, sempat terjadi aksi baku hantam antara massa aksi dengan lelaki berseragam kaus abu-abu bertuliskan satpam. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai terjungkal hingga membentur motor yang sedang terparkir. Beberapa motor sampai rubuh tertindih tubuh mahasiswa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suasana kisruh yang terjadi di depan pagar pintu masuk kampus itu berlangsung cukup lama. Teriakan dan pekikan massa dan satpam saling bersahutan. Terlihat, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto juga berada di lokasi. Mengenakan kaus berkerah putih, dia berusaha melerai pertikaian. Namun, upaya itu tak mampu meredam suasana yang terlanjur memanas. “Jika (demonstrasi) kemarin rektorat turun untuk menemui mahasiswa, mungkin tidak akan ada chaoss,” kata salah satu mahasiswa.

Versi mahasiswa, kekacauan itu terjadi saat beberapa oknum mencoba menghentikan demo. Saat itu, banyak pihak eksternal yang terlibat. Ada yang dari masyarakat setempat, juga beberapa orang yang diduga sebagai preman. “Kami meminimalisir agar chaoss tidak terjadi. Pihak mahasiswa tidak akan berani memukul terlebih dahulu,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Aksi unjukrasa mahasiwa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali terjadi. Namun, demo yang berlangsung, Minggu (20/2) sore, di luar kampus itu, berujung bentrok.

Belasan mahasiswa dikabarkan terluka dalam insiden yang menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tersebut. Unjukrasa susulan ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa pada rektor yang pada demo sebelumnya tidak menemui mahasiswa.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, di tengah pelaksanaan unjukrasa, sempat terjadi aksi baku hantam antara massa aksi dengan lelaki berseragam kaus abu-abu bertuliskan satpam. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai terjungkal hingga membentur motor yang sedang terparkir. Beberapa motor sampai rubuh tertindih tubuh mahasiswa.

Suasana kisruh yang terjadi di depan pagar pintu masuk kampus itu berlangsung cukup lama. Teriakan dan pekikan massa dan satpam saling bersahutan. Terlihat, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto juga berada di lokasi. Mengenakan kaus berkerah putih, dia berusaha melerai pertikaian. Namun, upaya itu tak mampu meredam suasana yang terlanjur memanas. “Jika (demonstrasi) kemarin rektorat turun untuk menemui mahasiswa, mungkin tidak akan ada chaoss,” kata salah satu mahasiswa.

Versi mahasiswa, kekacauan itu terjadi saat beberapa oknum mencoba menghentikan demo. Saat itu, banyak pihak eksternal yang terlibat. Ada yang dari masyarakat setempat, juga beberapa orang yang diduga sebagai preman. “Kami meminimalisir agar chaoss tidak terjadi. Pihak mahasiswa tidak akan berani memukul terlebih dahulu,” ujarnya.

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Aksi unjukrasa mahasiwa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali terjadi. Namun, demo yang berlangsung, Minggu (20/2) sore, di luar kampus itu, berujung bentrok.

Belasan mahasiswa dikabarkan terluka dalam insiden yang menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tersebut. Unjukrasa susulan ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa pada rektor yang pada demo sebelumnya tidak menemui mahasiswa.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, di tengah pelaksanaan unjukrasa, sempat terjadi aksi baku hantam antara massa aksi dengan lelaki berseragam kaus abu-abu bertuliskan satpam. Bahkan, ada mahasiswa yang sampai terjungkal hingga membentur motor yang sedang terparkir. Beberapa motor sampai rubuh tertindih tubuh mahasiswa.

Suasana kisruh yang terjadi di depan pagar pintu masuk kampus itu berlangsung cukup lama. Teriakan dan pekikan massa dan satpam saling bersahutan. Terlihat, Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto juga berada di lokasi. Mengenakan kaus berkerah putih, dia berusaha melerai pertikaian. Namun, upaya itu tak mampu meredam suasana yang terlanjur memanas. “Jika (demonstrasi) kemarin rektorat turun untuk menemui mahasiswa, mungkin tidak akan ada chaoss,” kata salah satu mahasiswa.

Versi mahasiswa, kekacauan itu terjadi saat beberapa oknum mencoba menghentikan demo. Saat itu, banyak pihak eksternal yang terlibat. Ada yang dari masyarakat setempat, juga beberapa orang yang diduga sebagai preman. “Kami meminimalisir agar chaoss tidak terjadi. Pihak mahasiswa tidak akan berani memukul terlebih dahulu,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/