alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Rekanan Keruk Gumuk Akhirnya Ditahan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi tanah kas desa (TKD) yang sebelumnya menyeret Kades Gambiran, Kecamatan Kalisat, terus menggelinding. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan tersangka baru, yaitu Tunut Supriyanto, yang tak lain adalah rekanan yang mengeruk gumuk TKD Gambiran.

Kemarin (19/2) sekitar pukul 15.30, Tunut keluar dengan rompi merah muda. Dia diapit oleh petugas kejaksaan dengan kepala tertunduk. Dalam kasus rasuah ini, Tunut alias TS merupakan pihak ketiga. “Kami melakukan penahanan atas tersangka baru di TKD Gambiran, Kalisat. Tersangka bakal ditahan selama 20 hari ke depan,” ucap Setyo Adhi Wicaksono, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember.

Dia menjelaskan, Desa Gambiran memiliki TKD seluas 14 hektare. Jumlah tanah itu dibagi langsung ke setiap perangkat desa. Namun, untuk TKD berupa gumuk menjadi jatah Kades Gambiran Dwi Purbadi. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. “Jadi, salah satu TKD itu berupa empat gumuk dengan luas sekitar 2.600 meter persegi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awal 2020 kemarin, Kades Dwi Purbadi bekerja sama dengan Tunut secara sepihak untuk meratakan empat gumuk tersebut. Kerja sama itu dinilai janggal, sehingga ada warga yang melaporkan kasus ini ke kejaksaan. “Material gumuk berupa batu dan tanah uruk itu dijual oleh TS,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi tanah kas desa (TKD) yang sebelumnya menyeret Kades Gambiran, Kecamatan Kalisat, terus menggelinding. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan tersangka baru, yaitu Tunut Supriyanto, yang tak lain adalah rekanan yang mengeruk gumuk TKD Gambiran.

Kemarin (19/2) sekitar pukul 15.30, Tunut keluar dengan rompi merah muda. Dia diapit oleh petugas kejaksaan dengan kepala tertunduk. Dalam kasus rasuah ini, Tunut alias TS merupakan pihak ketiga. “Kami melakukan penahanan atas tersangka baru di TKD Gambiran, Kalisat. Tersangka bakal ditahan selama 20 hari ke depan,” ucap Setyo Adhi Wicaksono, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember.

Dia menjelaskan, Desa Gambiran memiliki TKD seluas 14 hektare. Jumlah tanah itu dibagi langsung ke setiap perangkat desa. Namun, untuk TKD berupa gumuk menjadi jatah Kades Gambiran Dwi Purbadi. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. “Jadi, salah satu TKD itu berupa empat gumuk dengan luas sekitar 2.600 meter persegi,” jelasnya.

Awal 2020 kemarin, Kades Dwi Purbadi bekerja sama dengan Tunut secara sepihak untuk meratakan empat gumuk tersebut. Kerja sama itu dinilai janggal, sehingga ada warga yang melaporkan kasus ini ke kejaksaan. “Material gumuk berupa batu dan tanah uruk itu dijual oleh TS,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi tanah kas desa (TKD) yang sebelumnya menyeret Kades Gambiran, Kecamatan Kalisat, terus menggelinding. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan tersangka baru, yaitu Tunut Supriyanto, yang tak lain adalah rekanan yang mengeruk gumuk TKD Gambiran.

Kemarin (19/2) sekitar pukul 15.30, Tunut keluar dengan rompi merah muda. Dia diapit oleh petugas kejaksaan dengan kepala tertunduk. Dalam kasus rasuah ini, Tunut alias TS merupakan pihak ketiga. “Kami melakukan penahanan atas tersangka baru di TKD Gambiran, Kalisat. Tersangka bakal ditahan selama 20 hari ke depan,” ucap Setyo Adhi Wicaksono, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember.

Dia menjelaskan, Desa Gambiran memiliki TKD seluas 14 hektare. Jumlah tanah itu dibagi langsung ke setiap perangkat desa. Namun, untuk TKD berupa gumuk menjadi jatah Kades Gambiran Dwi Purbadi. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. “Jadi, salah satu TKD itu berupa empat gumuk dengan luas sekitar 2.600 meter persegi,” jelasnya.

Awal 2020 kemarin, Kades Dwi Purbadi bekerja sama dengan Tunut secara sepihak untuk meratakan empat gumuk tersebut. Kerja sama itu dinilai janggal, sehingga ada warga yang melaporkan kasus ini ke kejaksaan. “Material gumuk berupa batu dan tanah uruk itu dijual oleh TS,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/