alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Bisa Segalanya, Mulai Tambal Jalan hingga Bikin Usaha

Sepak terjang karang taruna ternyata cukup beragam. Tak hanya menghidupkan kegiatan desa atau kelurahan seperti yang diketahui sebelumnya, tapi juga peduli terhadap persoalan lingkungan dan sosial. Seperti misi Karang Taruna Wira Bhakti Mandiri (WBM) ini.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara menghitung pecahan uang terdengar begitu lantang dari sejumlah perempuan yang tengah merapikan duit kertas. Sembari bercanda, mereka menata duit hasil donasi dari pengguna jalan itu sesuai dengan nominalnya. Ada tujuh emak-emak yang sedang sibuk. Mereka berkumpul di depan teras salah satu toko di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.

Sementara itu, para bapak-bapak juga terlihat sibuk mengatur jalan sambil menyorongkan kardus bekas minuman gelas ke pengendara yang melintas. Kardus itu telah didandani sedemikian rupa hingga menjadi kotak amal. “Alhamdulillah, dengan dana swadaya karang taruna, bantuan masyarakat sekitar, serta sumbangan dari para pengendara, kami merampungkan penambalan jalan,” ungkap Iwan Kristanto, Ketua Karang Taruna WBM di RW 15, Kelurahan Tegalbesar.

Menurut dia, aktivitas semacam ini dilakukan karena warga prihatin dengan kondisi jalan. Banyaknya lubang di sepanjang jalan menuju Kecamatan Ajung itu membuat jalur tersebut rawan kecelakaan. Terlebih, ketika malam hari saat lampu jalan juga padam. Potensi pengendara motor terjatuh jelas lebih besar. “Makanya warga berinisiatif menggalang donasi untuk membenahi jalan ini,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aktivitas menambal jalan ini bukanlah satu-satunya kegiatan Karang Taruna WBM. Mereka juga melakukan hal-hal lain yang bisa menjadi peluang untuk kesejahteraan warga di RW 15. Mulai dari usaha konveksi, ternak lele, produksi roti, dan membuatkan lahan warga di RW 15 untuk berdagang.

Ide membikin usaha ini menjadi bermanfaat bagi warga. Apalagi, saat masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. “Karena banyak warga di empat RT di RW 15 ini yang diistirahatkan dari tempat kerjanya masing-masing. Oleh karena itu, kami berusaha memfasilitasi warga dengan membuka usaha atau peningkatan skill. Misalnya pelatihan pembuatan roti,” ulas pria 42 tahun itu.

Rupanya, gagasan membuat usaha bersama itu menarik minat investor. Beberapa waktu lalu, Iwan bercerita, ada salah seorang yang datang ke tempatnya. Dia punya banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Alhasil, Iwan bersama para anggota lain bekerja sama dengan balai latihan kerja provinsi untuk belajar bagaimana cara membuat roti. “Ada puluhan warga yang ikut. Sekarang, mereka sudah saling bekerja sama. Jadi, yang memiliki uang bisa memutar uangnya, sedangkan yang tak punya pekerjaan bisa kembali berkarya,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara menghitung pecahan uang terdengar begitu lantang dari sejumlah perempuan yang tengah merapikan duit kertas. Sembari bercanda, mereka menata duit hasil donasi dari pengguna jalan itu sesuai dengan nominalnya. Ada tujuh emak-emak yang sedang sibuk. Mereka berkumpul di depan teras salah satu toko di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.

Sementara itu, para bapak-bapak juga terlihat sibuk mengatur jalan sambil menyorongkan kardus bekas minuman gelas ke pengendara yang melintas. Kardus itu telah didandani sedemikian rupa hingga menjadi kotak amal. “Alhamdulillah, dengan dana swadaya karang taruna, bantuan masyarakat sekitar, serta sumbangan dari para pengendara, kami merampungkan penambalan jalan,” ungkap Iwan Kristanto, Ketua Karang Taruna WBM di RW 15, Kelurahan Tegalbesar.

Menurut dia, aktivitas semacam ini dilakukan karena warga prihatin dengan kondisi jalan. Banyaknya lubang di sepanjang jalan menuju Kecamatan Ajung itu membuat jalur tersebut rawan kecelakaan. Terlebih, ketika malam hari saat lampu jalan juga padam. Potensi pengendara motor terjatuh jelas lebih besar. “Makanya warga berinisiatif menggalang donasi untuk membenahi jalan ini,” ucapnya.

Aktivitas menambal jalan ini bukanlah satu-satunya kegiatan Karang Taruna WBM. Mereka juga melakukan hal-hal lain yang bisa menjadi peluang untuk kesejahteraan warga di RW 15. Mulai dari usaha konveksi, ternak lele, produksi roti, dan membuatkan lahan warga di RW 15 untuk berdagang.

Ide membikin usaha ini menjadi bermanfaat bagi warga. Apalagi, saat masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. “Karena banyak warga di empat RT di RW 15 ini yang diistirahatkan dari tempat kerjanya masing-masing. Oleh karena itu, kami berusaha memfasilitasi warga dengan membuka usaha atau peningkatan skill. Misalnya pelatihan pembuatan roti,” ulas pria 42 tahun itu.

Rupanya, gagasan membuat usaha bersama itu menarik minat investor. Beberapa waktu lalu, Iwan bercerita, ada salah seorang yang datang ke tempatnya. Dia punya banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Alhasil, Iwan bersama para anggota lain bekerja sama dengan balai latihan kerja provinsi untuk belajar bagaimana cara membuat roti. “Ada puluhan warga yang ikut. Sekarang, mereka sudah saling bekerja sama. Jadi, yang memiliki uang bisa memutar uangnya, sedangkan yang tak punya pekerjaan bisa kembali berkarya,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara menghitung pecahan uang terdengar begitu lantang dari sejumlah perempuan yang tengah merapikan duit kertas. Sembari bercanda, mereka menata duit hasil donasi dari pengguna jalan itu sesuai dengan nominalnya. Ada tujuh emak-emak yang sedang sibuk. Mereka berkumpul di depan teras salah satu toko di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.

Sementara itu, para bapak-bapak juga terlihat sibuk mengatur jalan sambil menyorongkan kardus bekas minuman gelas ke pengendara yang melintas. Kardus itu telah didandani sedemikian rupa hingga menjadi kotak amal. “Alhamdulillah, dengan dana swadaya karang taruna, bantuan masyarakat sekitar, serta sumbangan dari para pengendara, kami merampungkan penambalan jalan,” ungkap Iwan Kristanto, Ketua Karang Taruna WBM di RW 15, Kelurahan Tegalbesar.

Menurut dia, aktivitas semacam ini dilakukan karena warga prihatin dengan kondisi jalan. Banyaknya lubang di sepanjang jalan menuju Kecamatan Ajung itu membuat jalur tersebut rawan kecelakaan. Terlebih, ketika malam hari saat lampu jalan juga padam. Potensi pengendara motor terjatuh jelas lebih besar. “Makanya warga berinisiatif menggalang donasi untuk membenahi jalan ini,” ucapnya.

Aktivitas menambal jalan ini bukanlah satu-satunya kegiatan Karang Taruna WBM. Mereka juga melakukan hal-hal lain yang bisa menjadi peluang untuk kesejahteraan warga di RW 15. Mulai dari usaha konveksi, ternak lele, produksi roti, dan membuatkan lahan warga di RW 15 untuk berdagang.

Ide membikin usaha ini menjadi bermanfaat bagi warga. Apalagi, saat masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. “Karena banyak warga di empat RT di RW 15 ini yang diistirahatkan dari tempat kerjanya masing-masing. Oleh karena itu, kami berusaha memfasilitasi warga dengan membuka usaha atau peningkatan skill. Misalnya pelatihan pembuatan roti,” ulas pria 42 tahun itu.

Rupanya, gagasan membuat usaha bersama itu menarik minat investor. Beberapa waktu lalu, Iwan bercerita, ada salah seorang yang datang ke tempatnya. Dia punya banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Alhasil, Iwan bersama para anggota lain bekerja sama dengan balai latihan kerja provinsi untuk belajar bagaimana cara membuat roti. “Ada puluhan warga yang ikut. Sekarang, mereka sudah saling bekerja sama. Jadi, yang memiliki uang bisa memutar uangnya, sedangkan yang tak punya pekerjaan bisa kembali berkarya,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/