alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Warga Glundengan dan Tamansari Tuntut Kades Penyabu Dicopot

Mobile_AP_Rectangle 1

WULUHAN, RADARJEMBER.ID – Puluhan warga dari Desa Tamansari dan Desa Glundengan mendatangi Kantor Kecamatan Wuluhan, kemarin (19/10). Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jaringan takmir masjid, imam masjid, organisasi pemuda karang taruna, pengurus ranting partai politik, hingga tokoh masyarakat.

Aksi itu dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan dan penolakan. Kedatangan mereka juga meminta pemerintah segera memberhentikan Kepala Desa Glundengan Heri Harianto dan Kepala Desa Tamansari Sugianto. Dua kades nonaktif tersebut tersandung kasus penyalahgunaan narkoba yang kini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Jember.

Korlap Aksi Gabungan M Zainal Arifin mengatakan, aksi itu sebagai bentuk protes warga Tamansari dan Glundengan karena melihat ulah kades tersebut. Mereka menilai, hal itu meresahkan dan telah mencederai amanah masyarakat. Apalagi, aturan telah menyatakan bahwa syarat kepala desa adalah bebas narkoba dan psikotropika. “Maka, ketika dia menjabat diketahui melanggar, jabatan itu gugur demi hukum dan tidak memenuhi persyaratan lagi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, dalam berjalannya sidang, sejak awal para kades ini didakwa dengan Pasal 114 dan/atau Pasal 112, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukumannya kurang lebih 5–20 tahun penjara. Kemudian, dalam sidang penuntutan, dakwaan jaksa berganti ke Pasal 127, yang ancamannya satu tahun penjara. “Apa pun nanti putusan pengadilan, warga Glundengan dan Tamansari menolak kades penyabu menjabat kembali,” tambahnya.

Saat aksi itu, mereka sempat ditemui dan difasilitasi oleh Camat, Sekcam, Kapolsek, dan Danramil Wuluhan. Mereka menyampaikan aspirasinya itu selama 45 menit dan hasilnya akan disampaikan ke Pemkab Jember. Mereka mengancam, jika aspirasi itu mandek, maka warga akan kembali aksi dengan unjuk rasa.

- Advertisement -

WULUHAN, RADARJEMBER.ID – Puluhan warga dari Desa Tamansari dan Desa Glundengan mendatangi Kantor Kecamatan Wuluhan, kemarin (19/10). Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jaringan takmir masjid, imam masjid, organisasi pemuda karang taruna, pengurus ranting partai politik, hingga tokoh masyarakat.

Aksi itu dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan dan penolakan. Kedatangan mereka juga meminta pemerintah segera memberhentikan Kepala Desa Glundengan Heri Harianto dan Kepala Desa Tamansari Sugianto. Dua kades nonaktif tersebut tersandung kasus penyalahgunaan narkoba yang kini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Jember.

Korlap Aksi Gabungan M Zainal Arifin mengatakan, aksi itu sebagai bentuk protes warga Tamansari dan Glundengan karena melihat ulah kades tersebut. Mereka menilai, hal itu meresahkan dan telah mencederai amanah masyarakat. Apalagi, aturan telah menyatakan bahwa syarat kepala desa adalah bebas narkoba dan psikotropika. “Maka, ketika dia menjabat diketahui melanggar, jabatan itu gugur demi hukum dan tidak memenuhi persyaratan lagi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam berjalannya sidang, sejak awal para kades ini didakwa dengan Pasal 114 dan/atau Pasal 112, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukumannya kurang lebih 5–20 tahun penjara. Kemudian, dalam sidang penuntutan, dakwaan jaksa berganti ke Pasal 127, yang ancamannya satu tahun penjara. “Apa pun nanti putusan pengadilan, warga Glundengan dan Tamansari menolak kades penyabu menjabat kembali,” tambahnya.

Saat aksi itu, mereka sempat ditemui dan difasilitasi oleh Camat, Sekcam, Kapolsek, dan Danramil Wuluhan. Mereka menyampaikan aspirasinya itu selama 45 menit dan hasilnya akan disampaikan ke Pemkab Jember. Mereka mengancam, jika aspirasi itu mandek, maka warga akan kembali aksi dengan unjuk rasa.

WULUHAN, RADARJEMBER.ID – Puluhan warga dari Desa Tamansari dan Desa Glundengan mendatangi Kantor Kecamatan Wuluhan, kemarin (19/10). Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari jaringan takmir masjid, imam masjid, organisasi pemuda karang taruna, pengurus ranting partai politik, hingga tokoh masyarakat.

Aksi itu dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan dan penolakan. Kedatangan mereka juga meminta pemerintah segera memberhentikan Kepala Desa Glundengan Heri Harianto dan Kepala Desa Tamansari Sugianto. Dua kades nonaktif tersebut tersandung kasus penyalahgunaan narkoba yang kini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Jember.

Korlap Aksi Gabungan M Zainal Arifin mengatakan, aksi itu sebagai bentuk protes warga Tamansari dan Glundengan karena melihat ulah kades tersebut. Mereka menilai, hal itu meresahkan dan telah mencederai amanah masyarakat. Apalagi, aturan telah menyatakan bahwa syarat kepala desa adalah bebas narkoba dan psikotropika. “Maka, ketika dia menjabat diketahui melanggar, jabatan itu gugur demi hukum dan tidak memenuhi persyaratan lagi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam berjalannya sidang, sejak awal para kades ini didakwa dengan Pasal 114 dan/atau Pasal 112, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukumannya kurang lebih 5–20 tahun penjara. Kemudian, dalam sidang penuntutan, dakwaan jaksa berganti ke Pasal 127, yang ancamannya satu tahun penjara. “Apa pun nanti putusan pengadilan, warga Glundengan dan Tamansari menolak kades penyabu menjabat kembali,” tambahnya.

Saat aksi itu, mereka sempat ditemui dan difasilitasi oleh Camat, Sekcam, Kapolsek, dan Danramil Wuluhan. Mereka menyampaikan aspirasinya itu selama 45 menit dan hasilnya akan disampaikan ke Pemkab Jember. Mereka mengancam, jika aspirasi itu mandek, maka warga akan kembali aksi dengan unjuk rasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/