alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sering Memukul, Istri Seret Suami ke Meja Hijau

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Pasangan suami istri menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (18/5), atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sang suami, Fajar Imani, diduga beberapa kali melakukan pemukulan terhadap Siti Anom Fitriana, istrinya.

Dalam sidang itu, Fitria, asal Kecamatan Sukorambi, itu diperiksa bersama saksi, yaitu adik kandungnya, Asi Ludita. Fitria mengaku kerap mendapat penganiayaan dari suaminya. Dia sering dipukul di bagian kepala, sesekali ditampar, dan sering juga ditendang. Perlakuan itu membuatnya tak tahan lagi untuk terus hidup dengan suaminya.

Peristiwa itu memuncak ketika Fajar diduga juga memukul adik iparnya, Asi Ludita, yang tak lain adik kandung korban. “Setelah saya berusaha melerainya, dia malah memukul saya,” jawabnya kepada Mejelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sigit Triatmojo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perjalanan sidang hening saat Fitriana membuka semua perlakuan suaminya. Saat itu, jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember secara daring. Dia menceritakan dari awal berkeluarga sudah sering mendapatkan perlakuan tidak wajar. “Sebenarnya saya ingin pisah dari dulu, namun saya hamil waktu itu,” ungkapnya. Paling sering dia mengaku dipukul di bagian kepalanya.

Saat itu, dia menceritakan suami korban kerap meminta maaf kepada dirinya. Namun demikian, tidak lama dari itu, mengulangi KDRT lagi. Bahkan di tengah masa kehamilannya. “Cemburuan orangnya, Pak,” beber perempuan satu anak itu.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Pasangan suami istri menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (18/5), atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sang suami, Fajar Imani, diduga beberapa kali melakukan pemukulan terhadap Siti Anom Fitriana, istrinya.

Dalam sidang itu, Fitria, asal Kecamatan Sukorambi, itu diperiksa bersama saksi, yaitu adik kandungnya, Asi Ludita. Fitria mengaku kerap mendapat penganiayaan dari suaminya. Dia sering dipukul di bagian kepala, sesekali ditampar, dan sering juga ditendang. Perlakuan itu membuatnya tak tahan lagi untuk terus hidup dengan suaminya.

Peristiwa itu memuncak ketika Fajar diduga juga memukul adik iparnya, Asi Ludita, yang tak lain adik kandung korban. “Setelah saya berusaha melerainya, dia malah memukul saya,” jawabnya kepada Mejelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sigit Triatmojo.

Perjalanan sidang hening saat Fitriana membuka semua perlakuan suaminya. Saat itu, jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember secara daring. Dia menceritakan dari awal berkeluarga sudah sering mendapatkan perlakuan tidak wajar. “Sebenarnya saya ingin pisah dari dulu, namun saya hamil waktu itu,” ungkapnya. Paling sering dia mengaku dipukul di bagian kepalanya.

Saat itu, dia menceritakan suami korban kerap meminta maaf kepada dirinya. Namun demikian, tidak lama dari itu, mengulangi KDRT lagi. Bahkan di tengah masa kehamilannya. “Cemburuan orangnya, Pak,” beber perempuan satu anak itu.

SUMBERSARI, Radar Jember – Pasangan suami istri menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (18/5), atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sang suami, Fajar Imani, diduga beberapa kali melakukan pemukulan terhadap Siti Anom Fitriana, istrinya.

Dalam sidang itu, Fitria, asal Kecamatan Sukorambi, itu diperiksa bersama saksi, yaitu adik kandungnya, Asi Ludita. Fitria mengaku kerap mendapat penganiayaan dari suaminya. Dia sering dipukul di bagian kepala, sesekali ditampar, dan sering juga ditendang. Perlakuan itu membuatnya tak tahan lagi untuk terus hidup dengan suaminya.

Peristiwa itu memuncak ketika Fajar diduga juga memukul adik iparnya, Asi Ludita, yang tak lain adik kandung korban. “Setelah saya berusaha melerainya, dia malah memukul saya,” jawabnya kepada Mejelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sigit Triatmojo.

Perjalanan sidang hening saat Fitriana membuka semua perlakuan suaminya. Saat itu, jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember secara daring. Dia menceritakan dari awal berkeluarga sudah sering mendapatkan perlakuan tidak wajar. “Sebenarnya saya ingin pisah dari dulu, namun saya hamil waktu itu,” ungkapnya. Paling sering dia mengaku dipukul di bagian kepalanya.

Saat itu, dia menceritakan suami korban kerap meminta maaf kepada dirinya. Namun demikian, tidak lama dari itu, mengulangi KDRT lagi. Bahkan di tengah masa kehamilannya. “Cemburuan orangnya, Pak,” beber perempuan satu anak itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/