alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Rutin Bantu Penyeberang Jalan ke Mall, Empat Kali Keserempet Motor

Juru parkir atau disingkat jukir tugasnya tidak sekadar mengatur kendaraan yang parkir semata. Namun, mereka juga menjaga kendaraan agar tidak digondol maling, dan membantu penyeberang. Bahkan, pada jam-jam padat kendaraan, jukir turut membantu mengurai kemacetan. 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pritttt…. suara khas itu keluar dari peluit yang ditiup oleh Hari Pranata. Dia berlari kecil menuju tempat kosong di bahu Jalan Trunojoyo. Di tempat itulah dirinya mencari lokasi parkir yang pas untuk kendaraan roda empat.

Pengemudi roda empat itu mulai turun dan hendak menyeberang menuju pusat perbelanjaan, Golden Market. Dengan sigap, tangan kanan Hari Pranata yang membawa senter pun langsung diangkat. Peluitnya juga masih menancap di mulut. Tatapannya begitu tajam memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah kanan jalan.

Suara sempritan kembali berbunyi dan kaki kanan Hari mulai melangkah. Namun, ia mundur lagi. Langkahnya terhenti, ketika seorang pengendara motor tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian, jukir asal Gebang tersebut akhirnya berhasil menyeberangkan ke Golden Market.

Mobile_AP_Rectangle 2

Semakin malam, ia kian sibuk. Mengatur keluar masuk parkir, dan menyeberangkan pejalan kaki. Tidak satu dua orang yang diseberangkan, terkadang juga rombongan sekaligus.

Hari mengaku, kesibukan mengatur parkir dan menyeberangkan orang yang mau ke Golden Market atau sebaliknya, hampir setiap seminggu sekali, yaitu hari Sabtu malam. “Kalau hari biasa ya tidak begitu banyak yang minta bantuan. Tapi kalau Sabtu malam Minggu banyak, karena jalan juga macet,” paparnya.

Namun, Ramadan kali ini, kejadian padatnya kendaraan di Jalan Trunojoyo hampir terjadi setiap malam. Bahkan, puncaknya nanti adalah mendekati Lebaran. Sebagai jukir, tentu saja tugas utamanya adalah mengatur keluar masuk parkir agar tertata dengan rapi. Agar tidak menimbulkan kesemrawutan jalan, sehingga membuat macet.

Namun, kata dia, tugas menyeberangkan pejalan kaki adalah kewajiban dirinya sebagai orang yang mengabdikan diri di jalanan. Sebab, tidak ada tambahan uang dari pekerjaannya itu. Baginya, ucapan terima kasih saja sudah cukup. Apakah ada uang tambahan bagi pusat perbelanjaan karena telah membantu konsumennya menyeberang? “Tidak ada tambahan dari mall-nya,” ungkapnya.

Padahal, di kota-kota besar, ada petugas khusus yang membantu menyeberangkan konsumen mall. Berbicara soal gaji, Hari mendapatkan Rp 600 ribu per bulan. “Biasanya gaji per bulan Rp 600 ribuan. Tapi katanya mau naik,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pritttt…. suara khas itu keluar dari peluit yang ditiup oleh Hari Pranata. Dia berlari kecil menuju tempat kosong di bahu Jalan Trunojoyo. Di tempat itulah dirinya mencari lokasi parkir yang pas untuk kendaraan roda empat.

Pengemudi roda empat itu mulai turun dan hendak menyeberang menuju pusat perbelanjaan, Golden Market. Dengan sigap, tangan kanan Hari Pranata yang membawa senter pun langsung diangkat. Peluitnya juga masih menancap di mulut. Tatapannya begitu tajam memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah kanan jalan.

Suara sempritan kembali berbunyi dan kaki kanan Hari mulai melangkah. Namun, ia mundur lagi. Langkahnya terhenti, ketika seorang pengendara motor tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian, jukir asal Gebang tersebut akhirnya berhasil menyeberangkan ke Golden Market.

Semakin malam, ia kian sibuk. Mengatur keluar masuk parkir, dan menyeberangkan pejalan kaki. Tidak satu dua orang yang diseberangkan, terkadang juga rombongan sekaligus.

Hari mengaku, kesibukan mengatur parkir dan menyeberangkan orang yang mau ke Golden Market atau sebaliknya, hampir setiap seminggu sekali, yaitu hari Sabtu malam. “Kalau hari biasa ya tidak begitu banyak yang minta bantuan. Tapi kalau Sabtu malam Minggu banyak, karena jalan juga macet,” paparnya.

Namun, Ramadan kali ini, kejadian padatnya kendaraan di Jalan Trunojoyo hampir terjadi setiap malam. Bahkan, puncaknya nanti adalah mendekati Lebaran. Sebagai jukir, tentu saja tugas utamanya adalah mengatur keluar masuk parkir agar tertata dengan rapi. Agar tidak menimbulkan kesemrawutan jalan, sehingga membuat macet.

Namun, kata dia, tugas menyeberangkan pejalan kaki adalah kewajiban dirinya sebagai orang yang mengabdikan diri di jalanan. Sebab, tidak ada tambahan uang dari pekerjaannya itu. Baginya, ucapan terima kasih saja sudah cukup. Apakah ada uang tambahan bagi pusat perbelanjaan karena telah membantu konsumennya menyeberang? “Tidak ada tambahan dari mall-nya,” ungkapnya.

Padahal, di kota-kota besar, ada petugas khusus yang membantu menyeberangkan konsumen mall. Berbicara soal gaji, Hari mendapatkan Rp 600 ribu per bulan. “Biasanya gaji per bulan Rp 600 ribuan. Tapi katanya mau naik,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pritttt…. suara khas itu keluar dari peluit yang ditiup oleh Hari Pranata. Dia berlari kecil menuju tempat kosong di bahu Jalan Trunojoyo. Di tempat itulah dirinya mencari lokasi parkir yang pas untuk kendaraan roda empat.

Pengemudi roda empat itu mulai turun dan hendak menyeberang menuju pusat perbelanjaan, Golden Market. Dengan sigap, tangan kanan Hari Pranata yang membawa senter pun langsung diangkat. Peluitnya juga masih menancap di mulut. Tatapannya begitu tajam memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah kanan jalan.

Suara sempritan kembali berbunyi dan kaki kanan Hari mulai melangkah. Namun, ia mundur lagi. Langkahnya terhenti, ketika seorang pengendara motor tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian, jukir asal Gebang tersebut akhirnya berhasil menyeberangkan ke Golden Market.

Semakin malam, ia kian sibuk. Mengatur keluar masuk parkir, dan menyeberangkan pejalan kaki. Tidak satu dua orang yang diseberangkan, terkadang juga rombongan sekaligus.

Hari mengaku, kesibukan mengatur parkir dan menyeberangkan orang yang mau ke Golden Market atau sebaliknya, hampir setiap seminggu sekali, yaitu hari Sabtu malam. “Kalau hari biasa ya tidak begitu banyak yang minta bantuan. Tapi kalau Sabtu malam Minggu banyak, karena jalan juga macet,” paparnya.

Namun, Ramadan kali ini, kejadian padatnya kendaraan di Jalan Trunojoyo hampir terjadi setiap malam. Bahkan, puncaknya nanti adalah mendekati Lebaran. Sebagai jukir, tentu saja tugas utamanya adalah mengatur keluar masuk parkir agar tertata dengan rapi. Agar tidak menimbulkan kesemrawutan jalan, sehingga membuat macet.

Namun, kata dia, tugas menyeberangkan pejalan kaki adalah kewajiban dirinya sebagai orang yang mengabdikan diri di jalanan. Sebab, tidak ada tambahan uang dari pekerjaannya itu. Baginya, ucapan terima kasih saja sudah cukup. Apakah ada uang tambahan bagi pusat perbelanjaan karena telah membantu konsumennya menyeberang? “Tidak ada tambahan dari mall-nya,” ungkapnya.

Padahal, di kota-kota besar, ada petugas khusus yang membantu menyeberangkan konsumen mall. Berbicara soal gaji, Hari mendapatkan Rp 600 ribu per bulan. “Biasanya gaji per bulan Rp 600 ribuan. Tapi katanya mau naik,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/