alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tak Bisa Minta Ganti Rugi

Pengajuan dari Korban Tertimpa Pohon

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bencana datang tidak diundang, pulang membawa keprihatinan dan memilukan. Barangkali seperti itulah bagi korbannya. Termasuk pemilik mobil yang ringsek tertimpa pohon akibat angin kencang di Jalan Trunojoyo, Rabu (17/2) lalu.

Bahkan, sepertinya pemilik mobil yang masih kinyis-kinyis warna abu-abu tersebut belum rela mobilnya jadi korban bencana. Pemilik mobil yang tertimpa pohon, kemarin pagi (18/2), datang ke Kantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLH) Jember.

Sigit Boedi, pegawai DKLH Jember, mengakui ada orang datang ke kantornya untuk menanyakan ganti rugi mobil yang tertimpa pohon di Jalan Trunojoyo. Namun, hasilnya nihil. Sebab, kata Sigit, kejadian itu bukan kesalahan DKLH, tapi karena bencana alam. Apalagi, penanganan pepohonan di tepi jalan bukan ranah DKLH, melainkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang dulu pernah menjabat Kabid Pertamanan, Kehutanan, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat DKLH Jember itu menambahkan, penanganan pohon tepi jalan menjadi tugas dan tanggung jawab DKLH pun bukan menjadi hal yang mudah. “Dulu saat pohon jalan itu (menjadi penanganan) DLH, pohon adalah aset daerah. Sehingga untuk menebang tidak sembarangan,” jelasnya.

Penebangan pohon tersebut, lanjut dia, hanya dilakukan bila kondisi pohon mengkhawatirkan. Sementara itu, untuk pohon yang sehat-sehat saja, tidak ditebang, tapi dirawat seperti melakukan pengeprasan.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo kepada Jawa Pos Radar Jember menjelaskan, korban bencana alam yang aset dan barang berharga miliknya terdampak tidak mendapatkan ganti rugi. “Bencana yang mengakibatkan pohon tumbang itu kan force majeure,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bencana datang tidak diundang, pulang membawa keprihatinan dan memilukan. Barangkali seperti itulah bagi korbannya. Termasuk pemilik mobil yang ringsek tertimpa pohon akibat angin kencang di Jalan Trunojoyo, Rabu (17/2) lalu.

Bahkan, sepertinya pemilik mobil yang masih kinyis-kinyis warna abu-abu tersebut belum rela mobilnya jadi korban bencana. Pemilik mobil yang tertimpa pohon, kemarin pagi (18/2), datang ke Kantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLH) Jember.

Sigit Boedi, pegawai DKLH Jember, mengakui ada orang datang ke kantornya untuk menanyakan ganti rugi mobil yang tertimpa pohon di Jalan Trunojoyo. Namun, hasilnya nihil. Sebab, kata Sigit, kejadian itu bukan kesalahan DKLH, tapi karena bencana alam. Apalagi, penanganan pepohonan di tepi jalan bukan ranah DKLH, melainkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya.

Pria yang dulu pernah menjabat Kabid Pertamanan, Kehutanan, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat DKLH Jember itu menambahkan, penanganan pohon tepi jalan menjadi tugas dan tanggung jawab DKLH pun bukan menjadi hal yang mudah. “Dulu saat pohon jalan itu (menjadi penanganan) DLH, pohon adalah aset daerah. Sehingga untuk menebang tidak sembarangan,” jelasnya.

Penebangan pohon tersebut, lanjut dia, hanya dilakukan bila kondisi pohon mengkhawatirkan. Sementara itu, untuk pohon yang sehat-sehat saja, tidak ditebang, tapi dirawat seperti melakukan pengeprasan.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo kepada Jawa Pos Radar Jember menjelaskan, korban bencana alam yang aset dan barang berharga miliknya terdampak tidak mendapatkan ganti rugi. “Bencana yang mengakibatkan pohon tumbang itu kan force majeure,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bencana datang tidak diundang, pulang membawa keprihatinan dan memilukan. Barangkali seperti itulah bagi korbannya. Termasuk pemilik mobil yang ringsek tertimpa pohon akibat angin kencang di Jalan Trunojoyo, Rabu (17/2) lalu.

Bahkan, sepertinya pemilik mobil yang masih kinyis-kinyis warna abu-abu tersebut belum rela mobilnya jadi korban bencana. Pemilik mobil yang tertimpa pohon, kemarin pagi (18/2), datang ke Kantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLH) Jember.

Sigit Boedi, pegawai DKLH Jember, mengakui ada orang datang ke kantornya untuk menanyakan ganti rugi mobil yang tertimpa pohon di Jalan Trunojoyo. Namun, hasilnya nihil. Sebab, kata Sigit, kejadian itu bukan kesalahan DKLH, tapi karena bencana alam. Apalagi, penanganan pepohonan di tepi jalan bukan ranah DKLH, melainkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya.

Pria yang dulu pernah menjabat Kabid Pertamanan, Kehutanan, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat DKLH Jember itu menambahkan, penanganan pohon tepi jalan menjadi tugas dan tanggung jawab DKLH pun bukan menjadi hal yang mudah. “Dulu saat pohon jalan itu (menjadi penanganan) DLH, pohon adalah aset daerah. Sehingga untuk menebang tidak sembarangan,” jelasnya.

Penebangan pohon tersebut, lanjut dia, hanya dilakukan bila kondisi pohon mengkhawatirkan. Sementara itu, untuk pohon yang sehat-sehat saja, tidak ditebang, tapi dirawat seperti melakukan pengeprasan.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo kepada Jawa Pos Radar Jember menjelaskan, korban bencana alam yang aset dan barang berharga miliknya terdampak tidak mendapatkan ganti rugi. “Bencana yang mengakibatkan pohon tumbang itu kan force majeure,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/