alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Siswa Pengungsi Semeru Belajar di Tenda Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia mengaku, selama berada di penampungan dirinya merasa stress. Karena biasanya berkumpul dengan teman, tapi selama di pengungsian dia tidak bisa bermain dengan teman sebaya lagi. “Kalau mulai sekolah ini bisa kumpul sama teman-teman yang sekolah di SDN Supiturang 03,” tutur Aprita.

Yatimin, salah satu guru SDN Supiturang 03, mengatakan, siswa yang mengikuti KBM ini sudah berjalan sejak empat hari lalu. Hanya saja tempatnya pindah-pindah. Sebelumnya di teras rumah warga dan sekarang menempati tenda. “Saat belajar di tenda memang kurang efektif. Selain panas, anak-anak belajar sambil lesehan. Sebenarnya di dalam tenda sudah dipasang empat kipas angin, tetapi masih panas,” ungkapnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Dia mengaku, selama berada di penampungan dirinya merasa stress. Karena biasanya berkumpul dengan teman, tapi selama di pengungsian dia tidak bisa bermain dengan teman sebaya lagi. “Kalau mulai sekolah ini bisa kumpul sama teman-teman yang sekolah di SDN Supiturang 03,” tutur Aprita.

Yatimin, salah satu guru SDN Supiturang 03, mengatakan, siswa yang mengikuti KBM ini sudah berjalan sejak empat hari lalu. Hanya saja tempatnya pindah-pindah. Sebelumnya di teras rumah warga dan sekarang menempati tenda. “Saat belajar di tenda memang kurang efektif. Selain panas, anak-anak belajar sambil lesehan. Sebenarnya di dalam tenda sudah dipasang empat kipas angin, tetapi masih panas,” ungkapnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

Dia mengaku, selama berada di penampungan dirinya merasa stress. Karena biasanya berkumpul dengan teman, tapi selama di pengungsian dia tidak bisa bermain dengan teman sebaya lagi. “Kalau mulai sekolah ini bisa kumpul sama teman-teman yang sekolah di SDN Supiturang 03,” tutur Aprita.

Yatimin, salah satu guru SDN Supiturang 03, mengatakan, siswa yang mengikuti KBM ini sudah berjalan sejak empat hari lalu. Hanya saja tempatnya pindah-pindah. Sebelumnya di teras rumah warga dan sekarang menempati tenda. “Saat belajar di tenda memang kurang efektif. Selain panas, anak-anak belajar sambil lesehan. Sebenarnya di dalam tenda sudah dipasang empat kipas angin, tetapi masih panas,” ungkapnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/