alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Susur Sungai Maut Tewaskan 11 Siswa Mts

Mobile_AP_Rectangle 1

CIAMIS, RADARJEMBER.ID- 11 siswa Mts di Ciamis meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan susur sungai pada jumat 15 oktober 2021 sore. sungai yang menjadi temapt kegiatan berlangsung adaalh sungai cileueur, leuwiili yang terletak di dusun wetan desa utama kec cijeungjing kabupaten ciamis. saat kegiatan berlangsung tiba-tiba beberapa siswa tenggelam di lokasi kejadian.

kegiatan susur sungai tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Mts Harapan Baru Pondok Pesantren Cipasung. kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII yang baru mengikuti ekskul pramuka di sekolah.

Jarak lokasi kejadian sendiri sekitar dua kilomter di depan jalan raya ciamis banjar atau lingkungan sekolah atau ponpes Cijantung. Jumlah peserta pada kejadian tersebut sebanyak 185 orang yang terdiridari 145 siswa kelas VII, 12 orang guru pembimbing dan siswa IX sebagai pembina adik kelasnya 13 orang dan kakak kelas tingkat MAN sebanyak 15 orang. 3 hari sebelum kejadian pihak sekolah melakukan survei dan pemetaan untuk kegiatan susur sungai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Desa utama Aep Jam’an mengatakana kecelakaan bermula saat beberapa siswa yang melewati sungai yang dangkal tergelincir dan terbawa arus sungai semacam muar dengan kedalaman 4 sampai 5 meter. Nahas siswa tersebut berpegangan ke siswa lain sehingga menyebabkan belasan siswa tenggelam ke sungai. “Siswa yang lain ikut terbawa ke dalam arus sungai,” ujar Aep melansir dari JawaPos.com.
Di lokasi tersebut kata aep terkenal rawan karena memiliki pusaran air yang menjurus ke dalam. Diduga penanggung jawab pelaksana tidak mengetahui adanya siswa yang tenggelam.

- Advertisement -

CIAMIS, RADARJEMBER.ID- 11 siswa Mts di Ciamis meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan susur sungai pada jumat 15 oktober 2021 sore. sungai yang menjadi temapt kegiatan berlangsung adaalh sungai cileueur, leuwiili yang terletak di dusun wetan desa utama kec cijeungjing kabupaten ciamis. saat kegiatan berlangsung tiba-tiba beberapa siswa tenggelam di lokasi kejadian.

kegiatan susur sungai tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Mts Harapan Baru Pondok Pesantren Cipasung. kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII yang baru mengikuti ekskul pramuka di sekolah.

Jarak lokasi kejadian sendiri sekitar dua kilomter di depan jalan raya ciamis banjar atau lingkungan sekolah atau ponpes Cijantung. Jumlah peserta pada kejadian tersebut sebanyak 185 orang yang terdiridari 145 siswa kelas VII, 12 orang guru pembimbing dan siswa IX sebagai pembina adik kelasnya 13 orang dan kakak kelas tingkat MAN sebanyak 15 orang. 3 hari sebelum kejadian pihak sekolah melakukan survei dan pemetaan untuk kegiatan susur sungai.

Kepala Desa utama Aep Jam’an mengatakana kecelakaan bermula saat beberapa siswa yang melewati sungai yang dangkal tergelincir dan terbawa arus sungai semacam muar dengan kedalaman 4 sampai 5 meter. Nahas siswa tersebut berpegangan ke siswa lain sehingga menyebabkan belasan siswa tenggelam ke sungai. “Siswa yang lain ikut terbawa ke dalam arus sungai,” ujar Aep melansir dari JawaPos.com.
Di lokasi tersebut kata aep terkenal rawan karena memiliki pusaran air yang menjurus ke dalam. Diduga penanggung jawab pelaksana tidak mengetahui adanya siswa yang tenggelam.

CIAMIS, RADARJEMBER.ID- 11 siswa Mts di Ciamis meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan susur sungai pada jumat 15 oktober 2021 sore. sungai yang menjadi temapt kegiatan berlangsung adaalh sungai cileueur, leuwiili yang terletak di dusun wetan desa utama kec cijeungjing kabupaten ciamis. saat kegiatan berlangsung tiba-tiba beberapa siswa tenggelam di lokasi kejadian.

kegiatan susur sungai tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Mts Harapan Baru Pondok Pesantren Cipasung. kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII yang baru mengikuti ekskul pramuka di sekolah.

Jarak lokasi kejadian sendiri sekitar dua kilomter di depan jalan raya ciamis banjar atau lingkungan sekolah atau ponpes Cijantung. Jumlah peserta pada kejadian tersebut sebanyak 185 orang yang terdiridari 145 siswa kelas VII, 12 orang guru pembimbing dan siswa IX sebagai pembina adik kelasnya 13 orang dan kakak kelas tingkat MAN sebanyak 15 orang. 3 hari sebelum kejadian pihak sekolah melakukan survei dan pemetaan untuk kegiatan susur sungai.

Kepala Desa utama Aep Jam’an mengatakana kecelakaan bermula saat beberapa siswa yang melewati sungai yang dangkal tergelincir dan terbawa arus sungai semacam muar dengan kedalaman 4 sampai 5 meter. Nahas siswa tersebut berpegangan ke siswa lain sehingga menyebabkan belasan siswa tenggelam ke sungai. “Siswa yang lain ikut terbawa ke dalam arus sungai,” ujar Aep melansir dari JawaPos.com.
Di lokasi tersebut kata aep terkenal rawan karena memiliki pusaran air yang menjurus ke dalam. Diduga penanggung jawab pelaksana tidak mengetahui adanya siswa yang tenggelam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca