alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Awas, Pemerasan Berkedok Video Call

Manfaatkan Panggilan Video, Tampilkan Perempuan Tanpa Busana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politisi di Kabupaten Jember berinisial AF mendadak viral di media sosial. Gara-garanya, pria yang menjadi korban itu dijebak oleh sindikat pelaku pemerasan. Modus pelaku yaitu pamer tubuh setengah telanjang melalui aplikasi video call. Beruntung, AF, yang merupakan anggota Fraksi PPP itu, tak sampai menjadi korban pemerasan.

Kasus yang menimpa AF ini terjadi pada 15 Juni lalu. Saat itu, pria yang melakukan kunjungan kerja ke Denpasar, Bali, itu tiba-tiba dihubungi seseorang tak dikenal. Begitu AF melihat ponsel miliknya, ternyata panggilan itu adalah panggilan video.

Tanpa banyak pertimbangan, AF yang mengira itu penting langsung menerima panggilan video itu. Siapa sangka, begitu tersambung, wajah dan tubuh perempuan nyaris tanpa busana langsung muncul dalam VC tersebut. Otomatis, AF dan perempuan itu ada dalam satu layar dengan tempat yang berbeda itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, sindikat pelaku kejahatan ini selanjutnya merekam VC yang berlangsung. Selanjutnya, mereka melancarkan aksi untuk melakukan pemerasan. Jika tidak menuruti keinginanya, maka pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut. Untung saja, AF pada saat itu menyampaikan kalimat bahwa video yang masuk kepadanya tidak akan memengaruhinya. Alhasil, video yang beredar pun disebar sindikat pemerasan tanpa suara.

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq menjelaskan, video viral yang dialami anggotanya itu telah diklarifikasi oleh AF. Menurutnya, AF menerangkan dia menjadi korban sindikat pemerasan dengan modus tersebut. “Pengakuan dari yang bersangkutan (AF, Red), bahwa yang bersangkutan ini dijebak pakai video call. Dalam video call itu tiba-tiba muncul seperti itu. Ada perempuan setengah telanjang,” ucap pria yang akrab disapa Gus Mamak tersebut.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA itu terjadi pada saat AF masih leyeh-leyeh di tempat tidur. “Ada video call masuk, karena disangka penting, akhirnya diterima. Tiba-tiba, sudah dalam keadaan seperti itu,” ucap Gus Mamak.

AF yang menerima VC tak senonoh itu, kemudian langsung menyampaikan beberapa kalimat. Di mana dirinya tidak akan terpengaruh oleh VC tersebut. “Yang bersangkutan sempat bilang, gak ngefek, gak ngaruh. Makanya, video yang tersebar tidak ada suaranya,” ucap Gus Mamak.

Demi kebaikan bersama, agar seluruh warga Jember, baik pejabat maupun bukan, anggota partai atau petani sekali pun, Gus Mamak menyebut ada pelajaran penting di balik insiden yang dialami anggotanya itu. “Ini pelajaran untuk kita semua. Jangan mudah terima video call. Itu pesan moralnya,” kata Gus Mamak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politisi di Kabupaten Jember berinisial AF mendadak viral di media sosial. Gara-garanya, pria yang menjadi korban itu dijebak oleh sindikat pelaku pemerasan. Modus pelaku yaitu pamer tubuh setengah telanjang melalui aplikasi video call. Beruntung, AF, yang merupakan anggota Fraksi PPP itu, tak sampai menjadi korban pemerasan.

Kasus yang menimpa AF ini terjadi pada 15 Juni lalu. Saat itu, pria yang melakukan kunjungan kerja ke Denpasar, Bali, itu tiba-tiba dihubungi seseorang tak dikenal. Begitu AF melihat ponsel miliknya, ternyata panggilan itu adalah panggilan video.

Tanpa banyak pertimbangan, AF yang mengira itu penting langsung menerima panggilan video itu. Siapa sangka, begitu tersambung, wajah dan tubuh perempuan nyaris tanpa busana langsung muncul dalam VC tersebut. Otomatis, AF dan perempuan itu ada dalam satu layar dengan tempat yang berbeda itu.

Nah, sindikat pelaku kejahatan ini selanjutnya merekam VC yang berlangsung. Selanjutnya, mereka melancarkan aksi untuk melakukan pemerasan. Jika tidak menuruti keinginanya, maka pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut. Untung saja, AF pada saat itu menyampaikan kalimat bahwa video yang masuk kepadanya tidak akan memengaruhinya. Alhasil, video yang beredar pun disebar sindikat pemerasan tanpa suara.

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq menjelaskan, video viral yang dialami anggotanya itu telah diklarifikasi oleh AF. Menurutnya, AF menerangkan dia menjadi korban sindikat pemerasan dengan modus tersebut. “Pengakuan dari yang bersangkutan (AF, Red), bahwa yang bersangkutan ini dijebak pakai video call. Dalam video call itu tiba-tiba muncul seperti itu. Ada perempuan setengah telanjang,” ucap pria yang akrab disapa Gus Mamak tersebut.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA itu terjadi pada saat AF masih leyeh-leyeh di tempat tidur. “Ada video call masuk, karena disangka penting, akhirnya diterima. Tiba-tiba, sudah dalam keadaan seperti itu,” ucap Gus Mamak.

AF yang menerima VC tak senonoh itu, kemudian langsung menyampaikan beberapa kalimat. Di mana dirinya tidak akan terpengaruh oleh VC tersebut. “Yang bersangkutan sempat bilang, gak ngefek, gak ngaruh. Makanya, video yang tersebar tidak ada suaranya,” ucap Gus Mamak.

Demi kebaikan bersama, agar seluruh warga Jember, baik pejabat maupun bukan, anggota partai atau petani sekali pun, Gus Mamak menyebut ada pelajaran penting di balik insiden yang dialami anggotanya itu. “Ini pelajaran untuk kita semua. Jangan mudah terima video call. Itu pesan moralnya,” kata Gus Mamak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Politisi di Kabupaten Jember berinisial AF mendadak viral di media sosial. Gara-garanya, pria yang menjadi korban itu dijebak oleh sindikat pelaku pemerasan. Modus pelaku yaitu pamer tubuh setengah telanjang melalui aplikasi video call. Beruntung, AF, yang merupakan anggota Fraksi PPP itu, tak sampai menjadi korban pemerasan.

Kasus yang menimpa AF ini terjadi pada 15 Juni lalu. Saat itu, pria yang melakukan kunjungan kerja ke Denpasar, Bali, itu tiba-tiba dihubungi seseorang tak dikenal. Begitu AF melihat ponsel miliknya, ternyata panggilan itu adalah panggilan video.

Tanpa banyak pertimbangan, AF yang mengira itu penting langsung menerima panggilan video itu. Siapa sangka, begitu tersambung, wajah dan tubuh perempuan nyaris tanpa busana langsung muncul dalam VC tersebut. Otomatis, AF dan perempuan itu ada dalam satu layar dengan tempat yang berbeda itu.

Nah, sindikat pelaku kejahatan ini selanjutnya merekam VC yang berlangsung. Selanjutnya, mereka melancarkan aksi untuk melakukan pemerasan. Jika tidak menuruti keinginanya, maka pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut. Untung saja, AF pada saat itu menyampaikan kalimat bahwa video yang masuk kepadanya tidak akan memengaruhinya. Alhasil, video yang beredar pun disebar sindikat pemerasan tanpa suara.

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq menjelaskan, video viral yang dialami anggotanya itu telah diklarifikasi oleh AF. Menurutnya, AF menerangkan dia menjadi korban sindikat pemerasan dengan modus tersebut. “Pengakuan dari yang bersangkutan (AF, Red), bahwa yang bersangkutan ini dijebak pakai video call. Dalam video call itu tiba-tiba muncul seperti itu. Ada perempuan setengah telanjang,” ucap pria yang akrab disapa Gus Mamak tersebut.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA itu terjadi pada saat AF masih leyeh-leyeh di tempat tidur. “Ada video call masuk, karena disangka penting, akhirnya diterima. Tiba-tiba, sudah dalam keadaan seperti itu,” ucap Gus Mamak.

AF yang menerima VC tak senonoh itu, kemudian langsung menyampaikan beberapa kalimat. Di mana dirinya tidak akan terpengaruh oleh VC tersebut. “Yang bersangkutan sempat bilang, gak ngefek, gak ngaruh. Makanya, video yang tersebar tidak ada suaranya,” ucap Gus Mamak.

Demi kebaikan bersama, agar seluruh warga Jember, baik pejabat maupun bukan, anggota partai atau petani sekali pun, Gus Mamak menyebut ada pelajaran penting di balik insiden yang dialami anggotanya itu. “Ini pelajaran untuk kita semua. Jangan mudah terima video call. Itu pesan moralnya,” kata Gus Mamak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/