alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Ngaku Pegawai Inspektorat, Warga Jember Peras Mantan Sekdes di Kencong

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Isu dugaan korupsi rupanya menjadi peluang bagi Sovindra Capri Janu melancarkan aksi. Pria beralamat di Perum Taman Gading, Tegalbesar, Kaliwates, Jember, ini memanfaatkan kabar miring tersebut untuk memeras. Dia mengaku sebagai pegawai Inspektorat Pemkab Jember untuk menakut-nakuti calon korbannya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, modus pelaku yang tertangkap tangan oleh Unit Reskrim Polsek Kencong itu adalah dengan berpura-pura menyelidiki kasus dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional dan jalan di Desa Kraton.

Selanjutnya, pelaku yang biasa dipanggil Hendra itu, mendatangi mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kraton untuk meminta uang tutup mulut. Kepada korban, pelaku menakut-nakuti bahwa kasus dugaan korupsi telah masuk ke meja kejaksaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rupanya, aksi tipu-tipu dengan mencatut nama lembaga penegak hukum ini berhasil. Pelaku mendapatkan duit sekitar Rp 17,5 juta sebagai uang tutup mulut. Dari sinilah pelaku melancarkan aksinya kembali dengan mendatangi mantan Sekdes Kraton Muhajir. Kepada calon korban, pelaku mengaku sebagai pegawai inspektorat dan meminta Rp 5 juta agar perkara itu tak berlanjut ke pemeriksaan.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Kepada wartawan, Muhajir mengaku curiga atas gerak gerik pelaku yang menghubunginya itu. Karena beberapa kali pelaku meminta uang kepadanya dengan dalih perkara rasuah. Padahal, kata Muhajir, kasus dugaan korupsi yang membelitnya itu telah selesai dan klir.

“Awalnya meminta Rp 10 juta, namun saya tidak mampu dan akhirnya kesepakatan Rp 5 juta. Yang bersangkutan saya undang ke rumah hingga akhirnya kecurigaan saya benar bahwa dia penipu. Dia ditangkap polisi saat berada di rumah saya,” terang Muhajir, Selasa (17/5) malam.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Isu dugaan korupsi rupanya menjadi peluang bagi Sovindra Capri Janu melancarkan aksi. Pria beralamat di Perum Taman Gading, Tegalbesar, Kaliwates, Jember, ini memanfaatkan kabar miring tersebut untuk memeras. Dia mengaku sebagai pegawai Inspektorat Pemkab Jember untuk menakut-nakuti calon korbannya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, modus pelaku yang tertangkap tangan oleh Unit Reskrim Polsek Kencong itu adalah dengan berpura-pura menyelidiki kasus dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional dan jalan di Desa Kraton.

Selanjutnya, pelaku yang biasa dipanggil Hendra itu, mendatangi mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kraton untuk meminta uang tutup mulut. Kepada korban, pelaku menakut-nakuti bahwa kasus dugaan korupsi telah masuk ke meja kejaksaan.

Rupanya, aksi tipu-tipu dengan mencatut nama lembaga penegak hukum ini berhasil. Pelaku mendapatkan duit sekitar Rp 17,5 juta sebagai uang tutup mulut. Dari sinilah pelaku melancarkan aksinya kembali dengan mendatangi mantan Sekdes Kraton Muhajir. Kepada calon korban, pelaku mengaku sebagai pegawai inspektorat dan meminta Rp 5 juta agar perkara itu tak berlanjut ke pemeriksaan.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Kepada wartawan, Muhajir mengaku curiga atas gerak gerik pelaku yang menghubunginya itu. Karena beberapa kali pelaku meminta uang kepadanya dengan dalih perkara rasuah. Padahal, kata Muhajir, kasus dugaan korupsi yang membelitnya itu telah selesai dan klir.

“Awalnya meminta Rp 10 juta, namun saya tidak mampu dan akhirnya kesepakatan Rp 5 juta. Yang bersangkutan saya undang ke rumah hingga akhirnya kecurigaan saya benar bahwa dia penipu. Dia ditangkap polisi saat berada di rumah saya,” terang Muhajir, Selasa (17/5) malam.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Isu dugaan korupsi rupanya menjadi peluang bagi Sovindra Capri Janu melancarkan aksi. Pria beralamat di Perum Taman Gading, Tegalbesar, Kaliwates, Jember, ini memanfaatkan kabar miring tersebut untuk memeras. Dia mengaku sebagai pegawai Inspektorat Pemkab Jember untuk menakut-nakuti calon korbannya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, modus pelaku yang tertangkap tangan oleh Unit Reskrim Polsek Kencong itu adalah dengan berpura-pura menyelidiki kasus dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional dan jalan di Desa Kraton.

Selanjutnya, pelaku yang biasa dipanggil Hendra itu, mendatangi mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kraton untuk meminta uang tutup mulut. Kepada korban, pelaku menakut-nakuti bahwa kasus dugaan korupsi telah masuk ke meja kejaksaan.

Rupanya, aksi tipu-tipu dengan mencatut nama lembaga penegak hukum ini berhasil. Pelaku mendapatkan duit sekitar Rp 17,5 juta sebagai uang tutup mulut. Dari sinilah pelaku melancarkan aksinya kembali dengan mendatangi mantan Sekdes Kraton Muhajir. Kepada calon korban, pelaku mengaku sebagai pegawai inspektorat dan meminta Rp 5 juta agar perkara itu tak berlanjut ke pemeriksaan.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Kepada wartawan, Muhajir mengaku curiga atas gerak gerik pelaku yang menghubunginya itu. Karena beberapa kali pelaku meminta uang kepadanya dengan dalih perkara rasuah. Padahal, kata Muhajir, kasus dugaan korupsi yang membelitnya itu telah selesai dan klir.

“Awalnya meminta Rp 10 juta, namun saya tidak mampu dan akhirnya kesepakatan Rp 5 juta. Yang bersangkutan saya undang ke rumah hingga akhirnya kecurigaan saya benar bahwa dia penipu. Dia ditangkap polisi saat berada di rumah saya,” terang Muhajir, Selasa (17/5) malam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/