alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Makan Bersama, Kunjungi Teman, hingga Ziarah Makam Ulama

Dulu, setiap tahun mereka merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun sejak pandemi, kebiasaan itu sudah tidak ada lagi. Kendati jauh dari kampung halaman, mereka masih bisa merayakan Idul Fitri bersama. Meski sederhana dan terbatas.

Mobile_AP_Rectangle 1

Selepas salat Id, mereka tak hanya makan bareng, tapi juga dilanjut dengan kongkow bareng teman seperjuangan. Ketua HMPI Jember Anwar Yusoh menambahkan, selain kegiatan makan bareng, para anggotanya itu juga mengadakan panggung budaya, tepat H+1 Lebaran, di salah satu kontrakan di kawasan Perumahan Gunung Batu, Sumbersari.

Di sana, kata Anwar, para mahasiswa Thailand ini menggelar orasi, membaca puisi, bernyanyi bersama, dan tukar hadiah dengan maksud untuk merekatkan solidaritas di antara mereka. Panggung itu terasa seperti tempat mereka menuangkan segala kerinduannya tentang keluarga dan kampung halaman. “Jika dibandingkan sebelum pandemi, tentu lebih meriah. Namun Lebaran kali ini, kami masih bisa merayakannya dengan khidmat,” ucap mahasiswa Fakultas Ekonomi Unej ini.

Selain itu, tak banyak agenda yang mereka jadwalkan. Namun, beberapa ajaran dan tradisi yang juga berkembang di Jember, juga mereka jalankan hingga hari ini. Baginya, ajaran seperti itu juga berjalan di Pattani. Salah satunya seperti berpuasa hingga hari ketujuh Lebaran, atau tepat saat Lebaran Ketupat. “Kami juga berziarah ke makam tokoh dan ulama-ulama di Jember. Salah satunya Makam KH Muhammad Shiddiq, Kaliwates,” terang Anwar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baginya, ziarah makam itu menjadi salah satu tradisi yang cukup kuat di daerah Pattani saat Lebaran. Sehingga, meski Lebaran dan jauh dari keluarga, mereka tetap bisa merayakan Idul Fitri dengan nuansa seperti di kampung halaman. Yakni dengan mendatangi tempat tinggal kawan seperjuangan dan menziarahi makam para ulama.

Kini, para pejuang toga asal negeri seberang ini masih menjalankan berbagai rutinitasnya. Kuliah. Mereka juga kerap menggelar pertemuan rutin antaranggota. Harapannya sama, Lebaran bagi mereka akan tetap menjadi momen yang paling ditunggu. “Semoga teman-teman sukses semua, dan pandemi segera berlalu,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Selepas salat Id, mereka tak hanya makan bareng, tapi juga dilanjut dengan kongkow bareng teman seperjuangan. Ketua HMPI Jember Anwar Yusoh menambahkan, selain kegiatan makan bareng, para anggotanya itu juga mengadakan panggung budaya, tepat H+1 Lebaran, di salah satu kontrakan di kawasan Perumahan Gunung Batu, Sumbersari.

Di sana, kata Anwar, para mahasiswa Thailand ini menggelar orasi, membaca puisi, bernyanyi bersama, dan tukar hadiah dengan maksud untuk merekatkan solidaritas di antara mereka. Panggung itu terasa seperti tempat mereka menuangkan segala kerinduannya tentang keluarga dan kampung halaman. “Jika dibandingkan sebelum pandemi, tentu lebih meriah. Namun Lebaran kali ini, kami masih bisa merayakannya dengan khidmat,” ucap mahasiswa Fakultas Ekonomi Unej ini.

Selain itu, tak banyak agenda yang mereka jadwalkan. Namun, beberapa ajaran dan tradisi yang juga berkembang di Jember, juga mereka jalankan hingga hari ini. Baginya, ajaran seperti itu juga berjalan di Pattani. Salah satunya seperti berpuasa hingga hari ketujuh Lebaran, atau tepat saat Lebaran Ketupat. “Kami juga berziarah ke makam tokoh dan ulama-ulama di Jember. Salah satunya Makam KH Muhammad Shiddiq, Kaliwates,” terang Anwar.

Baginya, ziarah makam itu menjadi salah satu tradisi yang cukup kuat di daerah Pattani saat Lebaran. Sehingga, meski Lebaran dan jauh dari keluarga, mereka tetap bisa merayakan Idul Fitri dengan nuansa seperti di kampung halaman. Yakni dengan mendatangi tempat tinggal kawan seperjuangan dan menziarahi makam para ulama.

Kini, para pejuang toga asal negeri seberang ini masih menjalankan berbagai rutinitasnya. Kuliah. Mereka juga kerap menggelar pertemuan rutin antaranggota. Harapannya sama, Lebaran bagi mereka akan tetap menjadi momen yang paling ditunggu. “Semoga teman-teman sukses semua, dan pandemi segera berlalu,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Selepas salat Id, mereka tak hanya makan bareng, tapi juga dilanjut dengan kongkow bareng teman seperjuangan. Ketua HMPI Jember Anwar Yusoh menambahkan, selain kegiatan makan bareng, para anggotanya itu juga mengadakan panggung budaya, tepat H+1 Lebaran, di salah satu kontrakan di kawasan Perumahan Gunung Batu, Sumbersari.

Di sana, kata Anwar, para mahasiswa Thailand ini menggelar orasi, membaca puisi, bernyanyi bersama, dan tukar hadiah dengan maksud untuk merekatkan solidaritas di antara mereka. Panggung itu terasa seperti tempat mereka menuangkan segala kerinduannya tentang keluarga dan kampung halaman. “Jika dibandingkan sebelum pandemi, tentu lebih meriah. Namun Lebaran kali ini, kami masih bisa merayakannya dengan khidmat,” ucap mahasiswa Fakultas Ekonomi Unej ini.

Selain itu, tak banyak agenda yang mereka jadwalkan. Namun, beberapa ajaran dan tradisi yang juga berkembang di Jember, juga mereka jalankan hingga hari ini. Baginya, ajaran seperti itu juga berjalan di Pattani. Salah satunya seperti berpuasa hingga hari ketujuh Lebaran, atau tepat saat Lebaran Ketupat. “Kami juga berziarah ke makam tokoh dan ulama-ulama di Jember. Salah satunya Makam KH Muhammad Shiddiq, Kaliwates,” terang Anwar.

Baginya, ziarah makam itu menjadi salah satu tradisi yang cukup kuat di daerah Pattani saat Lebaran. Sehingga, meski Lebaran dan jauh dari keluarga, mereka tetap bisa merayakan Idul Fitri dengan nuansa seperti di kampung halaman. Yakni dengan mendatangi tempat tinggal kawan seperjuangan dan menziarahi makam para ulama.

Kini, para pejuang toga asal negeri seberang ini masih menjalankan berbagai rutinitasnya. Kuliah. Mereka juga kerap menggelar pertemuan rutin antaranggota. Harapannya sama, Lebaran bagi mereka akan tetap menjadi momen yang paling ditunggu. “Semoga teman-teman sukses semua, dan pandemi segera berlalu,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/