alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bikin Konten Literasi, Punya Prinsip Melihat dari Sudut Berbeda

Usianya sudah menginjak 71 tahun. Meski tergolong senja, tapi Iman Suligi cukup aktif di dunia digital. Dia sudah banyak membuat konten edukatif dan informatif. Mulanya, hanya membuat konten literasi seperti puisi. Namun kini, juga bikin podcast di kanal YouTube dan Facebook. Bagaimana kisahnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kung Iman Suligi. Begitu sapaan akrabnya. Ia merupakan salah satu pegiat literasi di Jember. Dalam dunia literasi, namanya sudah sangat familier. Sebab, dirinya merupakan pendiri Kampoeng Batja. Sebuah komunitas literasi yang ada di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Kini, Kung Iman Suligi tak hanya fokus mengembangkan literasi melalui perpustakaan. Dia juga mengembangkan literasi melalui sarana digital dengan membuat konten podcast di kanal YouTube dan Facebook.

Semasa muda, Kung Iman mengaku suka mendengar radio. Stasiun andalannya adalah RRI. Dari sana, ia tertarik menjadi penyiar radio. Namun, keinginan tersebut tidak terwujud. Hingga suatu ketika, dirinya berkesempatan mengisi acara di salah satu stasiun radio di Jember. Persisnya empat tahun lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kala itu, Kung Iman diajak mengisi acara tentang literasi. Jadwal siarannya saban hari Jumat. Karena rutin siaran, dia harus menyiapkan tema yang berbeda-beda. Selain itu, juga berinisiatif untuk membuat flyer siarannya. Setidaknya, sekitar 50 episode dilakoninya dalam siaran di radio tersebut. “Saya harus bisa melibatkan banyak orang. Saya undang banyak kalangan yang sama-sama mengungkap literasi dari berbagai sudut pandang,” tutur kakek yang tinggal di Jalan Nusa Indah, Jember Lor, ini.

Pengalaman siaran itu pun membekas. Menurutnya, melakukan siaran adalah kegiatan yang mengasyikkan. Kung Iman sempat berinisiatif memulai siaran mandiri di media Facebook pada 2018 lalu. Namun, kegiatan itu tidak berlangsung lama karena beberapa alasan. Aktivitas itu vakum.

Kung Iman Suligi kembali istiqamah membuat konten podcast pada awal Februari lalu. Hal ini merupakan bentuk ikhtiarnya untuk menyajikan konten edukatif mengenai literasi dengan sajian audio visual. Di dalam ruangan berukuran 3×3 meter, tepatnya di halaman belakang perpustakaan Kampoeng Batja, Kung Iman membuat konten podcast. Saban hari, dia akan melakukan dialog podcast dengan narasumber yang berasal dari latar belakang beragam. “Jadi, satu bulan itu saya list narasumber. Untuk bulan Februari kemarin ada 30 orang. Lebih dua kalau dibandingkan jumlah harinya,” tuturnya, kemarin (17/3).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kung Iman Suligi. Begitu sapaan akrabnya. Ia merupakan salah satu pegiat literasi di Jember. Dalam dunia literasi, namanya sudah sangat familier. Sebab, dirinya merupakan pendiri Kampoeng Batja. Sebuah komunitas literasi yang ada di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Kini, Kung Iman Suligi tak hanya fokus mengembangkan literasi melalui perpustakaan. Dia juga mengembangkan literasi melalui sarana digital dengan membuat konten podcast di kanal YouTube dan Facebook.

Semasa muda, Kung Iman mengaku suka mendengar radio. Stasiun andalannya adalah RRI. Dari sana, ia tertarik menjadi penyiar radio. Namun, keinginan tersebut tidak terwujud. Hingga suatu ketika, dirinya berkesempatan mengisi acara di salah satu stasiun radio di Jember. Persisnya empat tahun lalu.

Kala itu, Kung Iman diajak mengisi acara tentang literasi. Jadwal siarannya saban hari Jumat. Karena rutin siaran, dia harus menyiapkan tema yang berbeda-beda. Selain itu, juga berinisiatif untuk membuat flyer siarannya. Setidaknya, sekitar 50 episode dilakoninya dalam siaran di radio tersebut. “Saya harus bisa melibatkan banyak orang. Saya undang banyak kalangan yang sama-sama mengungkap literasi dari berbagai sudut pandang,” tutur kakek yang tinggal di Jalan Nusa Indah, Jember Lor, ini.

Pengalaman siaran itu pun membekas. Menurutnya, melakukan siaran adalah kegiatan yang mengasyikkan. Kung Iman sempat berinisiatif memulai siaran mandiri di media Facebook pada 2018 lalu. Namun, kegiatan itu tidak berlangsung lama karena beberapa alasan. Aktivitas itu vakum.

Kung Iman Suligi kembali istiqamah membuat konten podcast pada awal Februari lalu. Hal ini merupakan bentuk ikhtiarnya untuk menyajikan konten edukatif mengenai literasi dengan sajian audio visual. Di dalam ruangan berukuran 3×3 meter, tepatnya di halaman belakang perpustakaan Kampoeng Batja, Kung Iman membuat konten podcast. Saban hari, dia akan melakukan dialog podcast dengan narasumber yang berasal dari latar belakang beragam. “Jadi, satu bulan itu saya list narasumber. Untuk bulan Februari kemarin ada 30 orang. Lebih dua kalau dibandingkan jumlah harinya,” tuturnya, kemarin (17/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kung Iman Suligi. Begitu sapaan akrabnya. Ia merupakan salah satu pegiat literasi di Jember. Dalam dunia literasi, namanya sudah sangat familier. Sebab, dirinya merupakan pendiri Kampoeng Batja. Sebuah komunitas literasi yang ada di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Kini, Kung Iman Suligi tak hanya fokus mengembangkan literasi melalui perpustakaan. Dia juga mengembangkan literasi melalui sarana digital dengan membuat konten podcast di kanal YouTube dan Facebook.

Semasa muda, Kung Iman mengaku suka mendengar radio. Stasiun andalannya adalah RRI. Dari sana, ia tertarik menjadi penyiar radio. Namun, keinginan tersebut tidak terwujud. Hingga suatu ketika, dirinya berkesempatan mengisi acara di salah satu stasiun radio di Jember. Persisnya empat tahun lalu.

Kala itu, Kung Iman diajak mengisi acara tentang literasi. Jadwal siarannya saban hari Jumat. Karena rutin siaran, dia harus menyiapkan tema yang berbeda-beda. Selain itu, juga berinisiatif untuk membuat flyer siarannya. Setidaknya, sekitar 50 episode dilakoninya dalam siaran di radio tersebut. “Saya harus bisa melibatkan banyak orang. Saya undang banyak kalangan yang sama-sama mengungkap literasi dari berbagai sudut pandang,” tutur kakek yang tinggal di Jalan Nusa Indah, Jember Lor, ini.

Pengalaman siaran itu pun membekas. Menurutnya, melakukan siaran adalah kegiatan yang mengasyikkan. Kung Iman sempat berinisiatif memulai siaran mandiri di media Facebook pada 2018 lalu. Namun, kegiatan itu tidak berlangsung lama karena beberapa alasan. Aktivitas itu vakum.

Kung Iman Suligi kembali istiqamah membuat konten podcast pada awal Februari lalu. Hal ini merupakan bentuk ikhtiarnya untuk menyajikan konten edukatif mengenai literasi dengan sajian audio visual. Di dalam ruangan berukuran 3×3 meter, tepatnya di halaman belakang perpustakaan Kampoeng Batja, Kung Iman membuat konten podcast. Saban hari, dia akan melakukan dialog podcast dengan narasumber yang berasal dari latar belakang beragam. “Jadi, satu bulan itu saya list narasumber. Untuk bulan Februari kemarin ada 30 orang. Lebih dua kalau dibandingkan jumlah harinya,” tuturnya, kemarin (17/3).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/