alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sampah Tersangkut Sebabkan Karatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Persoalan sampah tak kunjung selesai di Sungai Bedadung. Tidak hanya di bantaran sungai, namun juga di atas sungai itu sendiri. Seperti sampah tersangkut di rangka pipa Perumdam Tirta Pandalungan yang berada tepat di bawah Jembatan Gladak Kembar tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Selasa (16/2) pagi, sejumlah petugas mengenakan rompi dan helm kuning itu menuruni jembatan. Memakai seutas tali yang dikaitkan di tubuh, para pekerja mulai menginjakkan kaki di atas rangka pipa Perumdam. Bukan sekadar bekerja mengecek, mereka juga membersihkan sampah-sampah yang menyangkut.

Maklum saja, sampah yang tersangkut ini bisa menimbulkan persoalan baru, yaitu korosi alias karatan. “Sebenarnya tugasnya adalah melakukan pengecekan kekuatan dan perbaikan jalur pipa PDAM. Tapi ini banyak sampah,” jelas Seniman, salah satu pekerja, di sela-sela aktivitasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia bekerja bersama dua rekannya, dan bagi-bagi tugas. Ada yang di bawah jembatan, serta satu orang berada di atas jembatan. Seniman mengakui, banyaknya sampah yang menyangkut di kerangka pipa tersebut mempercepat proses korosi. “Gara-gara sampah, akhirnya lebih cepat karatan,” paparnya.

Menurut dia, sampah di kerangka pipa air itu bukan dari bawaan sungai. Sebab, jarak antara pipa dan permukaan sungai sangat jauh. Maka tidak mungkin sampah bisa mencapai kerangka pipa air yang letaknya tepat di bawah jembatan.

Hal ini, lanjut dia, membuktikan bahwa masih banyak warga yang abai tentang larangan membuang sampah di sungai. “Ini sampah ya dari masyarakat yang buang ke sungai. Tapi akhirnya nyangkut ke kerangka pipa,” katanya.

Sementara itu, Rudi Hartono dari bagian transmisi distribusi Perumdam mengakui, kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai berdampak pada cepatnya kerangka pipa PDAM tersebut terjadi korosi. Akibatnya, kekuatannya berkurang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Persoalan sampah tak kunjung selesai di Sungai Bedadung. Tidak hanya di bantaran sungai, namun juga di atas sungai itu sendiri. Seperti sampah tersangkut di rangka pipa Perumdam Tirta Pandalungan yang berada tepat di bawah Jembatan Gladak Kembar tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Selasa (16/2) pagi, sejumlah petugas mengenakan rompi dan helm kuning itu menuruni jembatan. Memakai seutas tali yang dikaitkan di tubuh, para pekerja mulai menginjakkan kaki di atas rangka pipa Perumdam. Bukan sekadar bekerja mengecek, mereka juga membersihkan sampah-sampah yang menyangkut.

Maklum saja, sampah yang tersangkut ini bisa menimbulkan persoalan baru, yaitu korosi alias karatan. “Sebenarnya tugasnya adalah melakukan pengecekan kekuatan dan perbaikan jalur pipa PDAM. Tapi ini banyak sampah,” jelas Seniman, salah satu pekerja, di sela-sela aktivitasnya.

Dia bekerja bersama dua rekannya, dan bagi-bagi tugas. Ada yang di bawah jembatan, serta satu orang berada di atas jembatan. Seniman mengakui, banyaknya sampah yang menyangkut di kerangka pipa tersebut mempercepat proses korosi. “Gara-gara sampah, akhirnya lebih cepat karatan,” paparnya.

Menurut dia, sampah di kerangka pipa air itu bukan dari bawaan sungai. Sebab, jarak antara pipa dan permukaan sungai sangat jauh. Maka tidak mungkin sampah bisa mencapai kerangka pipa air yang letaknya tepat di bawah jembatan.

Hal ini, lanjut dia, membuktikan bahwa masih banyak warga yang abai tentang larangan membuang sampah di sungai. “Ini sampah ya dari masyarakat yang buang ke sungai. Tapi akhirnya nyangkut ke kerangka pipa,” katanya.

Sementara itu, Rudi Hartono dari bagian transmisi distribusi Perumdam mengakui, kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai berdampak pada cepatnya kerangka pipa PDAM tersebut terjadi korosi. Akibatnya, kekuatannya berkurang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Persoalan sampah tak kunjung selesai di Sungai Bedadung. Tidak hanya di bantaran sungai, namun juga di atas sungai itu sendiri. Seperti sampah tersangkut di rangka pipa Perumdam Tirta Pandalungan yang berada tepat di bawah Jembatan Gladak Kembar tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Selasa (16/2) pagi, sejumlah petugas mengenakan rompi dan helm kuning itu menuruni jembatan. Memakai seutas tali yang dikaitkan di tubuh, para pekerja mulai menginjakkan kaki di atas rangka pipa Perumdam. Bukan sekadar bekerja mengecek, mereka juga membersihkan sampah-sampah yang menyangkut.

Maklum saja, sampah yang tersangkut ini bisa menimbulkan persoalan baru, yaitu korosi alias karatan. “Sebenarnya tugasnya adalah melakukan pengecekan kekuatan dan perbaikan jalur pipa PDAM. Tapi ini banyak sampah,” jelas Seniman, salah satu pekerja, di sela-sela aktivitasnya.

Dia bekerja bersama dua rekannya, dan bagi-bagi tugas. Ada yang di bawah jembatan, serta satu orang berada di atas jembatan. Seniman mengakui, banyaknya sampah yang menyangkut di kerangka pipa tersebut mempercepat proses korosi. “Gara-gara sampah, akhirnya lebih cepat karatan,” paparnya.

Menurut dia, sampah di kerangka pipa air itu bukan dari bawaan sungai. Sebab, jarak antara pipa dan permukaan sungai sangat jauh. Maka tidak mungkin sampah bisa mencapai kerangka pipa air yang letaknya tepat di bawah jembatan.

Hal ini, lanjut dia, membuktikan bahwa masih banyak warga yang abai tentang larangan membuang sampah di sungai. “Ini sampah ya dari masyarakat yang buang ke sungai. Tapi akhirnya nyangkut ke kerangka pipa,” katanya.

Sementara itu, Rudi Hartono dari bagian transmisi distribusi Perumdam mengakui, kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai berdampak pada cepatnya kerangka pipa PDAM tersebut terjadi korosi. Akibatnya, kekuatannya berkurang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/