alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Minder karena Bermuka Oval, Jadikan Ibu sebagai Kelinci Percobaan

Penampilan yang tidak menarik kerap membuat seseorang minder. Inilah yang dirasakan Thalia Kurniawan. Lahir dengan wajah oval membuatnya tak percaya diri dan selalu merasa parasnya tidak cantik. Namun dari sinilah, ia justru termotivasi belajar rias hingga menjadi seorang make-up artist (MUA) profesional. 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak SMP Thalia merasa penampilan dan parasnya tidak menawan jika dibandingkan dengan teman-teman sepantarannya. Thalia mengaku, ini lantaran dirinya memang kurang memperhatikan diri. Misalnya, jarang mengurus wajah atau sekadar membersihkannya.

“Memang saat itu, saya kurang merawat diri. Makanya saya tidak cantik. Akhirnya saya tidak percaya diri,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Jember, mengawali perjalanan karirnya sebagai perias profesional.

Menginjak kelas 2 SMP, Thalia mulai merawat diri dan belajar tentang make-up. Setiap hari, dirinya intens meluangkan waktu khusus untuk belajar membuat alis, membuat rias mata yang indah, dan belajar make-up di bagian lainnya. Merasa cocok dengan hal baru yang dilakoninya itu, ia pun mengambil kursus kelas make-up sejak duduk di SMP. Saat itu, orang tua Thalia mengizinkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Satu tahun berjalan, Thalia mulai memberanikan diri membuka jasa make-up. Dia mempromosikan jasanya dari mulut ke mulut ke beberapa rekan orang tuanya juga sanak saudaranya. Akhirnya, jasa yang ia tawarkan pun banyak dilirik oleh mahasiswa yang hendak wisuda. Thalia hanya berani membuka jasa make-up untuk acara pentas seni dan wisuda. Sebab, riasannya tergolong mudah.

Sebelum memutuskan untuk membuka jasa riasan, Thalia kerap menjadikan ibunya sebagai kelinci percobaan. Selain ibunya, ia juga sering menjajal kemampuan make-up untuk dirinya sendiri dan sanak saudaranya di waktu luang. Dari sana, banyak kritikan yang Thalia dapat. Mulai dari kecocokan perpaduan warna kulit dan warna pelembab dasar. “Semakin banyak kritikan, semakin banyak saya belajar,” kata pelajar SMK Negeri 3 Jember itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak SMP Thalia merasa penampilan dan parasnya tidak menawan jika dibandingkan dengan teman-teman sepantarannya. Thalia mengaku, ini lantaran dirinya memang kurang memperhatikan diri. Misalnya, jarang mengurus wajah atau sekadar membersihkannya.

“Memang saat itu, saya kurang merawat diri. Makanya saya tidak cantik. Akhirnya saya tidak percaya diri,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Jember, mengawali perjalanan karirnya sebagai perias profesional.

Menginjak kelas 2 SMP, Thalia mulai merawat diri dan belajar tentang make-up. Setiap hari, dirinya intens meluangkan waktu khusus untuk belajar membuat alis, membuat rias mata yang indah, dan belajar make-up di bagian lainnya. Merasa cocok dengan hal baru yang dilakoninya itu, ia pun mengambil kursus kelas make-up sejak duduk di SMP. Saat itu, orang tua Thalia mengizinkan.

Satu tahun berjalan, Thalia mulai memberanikan diri membuka jasa make-up. Dia mempromosikan jasanya dari mulut ke mulut ke beberapa rekan orang tuanya juga sanak saudaranya. Akhirnya, jasa yang ia tawarkan pun banyak dilirik oleh mahasiswa yang hendak wisuda. Thalia hanya berani membuka jasa make-up untuk acara pentas seni dan wisuda. Sebab, riasannya tergolong mudah.

Sebelum memutuskan untuk membuka jasa riasan, Thalia kerap menjadikan ibunya sebagai kelinci percobaan. Selain ibunya, ia juga sering menjajal kemampuan make-up untuk dirinya sendiri dan sanak saudaranya di waktu luang. Dari sana, banyak kritikan yang Thalia dapat. Mulai dari kecocokan perpaduan warna kulit dan warna pelembab dasar. “Semakin banyak kritikan, semakin banyak saya belajar,” kata pelajar SMK Negeri 3 Jember itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak SMP Thalia merasa penampilan dan parasnya tidak menawan jika dibandingkan dengan teman-teman sepantarannya. Thalia mengaku, ini lantaran dirinya memang kurang memperhatikan diri. Misalnya, jarang mengurus wajah atau sekadar membersihkannya.

“Memang saat itu, saya kurang merawat diri. Makanya saya tidak cantik. Akhirnya saya tidak percaya diri,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Jember, mengawali perjalanan karirnya sebagai perias profesional.

Menginjak kelas 2 SMP, Thalia mulai merawat diri dan belajar tentang make-up. Setiap hari, dirinya intens meluangkan waktu khusus untuk belajar membuat alis, membuat rias mata yang indah, dan belajar make-up di bagian lainnya. Merasa cocok dengan hal baru yang dilakoninya itu, ia pun mengambil kursus kelas make-up sejak duduk di SMP. Saat itu, orang tua Thalia mengizinkan.

Satu tahun berjalan, Thalia mulai memberanikan diri membuka jasa make-up. Dia mempromosikan jasanya dari mulut ke mulut ke beberapa rekan orang tuanya juga sanak saudaranya. Akhirnya, jasa yang ia tawarkan pun banyak dilirik oleh mahasiswa yang hendak wisuda. Thalia hanya berani membuka jasa make-up untuk acara pentas seni dan wisuda. Sebab, riasannya tergolong mudah.

Sebelum memutuskan untuk membuka jasa riasan, Thalia kerap menjadikan ibunya sebagai kelinci percobaan. Selain ibunya, ia juga sering menjajal kemampuan make-up untuk dirinya sendiri dan sanak saudaranya di waktu luang. Dari sana, banyak kritikan yang Thalia dapat. Mulai dari kecocokan perpaduan warna kulit dan warna pelembab dasar. “Semakin banyak kritikan, semakin banyak saya belajar,” kata pelajar SMK Negeri 3 Jember itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/