alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Menunggak Lima Tahun, Distributor Bangunan Dilaporkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Lima tahun menunggak pembelian bahan bangunan yang diambil dari distributor, Richard Setiawan akhirnya melaporkan salah satu toko bangunan di Jalan S Parman ke Pengadilan Negeri Jember. Kasus ini bermula saat 2016 lalu toko bangunan tersebut meminta pengiriman material bangunan dengan total biaya sekitar Rp 38 juta. “Kami mengirimkan barang berupa besi ke Jember sekitar 2016 dan sampai saat ini belum terbayarkan,” kata Richard, saat ditemui sebelum sidang di PN Jember, Rabu (17/2) kemarin.

Selama kurun waktu lima tahun, terlapor toko bangunan di Jalan S Parman tidak pernah melakukan pelunasan atas pemesanan tersebut. Menurut Richard, tidak ada iktikad baik yang diusahakan untuk melakukan pembayaran. Padahal dalam surat perjanjian jatuh tempo pembayaran, tercantum batas waktu maksimal selama 30 hari.

“Tidak ada niatan membayar dengan baik. Padahal sudah diminta dengan baik-baik. Dalam perjanjian jatuh temponya hanya 30 hari setelah dikirim barangnya, dan terlapor hanya membayar tiga kali dengan nominal yang kecil,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Lima tahun menunggak pembelian bahan bangunan yang diambil dari distributor, Richard Setiawan akhirnya melaporkan salah satu toko bangunan di Jalan S Parman ke Pengadilan Negeri Jember. Kasus ini bermula saat 2016 lalu toko bangunan tersebut meminta pengiriman material bangunan dengan total biaya sekitar Rp 38 juta. “Kami mengirimkan barang berupa besi ke Jember sekitar 2016 dan sampai saat ini belum terbayarkan,” kata Richard, saat ditemui sebelum sidang di PN Jember, Rabu (17/2) kemarin.

Selama kurun waktu lima tahun, terlapor toko bangunan di Jalan S Parman tidak pernah melakukan pelunasan atas pemesanan tersebut. Menurut Richard, tidak ada iktikad baik yang diusahakan untuk melakukan pembayaran. Padahal dalam surat perjanjian jatuh tempo pembayaran, tercantum batas waktu maksimal selama 30 hari.

“Tidak ada niatan membayar dengan baik. Padahal sudah diminta dengan baik-baik. Dalam perjanjian jatuh temponya hanya 30 hari setelah dikirim barangnya, dan terlapor hanya membayar tiga kali dengan nominal yang kecil,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Lima tahun menunggak pembelian bahan bangunan yang diambil dari distributor, Richard Setiawan akhirnya melaporkan salah satu toko bangunan di Jalan S Parman ke Pengadilan Negeri Jember. Kasus ini bermula saat 2016 lalu toko bangunan tersebut meminta pengiriman material bangunan dengan total biaya sekitar Rp 38 juta. “Kami mengirimkan barang berupa besi ke Jember sekitar 2016 dan sampai saat ini belum terbayarkan,” kata Richard, saat ditemui sebelum sidang di PN Jember, Rabu (17/2) kemarin.

Selama kurun waktu lima tahun, terlapor toko bangunan di Jalan S Parman tidak pernah melakukan pelunasan atas pemesanan tersebut. Menurut Richard, tidak ada iktikad baik yang diusahakan untuk melakukan pembayaran. Padahal dalam surat perjanjian jatuh tempo pembayaran, tercantum batas waktu maksimal selama 30 hari.

“Tidak ada niatan membayar dengan baik. Padahal sudah diminta dengan baik-baik. Dalam perjanjian jatuh temponya hanya 30 hari setelah dikirim barangnya, dan terlapor hanya membayar tiga kali dengan nominal yang kecil,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/