MALANG KOTA – Pasutri terduga teroris yang diringkus oleh Densus 88 Antireror pada Selasa lalu (15/10) merupakan warga Kota Malang. Seorang laki-laki berinisial RK, 27, dan istrinya, AH, sudah tinggal di Jalan Papa Biru II Nomor 24, RT 7, RW 15, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, sejak 2015.

IKLAN

”Sejak saya menjabat ketua RT pada 2015 lalu, mereka sudah tinggal di sini (Perumahan Jalan Papa Biru II),” ujar ketua RT 7 Wahid Hidayat kemarin (16/10).

Meski begitu, Wahid mengaku tidak mengenal RK dan AH secara dekat. Sebab, mereka jarang di rumah. ”Rumahnya tidak pernah ditempati,” katanya.

Sementara itu, tetangga terduga teroris, Sundari, mengatakan,  rumah bernomor 24 yang diduga milik terduga teroris itu selalu kosong. Menurut Sundari, sejak direnovasi sekitar lima tahun lalu, rumah tersebut sering kosong.

”Kadang-kadang perempuan mengunjungi rumah itu, lalu keluar lagi. Saya juga tidak kenal dengan mbak-mbak itu, soalnya juga tidak pernah bertegur sapa dengan kami,” kata perempuan berusia 54 tahun itu.

Dia mengatakan, perempuan yang mengunjungi rumah tersebut selalu menggunakan sepeda motor N-Max. ”Tapi sudah 3 bulan yang lalu tidak pernah berkunjung lagi,” imbuhnya.

Sundari memaparkan, sehari sebelum ramai penangkapan terduga teroris, malam harinya Sundari mengetahui ada dua laki-laki dan perempuan tidak dikenal masuk ke rumah tersebut. Tapi, keesokanharinya keluar lagi sekitar pukul 11.00.

”Motornya yang digunakan sama dengan motor yang sering dibawa perempuan yang dulu,” tuturnya.

Terduga Teroris Tidak Bercadar

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pasutri terduga teroris itu diringkus sekitar pukul 13.00 di kawasan Kedawung. Pasutri yang berboncengan itu tiba-tiba dihentikan enam orang yang diduga personel Densus 88 Antiteror.

Sekitar pukul 15.00, puluhan petugas dari Densus 88 datang ke rumah tersebut dan menggeledah seisi rumah selama kurang lebih 1 jam. ”Petugas-petugas itu ada yang mengenakan baju Densus 88, ada yang mengenakan seragam polisi seperti biasa. Tapi, ada juga yang mengenakan baju preman,” sambungnya. Petugas-petugas itu datang mengendarai 9 mobil.

Ditanya tentang ciri-ciri orang tersebut, Sundari mengaku tidak tahu. Sebab, dia hanya melihat sepintas. Apakah perempuannya hamil? ”Saya juga tidak tahu, waktu itu mereka berdua mengenakan baju biasa, berkerudung biasa, tidak bercadar atau berjenggot seperti teroris yang kita ketahui selama ini,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu satpam kompleks perumahan tersebut, Holil, mengatakan, rumah terduga teroris tersebut sering kosong. Informasi yang diterima Holil, pasutri terduga teroris itu menghuni rumah orang tuanya.

”Jarang ada orang, hanya seminggu sekali ada seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Malang yang biasanya datang, lalu pergi lagi,” tuturnya.

Pada malam sebelumnya, Senin (14/10), lanjut Holil, ada dua laki-laki dan perempuan yang mengaku kakak dari mahasiswi tersebut datang dan menginap di rumah itu. Hanya, paginya dia sudah tidak melihat kedua orang tersebut. ”Berdasarkan kabar yang saya dengar kedua orang itulah yang ditangkap oleh Densus 88,” katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera membenarkan bahwa ada penangkapan terduga teroris di kawasan Jalan Papa Biru II/24, RT 7, RW 15, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, oleh tim Densus 88. Tapi, dia enggan membeber identitas terduga teroris tersebut.

”Tapi yang dibawa oleh tim Densus 88 hanya yang laki-laki, istrinya diamankan di Mapolres Malang Kota,” katanya.

Pewarta : Imron Haqiqi, Den
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan