alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Telisik Perusahaan Medianya

Mobile_AP_Rectangle 1

Demi menekan agar di Jember dan Indonesia ke depan tidak terus-terusan ada orang yang mengaku sebagai wartawan padahal gadungan, Iqbal menyebut, perlu semacam penertiban dari negara. Karena hal ini berkaitan dengan pers, maka tugas negara seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah memastikan dan mengumumkan ke publik apa saja media resmi yang ada di Indonesia. Jika perlu, duduk bersama dengan Dewan Pers serta Komisi Penyiaran Indonesia. “Kalau di daerah, Kominfo seharusnya menginformasikan ke publik. Apa saja media pers yang resmi, yang ada di Jember,” tegasnya.

Bukan hanya itu, demi membela kepentingan publik, pemerintah, Kominfo, kepolisian, dan lembaga kompeten selayaknya melakukan pendataan untuk mencegah media-media yang dijadikan sarana kejahatan, yang menjadi wadah pergerakan wartawan gadungan.

Dalam hal ini, Iqbal pun mencontohkan adanya jurnal ilmiah dalam perguruan tinggi yang abal-abal. Termasuk mengumumkan media resmi yang ada di Jember dan Indonesia. “Mana-mana media yang dipakai untuk sarana kejahatan, umumkan ke publik. Mana-mana media resmi, umumkan ke publik,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Demi menekan agar di Jember dan Indonesia ke depan tidak terus-terusan ada orang yang mengaku sebagai wartawan padahal gadungan, Iqbal menyebut, perlu semacam penertiban dari negara. Karena hal ini berkaitan dengan pers, maka tugas negara seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah memastikan dan mengumumkan ke publik apa saja media resmi yang ada di Indonesia. Jika perlu, duduk bersama dengan Dewan Pers serta Komisi Penyiaran Indonesia. “Kalau di daerah, Kominfo seharusnya menginformasikan ke publik. Apa saja media pers yang resmi, yang ada di Jember,” tegasnya.

Bukan hanya itu, demi membela kepentingan publik, pemerintah, Kominfo, kepolisian, dan lembaga kompeten selayaknya melakukan pendataan untuk mencegah media-media yang dijadikan sarana kejahatan, yang menjadi wadah pergerakan wartawan gadungan.

Dalam hal ini, Iqbal pun mencontohkan adanya jurnal ilmiah dalam perguruan tinggi yang abal-abal. Termasuk mengumumkan media resmi yang ada di Jember dan Indonesia. “Mana-mana media yang dipakai untuk sarana kejahatan, umumkan ke publik. Mana-mana media resmi, umumkan ke publik,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

Demi menekan agar di Jember dan Indonesia ke depan tidak terus-terusan ada orang yang mengaku sebagai wartawan padahal gadungan, Iqbal menyebut, perlu semacam penertiban dari negara. Karena hal ini berkaitan dengan pers, maka tugas negara seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah memastikan dan mengumumkan ke publik apa saja media resmi yang ada di Indonesia. Jika perlu, duduk bersama dengan Dewan Pers serta Komisi Penyiaran Indonesia. “Kalau di daerah, Kominfo seharusnya menginformasikan ke publik. Apa saja media pers yang resmi, yang ada di Jember,” tegasnya.

Bukan hanya itu, demi membela kepentingan publik, pemerintah, Kominfo, kepolisian, dan lembaga kompeten selayaknya melakukan pendataan untuk mencegah media-media yang dijadikan sarana kejahatan, yang menjadi wadah pergerakan wartawan gadungan.

Dalam hal ini, Iqbal pun mencontohkan adanya jurnal ilmiah dalam perguruan tinggi yang abal-abal. Termasuk mengumumkan media resmi yang ada di Jember dan Indonesia. “Mana-mana media yang dipakai untuk sarana kejahatan, umumkan ke publik. Mana-mana media resmi, umumkan ke publik,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/