alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sukses Menjuarai Olimpiade Tematik, meski Bakatnya di Bahasa dan Matematika

Prestasi gemilang diukir oleh siswa SD Al Baitul Amien Jember. Saat mengikuti olimpiade tematik tingkat nasional, mereka berhasil meraih juara 1 dan juara 2. Bahkan, berkesempatan melancong ke Singapura.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di usianya yang masih belia, dua Siswa SD Al Baitul Amien Jember ini sudah mengukir prestasi yang membanggakan. Bahkan, di tingkat nasional pula. Mereka adalah Kalyca Khansa Hermawan, siswa kelas 3, dan Andrea Ibra Bastian, siswa kelas 2. Kedua siswa ini mengikuti olimpiade tematik yang diselenggarakan oleh AIS Institut Pasuruan, Maret lalu, secara daring. Hasilnya, Ibra meraih juara 1, sementara Kalyca meraih juara 2.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, kedua siswa berprestasi itu mengaku sempat tidak mengira bahwa mereka akan menjuarai olimpiade tingkat nasional itu. Terlebih, olimpiade itu merupakan tematik, atau gabungan dari berbagai mata pelajaran. “Saya sebenarnya suka pelajaran matematika,” kata Kalyca.

Meski hanya mata pelajaran (mapel) matematika yang disukai, namun semangatnya tidak kendor untuk mempelajari mapel lainnya. Bahkan sebelum-sebelumnya, Kalyca juga tercatat mengikuti lomba dan beberapa di antaranya berhasil membawa pulang juara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Veenty Isnaini, ibunda Kalyca, menjelaskan, selama belajar, putri bungsunya itu biasanya lebih sering secara mandiri. Sesekali ia juga menyempatkan mendampingi. “Kalyca memang sering ikut lomba. Memang saya dorong dia agar semangat belajar. Alhamdulillah, lomba yang terakhir ini bisa juara,” terang ibu dua anak tersebut.

Tak jauh berbeda, Ibra, sapaan akrab Adera Ibra Bastian, juga mengaku hampir sama. Bedanya, cara belajar Ibra biasanya lebih sering didampingi oleh kedua orang tuanya. “Dulu sering datangkan guru les ke rumah. Tapi, sejak pandemi lebih banyak saya yang mendampingi,” terang Bhella Ayu Irinda, ibunda Ibra.

Termasuk saat kali pertama mendengar ada event olimpiade itu, sebagai orang tua, Ayu sangat mendukung. Terlebih lagi, pemenang olimpiade itu rencananya akan diberangkatkan ke Singapura. “Dari situ kemudian, motivasi lomba muncul karena kepingin ke Singapura. Hitung-hitung melatih berbicara Bahasa Inggris sama bule-bule,” katanya.

Ibu satu anak ini juga menceritakan, sebenarnya buah hatinya itu menyukai mapel bahasa Inggris. Namun, saat ditanya apa cita-citanya, Ibra menjawab begitu polosnya. “Ibra pingin jadi arsitek, pingin bangun masjid yang gede,” kata Ibra, disusul tawa sejumlah guru yang mendengar kisahnya saat itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di usianya yang masih belia, dua Siswa SD Al Baitul Amien Jember ini sudah mengukir prestasi yang membanggakan. Bahkan, di tingkat nasional pula. Mereka adalah Kalyca Khansa Hermawan, siswa kelas 3, dan Andrea Ibra Bastian, siswa kelas 2. Kedua siswa ini mengikuti olimpiade tematik yang diselenggarakan oleh AIS Institut Pasuruan, Maret lalu, secara daring. Hasilnya, Ibra meraih juara 1, sementara Kalyca meraih juara 2.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, kedua siswa berprestasi itu mengaku sempat tidak mengira bahwa mereka akan menjuarai olimpiade tingkat nasional itu. Terlebih, olimpiade itu merupakan tematik, atau gabungan dari berbagai mata pelajaran. “Saya sebenarnya suka pelajaran matematika,” kata Kalyca.

Meski hanya mata pelajaran (mapel) matematika yang disukai, namun semangatnya tidak kendor untuk mempelajari mapel lainnya. Bahkan sebelum-sebelumnya, Kalyca juga tercatat mengikuti lomba dan beberapa di antaranya berhasil membawa pulang juara.

Veenty Isnaini, ibunda Kalyca, menjelaskan, selama belajar, putri bungsunya itu biasanya lebih sering secara mandiri. Sesekali ia juga menyempatkan mendampingi. “Kalyca memang sering ikut lomba. Memang saya dorong dia agar semangat belajar. Alhamdulillah, lomba yang terakhir ini bisa juara,” terang ibu dua anak tersebut.

Tak jauh berbeda, Ibra, sapaan akrab Adera Ibra Bastian, juga mengaku hampir sama. Bedanya, cara belajar Ibra biasanya lebih sering didampingi oleh kedua orang tuanya. “Dulu sering datangkan guru les ke rumah. Tapi, sejak pandemi lebih banyak saya yang mendampingi,” terang Bhella Ayu Irinda, ibunda Ibra.

Termasuk saat kali pertama mendengar ada event olimpiade itu, sebagai orang tua, Ayu sangat mendukung. Terlebih lagi, pemenang olimpiade itu rencananya akan diberangkatkan ke Singapura. “Dari situ kemudian, motivasi lomba muncul karena kepingin ke Singapura. Hitung-hitung melatih berbicara Bahasa Inggris sama bule-bule,” katanya.

Ibu satu anak ini juga menceritakan, sebenarnya buah hatinya itu menyukai mapel bahasa Inggris. Namun, saat ditanya apa cita-citanya, Ibra menjawab begitu polosnya. “Ibra pingin jadi arsitek, pingin bangun masjid yang gede,” kata Ibra, disusul tawa sejumlah guru yang mendengar kisahnya saat itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di usianya yang masih belia, dua Siswa SD Al Baitul Amien Jember ini sudah mengukir prestasi yang membanggakan. Bahkan, di tingkat nasional pula. Mereka adalah Kalyca Khansa Hermawan, siswa kelas 3, dan Andrea Ibra Bastian, siswa kelas 2. Kedua siswa ini mengikuti olimpiade tematik yang diselenggarakan oleh AIS Institut Pasuruan, Maret lalu, secara daring. Hasilnya, Ibra meraih juara 1, sementara Kalyca meraih juara 2.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, kedua siswa berprestasi itu mengaku sempat tidak mengira bahwa mereka akan menjuarai olimpiade tingkat nasional itu. Terlebih, olimpiade itu merupakan tematik, atau gabungan dari berbagai mata pelajaran. “Saya sebenarnya suka pelajaran matematika,” kata Kalyca.

Meski hanya mata pelajaran (mapel) matematika yang disukai, namun semangatnya tidak kendor untuk mempelajari mapel lainnya. Bahkan sebelum-sebelumnya, Kalyca juga tercatat mengikuti lomba dan beberapa di antaranya berhasil membawa pulang juara.

Veenty Isnaini, ibunda Kalyca, menjelaskan, selama belajar, putri bungsunya itu biasanya lebih sering secara mandiri. Sesekali ia juga menyempatkan mendampingi. “Kalyca memang sering ikut lomba. Memang saya dorong dia agar semangat belajar. Alhamdulillah, lomba yang terakhir ini bisa juara,” terang ibu dua anak tersebut.

Tak jauh berbeda, Ibra, sapaan akrab Adera Ibra Bastian, juga mengaku hampir sama. Bedanya, cara belajar Ibra biasanya lebih sering didampingi oleh kedua orang tuanya. “Dulu sering datangkan guru les ke rumah. Tapi, sejak pandemi lebih banyak saya yang mendampingi,” terang Bhella Ayu Irinda, ibunda Ibra.

Termasuk saat kali pertama mendengar ada event olimpiade itu, sebagai orang tua, Ayu sangat mendukung. Terlebih lagi, pemenang olimpiade itu rencananya akan diberangkatkan ke Singapura. “Dari situ kemudian, motivasi lomba muncul karena kepingin ke Singapura. Hitung-hitung melatih berbicara Bahasa Inggris sama bule-bule,” katanya.

Ibu satu anak ini juga menceritakan, sebenarnya buah hatinya itu menyukai mapel bahasa Inggris. Namun, saat ditanya apa cita-citanya, Ibra menjawab begitu polosnya. “Ibra pingin jadi arsitek, pingin bangun masjid yang gede,” kata Ibra, disusul tawa sejumlah guru yang mendengar kisahnya saat itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/