alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Mediasi Ditolak, Kasus Terus Berlanjut

Mobile_AP_Rectangle 1

Evi (bukan nama sebenarnya) mengaku pernah dihubungi Dinda yang menyatakan sebagai adik RH. Kala itu, Dinda menyebut bahwa dirinya adalah aktivis gender sekaligus dosen di salah satu kampus di Surabaya. Dalam sambungan telepon antara keduanya, Dinda mengaku tak membenarkan perlakuan kakaknya. Meski begitu, Dinda merasa kala insiden itu, kakaknya sedang khilaf.

Selanjutnya, Dinda menjelaskan persoalan keluarga yang rumit, sehingga pihak Nada seolah-olah mengambil kesempatan dalam kasus ini. “Kujawab, ya itu bukan domain saya. Ini adalah kasus hukum dan harus diselesaikan secara hukum,” ungkap Evi, salah satu jurnalis mahasiswa yang menyiarkan pemberitaan tentang RH.

Evi mengungkapkan, Dinda juga sempat mempermasalahkannya yang telah mengungkap jejak akademik RH. Selain itu, Dinda juga mengancam bakal melaporkan Evi ke polisi. “Dengan kamu menyebutkan riwayat kampus itu mengancam karir kakak saya. Kamu bisa saya tuntut loh. Paham ndak kamu. Ada hukumnya seperti itu,” tutur Evi, menirukan perkataan Dinda yang disampaikan kepadanya. Percakapan antara Evi dan Dinda berlangsung pada Rabu (7/4) lalu. Dinda menelepon Evi sekitar pukul 18.30. Namun, hingga saat ini, ancaman itu tak terbukti.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawa Pos Radar Jember kembali berusaha mendapat konfirmasi pengacara RH sekaligus Dinda tentang intimidasi itu. Namun, jawaban yang disampaikan cukup singkat. “Saya diskusikan sama kuasa hukum kakak saya dulu,” balas Dinda lewat WhatsApp. Sementara itu, kuasa hukum RH tak merespons upaya konfirmasi tersebut.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Evi (bukan nama sebenarnya) mengaku pernah dihubungi Dinda yang menyatakan sebagai adik RH. Kala itu, Dinda menyebut bahwa dirinya adalah aktivis gender sekaligus dosen di salah satu kampus di Surabaya. Dalam sambungan telepon antara keduanya, Dinda mengaku tak membenarkan perlakuan kakaknya. Meski begitu, Dinda merasa kala insiden itu, kakaknya sedang khilaf.

Selanjutnya, Dinda menjelaskan persoalan keluarga yang rumit, sehingga pihak Nada seolah-olah mengambil kesempatan dalam kasus ini. “Kujawab, ya itu bukan domain saya. Ini adalah kasus hukum dan harus diselesaikan secara hukum,” ungkap Evi, salah satu jurnalis mahasiswa yang menyiarkan pemberitaan tentang RH.

Evi mengungkapkan, Dinda juga sempat mempermasalahkannya yang telah mengungkap jejak akademik RH. Selain itu, Dinda juga mengancam bakal melaporkan Evi ke polisi. “Dengan kamu menyebutkan riwayat kampus itu mengancam karir kakak saya. Kamu bisa saya tuntut loh. Paham ndak kamu. Ada hukumnya seperti itu,” tutur Evi, menirukan perkataan Dinda yang disampaikan kepadanya. Percakapan antara Evi dan Dinda berlangsung pada Rabu (7/4) lalu. Dinda menelepon Evi sekitar pukul 18.30. Namun, hingga saat ini, ancaman itu tak terbukti.

Jawa Pos Radar Jember kembali berusaha mendapat konfirmasi pengacara RH sekaligus Dinda tentang intimidasi itu. Namun, jawaban yang disampaikan cukup singkat. “Saya diskusikan sama kuasa hukum kakak saya dulu,” balas Dinda lewat WhatsApp. Sementara itu, kuasa hukum RH tak merespons upaya konfirmasi tersebut.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Mahrus Sholih

Evi (bukan nama sebenarnya) mengaku pernah dihubungi Dinda yang menyatakan sebagai adik RH. Kala itu, Dinda menyebut bahwa dirinya adalah aktivis gender sekaligus dosen di salah satu kampus di Surabaya. Dalam sambungan telepon antara keduanya, Dinda mengaku tak membenarkan perlakuan kakaknya. Meski begitu, Dinda merasa kala insiden itu, kakaknya sedang khilaf.

Selanjutnya, Dinda menjelaskan persoalan keluarga yang rumit, sehingga pihak Nada seolah-olah mengambil kesempatan dalam kasus ini. “Kujawab, ya itu bukan domain saya. Ini adalah kasus hukum dan harus diselesaikan secara hukum,” ungkap Evi, salah satu jurnalis mahasiswa yang menyiarkan pemberitaan tentang RH.

Evi mengungkapkan, Dinda juga sempat mempermasalahkannya yang telah mengungkap jejak akademik RH. Selain itu, Dinda juga mengancam bakal melaporkan Evi ke polisi. “Dengan kamu menyebutkan riwayat kampus itu mengancam karir kakak saya. Kamu bisa saya tuntut loh. Paham ndak kamu. Ada hukumnya seperti itu,” tutur Evi, menirukan perkataan Dinda yang disampaikan kepadanya. Percakapan antara Evi dan Dinda berlangsung pada Rabu (7/4) lalu. Dinda menelepon Evi sekitar pukul 18.30. Namun, hingga saat ini, ancaman itu tak terbukti.

Jawa Pos Radar Jember kembali berusaha mendapat konfirmasi pengacara RH sekaligus Dinda tentang intimidasi itu. Namun, jawaban yang disampaikan cukup singkat. “Saya diskusikan sama kuasa hukum kakak saya dulu,” balas Dinda lewat WhatsApp. Sementara itu, kuasa hukum RH tak merespons upaya konfirmasi tersebut.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/