alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Mediasi Ditolak, Kasus Terus Berlanjut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh RH masih terus berlanjut. Ibu korban tak mau menghentikan perkara itu, kendati RH beriktikad melakukan mediasi dengan harapan masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Melalui kuasa hukumnya, korban menyatakan menolak upaya mediasi dalam bentuk apa pun. “Tidak ada upaya perdamaian. Beliau tidak mencabut laporan. Kalau ada yang bilang sudah ada perdamaian, bisa dipastikan kalau itu bohong. Perlu dipertanyakan statusnya apa. Tidak punya legal standing dalam perkara ini,” papar Yamini, pengacara korban, kemarin (16/4).

Ini artinya, kasus yang menyeret RH bakal terus berjalan. Apalagi, pasal pidana yang disangkakan kepadanya adalah delik biasa, bukan delik aduan. Artinya, walaupun sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak atau pencabutan perkara, perkara itu tepat berlanjut secara hukum.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yamini mengatakan, sebelum ini kliennya sempat mengalami intimidasi dalam bentuk pesan melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Namun saat ini, intimidasi itu sudah tidak terjadi lagi. Sebab, Yamini meminta penyintas dan ibunya agar memblokir nomor-nomor yang mengganggu. “Dan jika ada yang menghubungi terkait dengan perkara ini, diminta agar menghubungi saya sebagai kuasa hukumnya. Ini semata-mata sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap korban,” paparnya.

Menanggapi keterangan yang disampaikan pihak RH sebelumnya, Yamini menganggap, RH sengaja menggiring opini publik dengan mengatasnamakan sebagai pengasuh korban selama bertahun-tahun. “Saya berpesan untuk RH jangan bikin blunder dengan mengatakan mengasuh korban bertahun-tahun. Saya sebagai kuasa hukum korban mengedepankan asas praduga tak bersalah,” sambungnya. Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi pengacara RH. Namun, tak kunjung mendapat respons.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Dyah Vitasari mengungkapkan, hingga kemarin penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan sesuai dengan petunjuk hasil gelar perkara. Dia belum secara gamblang menyebut, apakah RH sudah ditetapkan sebagai tersangka atau masih menjadi saksi.

 

Upaya Intimidasi Persma

Rupanya, upaya intimidasi terhadap pers mahasiswa juga mengiringi kasus ini. Intimidasi itu menyasar salah satu media kampus yang menyiarkan pemberitaan tentang RH.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh RH masih terus berlanjut. Ibu korban tak mau menghentikan perkara itu, kendati RH beriktikad melakukan mediasi dengan harapan masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Melalui kuasa hukumnya, korban menyatakan menolak upaya mediasi dalam bentuk apa pun. “Tidak ada upaya perdamaian. Beliau tidak mencabut laporan. Kalau ada yang bilang sudah ada perdamaian, bisa dipastikan kalau itu bohong. Perlu dipertanyakan statusnya apa. Tidak punya legal standing dalam perkara ini,” papar Yamini, pengacara korban, kemarin (16/4).

Ini artinya, kasus yang menyeret RH bakal terus berjalan. Apalagi, pasal pidana yang disangkakan kepadanya adalah delik biasa, bukan delik aduan. Artinya, walaupun sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak atau pencabutan perkara, perkara itu tepat berlanjut secara hukum.

Yamini mengatakan, sebelum ini kliennya sempat mengalami intimidasi dalam bentuk pesan melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Namun saat ini, intimidasi itu sudah tidak terjadi lagi. Sebab, Yamini meminta penyintas dan ibunya agar memblokir nomor-nomor yang mengganggu. “Dan jika ada yang menghubungi terkait dengan perkara ini, diminta agar menghubungi saya sebagai kuasa hukumnya. Ini semata-mata sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap korban,” paparnya.

Menanggapi keterangan yang disampaikan pihak RH sebelumnya, Yamini menganggap, RH sengaja menggiring opini publik dengan mengatasnamakan sebagai pengasuh korban selama bertahun-tahun. “Saya berpesan untuk RH jangan bikin blunder dengan mengatakan mengasuh korban bertahun-tahun. Saya sebagai kuasa hukum korban mengedepankan asas praduga tak bersalah,” sambungnya. Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi pengacara RH. Namun, tak kunjung mendapat respons.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Dyah Vitasari mengungkapkan, hingga kemarin penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan sesuai dengan petunjuk hasil gelar perkara. Dia belum secara gamblang menyebut, apakah RH sudah ditetapkan sebagai tersangka atau masih menjadi saksi.

 

Upaya Intimidasi Persma

Rupanya, upaya intimidasi terhadap pers mahasiswa juga mengiringi kasus ini. Intimidasi itu menyasar salah satu media kampus yang menyiarkan pemberitaan tentang RH.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh RH masih terus berlanjut. Ibu korban tak mau menghentikan perkara itu, kendati RH beriktikad melakukan mediasi dengan harapan masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Melalui kuasa hukumnya, korban menyatakan menolak upaya mediasi dalam bentuk apa pun. “Tidak ada upaya perdamaian. Beliau tidak mencabut laporan. Kalau ada yang bilang sudah ada perdamaian, bisa dipastikan kalau itu bohong. Perlu dipertanyakan statusnya apa. Tidak punya legal standing dalam perkara ini,” papar Yamini, pengacara korban, kemarin (16/4).

Ini artinya, kasus yang menyeret RH bakal terus berjalan. Apalagi, pasal pidana yang disangkakan kepadanya adalah delik biasa, bukan delik aduan. Artinya, walaupun sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak atau pencabutan perkara, perkara itu tepat berlanjut secara hukum.

Yamini mengatakan, sebelum ini kliennya sempat mengalami intimidasi dalam bentuk pesan melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Namun saat ini, intimidasi itu sudah tidak terjadi lagi. Sebab, Yamini meminta penyintas dan ibunya agar memblokir nomor-nomor yang mengganggu. “Dan jika ada yang menghubungi terkait dengan perkara ini, diminta agar menghubungi saya sebagai kuasa hukumnya. Ini semata-mata sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap korban,” paparnya.

Menanggapi keterangan yang disampaikan pihak RH sebelumnya, Yamini menganggap, RH sengaja menggiring opini publik dengan mengatasnamakan sebagai pengasuh korban selama bertahun-tahun. “Saya berpesan untuk RH jangan bikin blunder dengan mengatakan mengasuh korban bertahun-tahun. Saya sebagai kuasa hukum korban mengedepankan asas praduga tak bersalah,” sambungnya. Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi pengacara RH. Namun, tak kunjung mendapat respons.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Dyah Vitasari mengungkapkan, hingga kemarin penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan sesuai dengan petunjuk hasil gelar perkara. Dia belum secara gamblang menyebut, apakah RH sudah ditetapkan sebagai tersangka atau masih menjadi saksi.

 

Upaya Intimidasi Persma

Rupanya, upaya intimidasi terhadap pers mahasiswa juga mengiringi kasus ini. Intimidasi itu menyasar salah satu media kampus yang menyiarkan pemberitaan tentang RH.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/