alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Ada yang Tersipu Malu, hingga Dirayu Pakai Panggilan Mas Ganteng

Banyak cara membuat pengendara tertib berlalu lintas. Salah satunya dengan memberi peringatan menggunakan pelantang suara di setiap traffic light. Walau terlihat mudah, tapi ternyata hal itu gampang-gampang susah. Bahkan, petugas sampai memanggil sayang untuk menegur pengguna jalan yang nakal. 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Siang kemarin (16/3), ruang pemantauan CCTV lalu lintas di Dinas Perhubungan (Dishub) Jember mulai dilakukan pengecekan kualitas kamera oleh Satlantas Polres Jember dan akademisi bidang lalu lintas dari Universitas Jember (Unej). Layar super besar yang memantau setiap persimpangan jalan dari kamera pengintai itu dicoba keandalannya. Apakah bisa berputar atau tidak, termasuk zoom. “Ini bisa zoom sampai terlihat pelat nomor tidak?” tanya AKP Jimmy H Manurung, Kasat Lantas Polres Jember, kepada salah seorang petugas.

MEMANTAU: Petugas Dishub Jember yang terus memantau CCTV lalu lintas, termasuk memberikan teguran lewat pelantang suara.

Kamera CCTV itu bisa di-zoom hingga terlihat pelat nomor kendaraan. Bahkan, pengemudi mobil yang memakai sabuk pengaman atau tidak juga bisa dilihat dari layar. Di sela-sela diskusi para pemangku kebijakan lalu lintas tersebut, tiba-tiba layar super besar mengarahkan ke simpang Mangli. Di sana, terdapat pengendara roda dua menggunakan motor matik merah yang di-zoom lebih dekat.

Petugas CCTV Dishub langsung berbicara melalui mikrofon yang terhubung ke pelantang suara di simpang Mangli. “Selamat siang, kami imbau motor merah telah melewati batas aman dan tidak memakai helm,” tegurnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perempuan pengendara roda dua itu tampak bingung karena motornya melewati garis marka. Lagi-lagi, pengendara dibuat tersipu malu dan kepalanya menengok kanan kiri setelah mendengar teguran itu. Sampai-sampai wajahnya ditutup dengan kerudung. “Sekali lagi, Mbaknya yang temannya tidak pakai helm agar turun dari motor,” ucap petugas CCTV yang bernama Feren Febiola tersebut.

Kamera pun berpindah ke arah Sukorambi. Lewat pelantang suara, Feren kembali menegur pengguna jalan. Mulai dari truk warna kuning yang pengemudinya tak mengenakan sabuk pengaman, hingga pemotor yang tak memakai helm. Namun, sopir truk tersebut tidak menggubris peringatan itu. Begitu pula dengan pengendara roda dua yang melanggar. Setelah bahasa menegur tidak manjur, akhirnya Feren memakai jurus lain. “Roda dua tidak pakai helm mohon berputar balik pulang ke rumah untuk ambil helm. Untuk Mas Ganteng pakai hoodie, juga memutar arah,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Siang kemarin (16/3), ruang pemantauan CCTV lalu lintas di Dinas Perhubungan (Dishub) Jember mulai dilakukan pengecekan kualitas kamera oleh Satlantas Polres Jember dan akademisi bidang lalu lintas dari Universitas Jember (Unej). Layar super besar yang memantau setiap persimpangan jalan dari kamera pengintai itu dicoba keandalannya. Apakah bisa berputar atau tidak, termasuk zoom. “Ini bisa zoom sampai terlihat pelat nomor tidak?” tanya AKP Jimmy H Manurung, Kasat Lantas Polres Jember, kepada salah seorang petugas.

MEMANTAU: Petugas Dishub Jember yang terus memantau CCTV lalu lintas, termasuk memberikan teguran lewat pelantang suara.

Kamera CCTV itu bisa di-zoom hingga terlihat pelat nomor kendaraan. Bahkan, pengemudi mobil yang memakai sabuk pengaman atau tidak juga bisa dilihat dari layar. Di sela-sela diskusi para pemangku kebijakan lalu lintas tersebut, tiba-tiba layar super besar mengarahkan ke simpang Mangli. Di sana, terdapat pengendara roda dua menggunakan motor matik merah yang di-zoom lebih dekat.

Petugas CCTV Dishub langsung berbicara melalui mikrofon yang terhubung ke pelantang suara di simpang Mangli. “Selamat siang, kami imbau motor merah telah melewati batas aman dan tidak memakai helm,” tegurnya.

Perempuan pengendara roda dua itu tampak bingung karena motornya melewati garis marka. Lagi-lagi, pengendara dibuat tersipu malu dan kepalanya menengok kanan kiri setelah mendengar teguran itu. Sampai-sampai wajahnya ditutup dengan kerudung. “Sekali lagi, Mbaknya yang temannya tidak pakai helm agar turun dari motor,” ucap petugas CCTV yang bernama Feren Febiola tersebut.

Kamera pun berpindah ke arah Sukorambi. Lewat pelantang suara, Feren kembali menegur pengguna jalan. Mulai dari truk warna kuning yang pengemudinya tak mengenakan sabuk pengaman, hingga pemotor yang tak memakai helm. Namun, sopir truk tersebut tidak menggubris peringatan itu. Begitu pula dengan pengendara roda dua yang melanggar. Setelah bahasa menegur tidak manjur, akhirnya Feren memakai jurus lain. “Roda dua tidak pakai helm mohon berputar balik pulang ke rumah untuk ambil helm. Untuk Mas Ganteng pakai hoodie, juga memutar arah,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Siang kemarin (16/3), ruang pemantauan CCTV lalu lintas di Dinas Perhubungan (Dishub) Jember mulai dilakukan pengecekan kualitas kamera oleh Satlantas Polres Jember dan akademisi bidang lalu lintas dari Universitas Jember (Unej). Layar super besar yang memantau setiap persimpangan jalan dari kamera pengintai itu dicoba keandalannya. Apakah bisa berputar atau tidak, termasuk zoom. “Ini bisa zoom sampai terlihat pelat nomor tidak?” tanya AKP Jimmy H Manurung, Kasat Lantas Polres Jember, kepada salah seorang petugas.

MEMANTAU: Petugas Dishub Jember yang terus memantau CCTV lalu lintas, termasuk memberikan teguran lewat pelantang suara.

Kamera CCTV itu bisa di-zoom hingga terlihat pelat nomor kendaraan. Bahkan, pengemudi mobil yang memakai sabuk pengaman atau tidak juga bisa dilihat dari layar. Di sela-sela diskusi para pemangku kebijakan lalu lintas tersebut, tiba-tiba layar super besar mengarahkan ke simpang Mangli. Di sana, terdapat pengendara roda dua menggunakan motor matik merah yang di-zoom lebih dekat.

Petugas CCTV Dishub langsung berbicara melalui mikrofon yang terhubung ke pelantang suara di simpang Mangli. “Selamat siang, kami imbau motor merah telah melewati batas aman dan tidak memakai helm,” tegurnya.

Perempuan pengendara roda dua itu tampak bingung karena motornya melewati garis marka. Lagi-lagi, pengendara dibuat tersipu malu dan kepalanya menengok kanan kiri setelah mendengar teguran itu. Sampai-sampai wajahnya ditutup dengan kerudung. “Sekali lagi, Mbaknya yang temannya tidak pakai helm agar turun dari motor,” ucap petugas CCTV yang bernama Feren Febiola tersebut.

Kamera pun berpindah ke arah Sukorambi. Lewat pelantang suara, Feren kembali menegur pengguna jalan. Mulai dari truk warna kuning yang pengemudinya tak mengenakan sabuk pengaman, hingga pemotor yang tak memakai helm. Namun, sopir truk tersebut tidak menggubris peringatan itu. Begitu pula dengan pengendara roda dua yang melanggar. Setelah bahasa menegur tidak manjur, akhirnya Feren memakai jurus lain. “Roda dua tidak pakai helm mohon berputar balik pulang ke rumah untuk ambil helm. Untuk Mas Ganteng pakai hoodie, juga memutar arah,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/