alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Tangkis Hulu Sungai Sangat Rendah

Potensi Kembali Meluap Masih Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat banjir yang menerjang sejumlah kawasan di Jember, akhir Januari lalu? Banjir yang terjadi karena luapan Sungai Bedadung itu diduga kuat berasal dari rendahnya tangkis di kawasan hulu sungai.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember ke salah satu wilayah hulu, tepatnya di Desa Patemon, Kecamatan Arjasa, menunjukkan, kedua sisi tangkis sungai hanya memiliki ketinggian sekitar 3-5 meter. Padahal, jika dibandingkan dengan ketinggian tangkis di wilayah selatan Sungai Bedadung, ketinggian mencapai lebih dari 10 meter.

Sejumlah warga sekitar sungai di daerah itu menuturkan, saat banjir akhir Januari lalu itu, kawasan itu juga menjadi daerah pertama yang terkena dampak banjir. “Di sekitar sini sudah banjir. Tapi, karena rumah warga masih jauh dari sungai, jadi tidak ada yang terkena banjir,” kata Ana, warga yang tinggal tak jauh dari sungai itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tangkis di sekitar Desa Patemon, menurut dia, masih lebih baik. Sebab, meskipun rendah, di kedua sisi sungai terdapat lahan yang juga berfungsi sebagai penahan alami. Justru yang parah saat banjir itu adalah daerah Antirogo, yang lokasinya tidak jauh dari Desa Patemon. “Kedua tepi sungainya rendah, dan banyak rumah di pinggir sungai. Jadi, banyak warga terkena dampak luapannya dulu itu,” sambung Ferdi, warga sekitar sungai lainnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat banjir yang menerjang sejumlah kawasan di Jember, akhir Januari lalu? Banjir yang terjadi karena luapan Sungai Bedadung itu diduga kuat berasal dari rendahnya tangkis di kawasan hulu sungai.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember ke salah satu wilayah hulu, tepatnya di Desa Patemon, Kecamatan Arjasa, menunjukkan, kedua sisi tangkis sungai hanya memiliki ketinggian sekitar 3-5 meter. Padahal, jika dibandingkan dengan ketinggian tangkis di wilayah selatan Sungai Bedadung, ketinggian mencapai lebih dari 10 meter.

Sejumlah warga sekitar sungai di daerah itu menuturkan, saat banjir akhir Januari lalu itu, kawasan itu juga menjadi daerah pertama yang terkena dampak banjir. “Di sekitar sini sudah banjir. Tapi, karena rumah warga masih jauh dari sungai, jadi tidak ada yang terkena banjir,” kata Ana, warga yang tinggal tak jauh dari sungai itu.

Tangkis di sekitar Desa Patemon, menurut dia, masih lebih baik. Sebab, meskipun rendah, di kedua sisi sungai terdapat lahan yang juga berfungsi sebagai penahan alami. Justru yang parah saat banjir itu adalah daerah Antirogo, yang lokasinya tidak jauh dari Desa Patemon. “Kedua tepi sungainya rendah, dan banyak rumah di pinggir sungai. Jadi, banyak warga terkena dampak luapannya dulu itu,” sambung Ferdi, warga sekitar sungai lainnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat banjir yang menerjang sejumlah kawasan di Jember, akhir Januari lalu? Banjir yang terjadi karena luapan Sungai Bedadung itu diduga kuat berasal dari rendahnya tangkis di kawasan hulu sungai.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember ke salah satu wilayah hulu, tepatnya di Desa Patemon, Kecamatan Arjasa, menunjukkan, kedua sisi tangkis sungai hanya memiliki ketinggian sekitar 3-5 meter. Padahal, jika dibandingkan dengan ketinggian tangkis di wilayah selatan Sungai Bedadung, ketinggian mencapai lebih dari 10 meter.

Sejumlah warga sekitar sungai di daerah itu menuturkan, saat banjir akhir Januari lalu itu, kawasan itu juga menjadi daerah pertama yang terkena dampak banjir. “Di sekitar sini sudah banjir. Tapi, karena rumah warga masih jauh dari sungai, jadi tidak ada yang terkena banjir,” kata Ana, warga yang tinggal tak jauh dari sungai itu.

Tangkis di sekitar Desa Patemon, menurut dia, masih lebih baik. Sebab, meskipun rendah, di kedua sisi sungai terdapat lahan yang juga berfungsi sebagai penahan alami. Justru yang parah saat banjir itu adalah daerah Antirogo, yang lokasinya tidak jauh dari Desa Patemon. “Kedua tepi sungainya rendah, dan banyak rumah di pinggir sungai. Jadi, banyak warga terkena dampak luapannya dulu itu,” sambung Ferdi, warga sekitar sungai lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/