alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sebelum Dijual, Perawatan Harus Sejalan dengan Salat Lima Waktu

Kecambah merupakan salah satu sayuran yang mudah ditemui di Jember. Di balik itu, terdapat perawatan seperti merawat keimanan. Kok bisa begitu?

Mobile_AP_Rectangle 1

“Harga cambah naik, per kilo Rp 10 ribu. Ini karena harga kacang hijau cukup mahal. Sekilo kami dapat Rp 32 ribu. Harapan kami, harga kacang hijau turun dan harganya standar. Kalau mahal, kami harus ngutang dulu, karena tidak punya modal,” paparnya.

Hariyanto yang merupakan keponakan Yusuf pun menyampaikan, modal usaha pembuatan kecambah kerap pinjam, karena penghasilan dari kecambah tergolong pas-pasan. Panen hari ini untuk dimakan keluarga hari itu juga. “Saya juga jualan sendiri di Pasar Sabtuan, Tegal Besar. Tapi hanya pagi,” tutur jejaka ini.

Sementara itu, Subagio alias Pak Edo menyebut, dirinya baru melakukan perawatan dan akan panen hari ini. “Tadi pagi sudah, sekarang hanya merawat saja. Besok insyaallah panen,” ulasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketiga pria ini pun berharap agar harga kacang hijau tidak terus-terusan naik. Dengan begitu, mereka tidak akan bingung untuk menyiapkan kacang hijaunya sebagai bahan baku taoge. “Yang memasok kacang hijau warga sini juga. Ini sudah pekerjaan turun-temurun dan dikenal banyak orang. Walau di sini masuk Gebang Poreng, tapi orang mengenalnya Gebang Kecambah,” ujar Subagio.

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

“Harga cambah naik, per kilo Rp 10 ribu. Ini karena harga kacang hijau cukup mahal. Sekilo kami dapat Rp 32 ribu. Harapan kami, harga kacang hijau turun dan harganya standar. Kalau mahal, kami harus ngutang dulu, karena tidak punya modal,” paparnya.

Hariyanto yang merupakan keponakan Yusuf pun menyampaikan, modal usaha pembuatan kecambah kerap pinjam, karena penghasilan dari kecambah tergolong pas-pasan. Panen hari ini untuk dimakan keluarga hari itu juga. “Saya juga jualan sendiri di Pasar Sabtuan, Tegal Besar. Tapi hanya pagi,” tutur jejaka ini.

Sementara itu, Subagio alias Pak Edo menyebut, dirinya baru melakukan perawatan dan akan panen hari ini. “Tadi pagi sudah, sekarang hanya merawat saja. Besok insyaallah panen,” ulasnya.

Ketiga pria ini pun berharap agar harga kacang hijau tidak terus-terusan naik. Dengan begitu, mereka tidak akan bingung untuk menyiapkan kacang hijaunya sebagai bahan baku taoge. “Yang memasok kacang hijau warga sini juga. Ini sudah pekerjaan turun-temurun dan dikenal banyak orang. Walau di sini masuk Gebang Poreng, tapi orang mengenalnya Gebang Kecambah,” ujar Subagio.

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

“Harga cambah naik, per kilo Rp 10 ribu. Ini karena harga kacang hijau cukup mahal. Sekilo kami dapat Rp 32 ribu. Harapan kami, harga kacang hijau turun dan harganya standar. Kalau mahal, kami harus ngutang dulu, karena tidak punya modal,” paparnya.

Hariyanto yang merupakan keponakan Yusuf pun menyampaikan, modal usaha pembuatan kecambah kerap pinjam, karena penghasilan dari kecambah tergolong pas-pasan. Panen hari ini untuk dimakan keluarga hari itu juga. “Saya juga jualan sendiri di Pasar Sabtuan, Tegal Besar. Tapi hanya pagi,” tutur jejaka ini.

Sementara itu, Subagio alias Pak Edo menyebut, dirinya baru melakukan perawatan dan akan panen hari ini. “Tadi pagi sudah, sekarang hanya merawat saja. Besok insyaallah panen,” ulasnya.

Ketiga pria ini pun berharap agar harga kacang hijau tidak terus-terusan naik. Dengan begitu, mereka tidak akan bingung untuk menyiapkan kacang hijaunya sebagai bahan baku taoge. “Yang memasok kacang hijau warga sini juga. Ini sudah pekerjaan turun-temurun dan dikenal banyak orang. Walau di sini masuk Gebang Poreng, tapi orang mengenalnya Gebang Kecambah,” ujar Subagio.

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/