alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sebelum Dijual, Perawatan Harus Sejalan dengan Salat Lima Waktu

Kecambah merupakan salah satu sayuran yang mudah ditemui di Jember. Di balik itu, terdapat perawatan seperti merawat keimanan. Kok bisa begitu?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Waktu ibadah salat Zuhur baru saja usai. Tiga orang pria terlihat bergegas menuju sungai di Lingkungan Gebang Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Di sungai itu, ketiganya bekerja membuat sayur kecambah.

Yusuf, Hariyanto, dan Subagio pun menuju ke tempat produksi kecambahnya masing-masing. Ketiga pria yang tinggal hanya berjarak sepelemparan batu dari sungai tersebut langsung membuka puluhan bak berisi pembibitan kecambah yang ditutup dengan daun pisang.

Melalui cara itulah, mereka akan mengetahui perkembangan penyemaian kecambah. Apakah sudah siap jual atau masih perlu menunggu lagi. “Rata-rata cambah akan siap dijual setelah tiga hari,” kata Yusuf kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yusuf menjelaskan, dalam memproduksi kecambah, dibutuhkan ketekunan dan rutinitas yang tergolong tinggi. Selama merawatnya, Yusuf mengibaratkan seperti menjaga iman. Betapa tidak, sejak kacang hijau mulai dibuat bibit taoge, maka sejak itu pula perlu melakukan penyiraman selama lima kali dalam sehari-semalam.

Menurutnya, penyiraman kecambah ini hampir sama dengan salat lima waktu karena harus disirami lima kali. Waktunya pun sebelum atau sesudah Subuh, sebelum atau sesudah Zuhur, Asar, Magrib, dan setelah Isya atau menjelang tengah malam. “Jadi, merawatnya ibarat merawat salat,” beber Yusuf.

Apabila perawatan kurang dari lima kali penyiraman, maka tingkat kedisiplinan dan keimanan bisa disebut masih kurang. Dampaknya berpengaruh negatif pada pertumbuhan taoge. “Kalau telat terlalu lama, cambah bisa jadi rusak. Jadi, sehari lima kali sebelum atau sesudah salat. Khusus waktu Isya, biasanya pukul 21.00,” ucapnya.

Yusuf dan Hariyanto yang saat itu sudah melakukan penyiraman, kemudian bergeser pada kecambah yang usia penyemaiannya sudah tiga hari. Begitu daun-daun pisang dibuka, kecambah telah siap dipanen. Tanpa menunggu waktu, keduanya langsung mengeksekusi dan membersihkannya di sungai setempat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Waktu ibadah salat Zuhur baru saja usai. Tiga orang pria terlihat bergegas menuju sungai di Lingkungan Gebang Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Di sungai itu, ketiganya bekerja membuat sayur kecambah.

Yusuf, Hariyanto, dan Subagio pun menuju ke tempat produksi kecambahnya masing-masing. Ketiga pria yang tinggal hanya berjarak sepelemparan batu dari sungai tersebut langsung membuka puluhan bak berisi pembibitan kecambah yang ditutup dengan daun pisang.

Melalui cara itulah, mereka akan mengetahui perkembangan penyemaian kecambah. Apakah sudah siap jual atau masih perlu menunggu lagi. “Rata-rata cambah akan siap dijual setelah tiga hari,” kata Yusuf kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yusuf menjelaskan, dalam memproduksi kecambah, dibutuhkan ketekunan dan rutinitas yang tergolong tinggi. Selama merawatnya, Yusuf mengibaratkan seperti menjaga iman. Betapa tidak, sejak kacang hijau mulai dibuat bibit taoge, maka sejak itu pula perlu melakukan penyiraman selama lima kali dalam sehari-semalam.

Menurutnya, penyiraman kecambah ini hampir sama dengan salat lima waktu karena harus disirami lima kali. Waktunya pun sebelum atau sesudah Subuh, sebelum atau sesudah Zuhur, Asar, Magrib, dan setelah Isya atau menjelang tengah malam. “Jadi, merawatnya ibarat merawat salat,” beber Yusuf.

Apabila perawatan kurang dari lima kali penyiraman, maka tingkat kedisiplinan dan keimanan bisa disebut masih kurang. Dampaknya berpengaruh negatif pada pertumbuhan taoge. “Kalau telat terlalu lama, cambah bisa jadi rusak. Jadi, sehari lima kali sebelum atau sesudah salat. Khusus waktu Isya, biasanya pukul 21.00,” ucapnya.

Yusuf dan Hariyanto yang saat itu sudah melakukan penyiraman, kemudian bergeser pada kecambah yang usia penyemaiannya sudah tiga hari. Begitu daun-daun pisang dibuka, kecambah telah siap dipanen. Tanpa menunggu waktu, keduanya langsung mengeksekusi dan membersihkannya di sungai setempat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Waktu ibadah salat Zuhur baru saja usai. Tiga orang pria terlihat bergegas menuju sungai di Lingkungan Gebang Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Di sungai itu, ketiganya bekerja membuat sayur kecambah.

Yusuf, Hariyanto, dan Subagio pun menuju ke tempat produksi kecambahnya masing-masing. Ketiga pria yang tinggal hanya berjarak sepelemparan batu dari sungai tersebut langsung membuka puluhan bak berisi pembibitan kecambah yang ditutup dengan daun pisang.

Melalui cara itulah, mereka akan mengetahui perkembangan penyemaian kecambah. Apakah sudah siap jual atau masih perlu menunggu lagi. “Rata-rata cambah akan siap dijual setelah tiga hari,” kata Yusuf kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yusuf menjelaskan, dalam memproduksi kecambah, dibutuhkan ketekunan dan rutinitas yang tergolong tinggi. Selama merawatnya, Yusuf mengibaratkan seperti menjaga iman. Betapa tidak, sejak kacang hijau mulai dibuat bibit taoge, maka sejak itu pula perlu melakukan penyiraman selama lima kali dalam sehari-semalam.

Menurutnya, penyiraman kecambah ini hampir sama dengan salat lima waktu karena harus disirami lima kali. Waktunya pun sebelum atau sesudah Subuh, sebelum atau sesudah Zuhur, Asar, Magrib, dan setelah Isya atau menjelang tengah malam. “Jadi, merawatnya ibarat merawat salat,” beber Yusuf.

Apabila perawatan kurang dari lima kali penyiraman, maka tingkat kedisiplinan dan keimanan bisa disebut masih kurang. Dampaknya berpengaruh negatif pada pertumbuhan taoge. “Kalau telat terlalu lama, cambah bisa jadi rusak. Jadi, sehari lima kali sebelum atau sesudah salat. Khusus waktu Isya, biasanya pukul 21.00,” ucapnya.

Yusuf dan Hariyanto yang saat itu sudah melakukan penyiraman, kemudian bergeser pada kecambah yang usia penyemaiannya sudah tiga hari. Begitu daun-daun pisang dibuka, kecambah telah siap dipanen. Tanpa menunggu waktu, keduanya langsung mengeksekusi dan membersihkannya di sungai setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/