alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Berikutnya Sekolah Mana Lagi?

Eternit Ruang Kelas SDN Badean 01 Amblek

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bagai kejuaraan lari estafet, peristiwa ambrolnya eternit ruang kelas seolah tak mau berhenti. Masih segar di ingatan tentang peristiwa runtuhnya eternit ruang kelas 5 SDN Sumberjambe 01, Kecamatan Sumberjambe, awal Februari lalu. Kini, giliran plafon ruang kelas 1 SDN Badean 01 di Kecamatan Bangsalsari, kemarin (16/2), sekitar pukul 07.30. Berikutnya, entah mana lagi sekolah yang akan menyusul.

Ambrolnya eternit ruang kelas ini lantaran lama kosong dan tidak digunakan untuk pembelajaran. Sebab, selama pandemi Covid-19, siswa kelas 1 belajar di rumah. Lamanya hampir setahun sejak kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut diberlakukan. Di sisi lain, petaka ini juga menunjukkan amburadulnya manajemen perawatan gedung sekolah. Meski tidak digunakan belajar, seharusnya ruang kelas itu tetap dibersihkan dan dikontrol kelayakannya.

Dugaan minimnya perawatan bangunan ini dikuatkan dengan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember. Ambrolnya eternit karena bagian plafon untuk penguat sudah lapuk akibat dimakan rayap. “Terlihat di bawah bangku dan di dinding tembok juga ada tumpukan tanah basah yang di dalamnya masih banyak rayap,” kata Baharyanto, Kepala SDN Badean 01.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 yang berjalan hampir setahun ini, ruang kelas tersebut tidak pernah ditempati. “Karena siswa kelas 1 sejak daftar atau sejak awal Maret 2020 tidak ada pembelajaran (tatap muka, Red),” terangnya.

Tak hanya siswa kelas 1, siswa di atasnya hingga kelas 6 semuanya juga belajar di rumah. Karena itu, saat eternit ambruk, ruang kelas dalam kondisi kosong. “Padahal baru 2019 lalu beberapa ruang kelas direhab oleh sekolah karena rusak. Ini belum lama direhab sudah ambrol lagi,” ujarnya.

Jika dilihat sepintas, memang tidak terlihat jika bagian plafon itu rusak. Sebab, rayap naik ke plafon tersebut lewat tembok. Ada kekhawatiran, ambrolnya eternit ruang kelas 1 ini juga akan merembet ke ruang kelas lainnya. Seperti ruang kelas 2 yang plafonnya juga mulai melengkung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bagai kejuaraan lari estafet, peristiwa ambrolnya eternit ruang kelas seolah tak mau berhenti. Masih segar di ingatan tentang peristiwa runtuhnya eternit ruang kelas 5 SDN Sumberjambe 01, Kecamatan Sumberjambe, awal Februari lalu. Kini, giliran plafon ruang kelas 1 SDN Badean 01 di Kecamatan Bangsalsari, kemarin (16/2), sekitar pukul 07.30. Berikutnya, entah mana lagi sekolah yang akan menyusul.

Ambrolnya eternit ruang kelas ini lantaran lama kosong dan tidak digunakan untuk pembelajaran. Sebab, selama pandemi Covid-19, siswa kelas 1 belajar di rumah. Lamanya hampir setahun sejak kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut diberlakukan. Di sisi lain, petaka ini juga menunjukkan amburadulnya manajemen perawatan gedung sekolah. Meski tidak digunakan belajar, seharusnya ruang kelas itu tetap dibersihkan dan dikontrol kelayakannya.

Dugaan minimnya perawatan bangunan ini dikuatkan dengan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember. Ambrolnya eternit karena bagian plafon untuk penguat sudah lapuk akibat dimakan rayap. “Terlihat di bawah bangku dan di dinding tembok juga ada tumpukan tanah basah yang di dalamnya masih banyak rayap,” kata Baharyanto, Kepala SDN Badean 01.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 yang berjalan hampir setahun ini, ruang kelas tersebut tidak pernah ditempati. “Karena siswa kelas 1 sejak daftar atau sejak awal Maret 2020 tidak ada pembelajaran (tatap muka, Red),” terangnya.

Tak hanya siswa kelas 1, siswa di atasnya hingga kelas 6 semuanya juga belajar di rumah. Karena itu, saat eternit ambruk, ruang kelas dalam kondisi kosong. “Padahal baru 2019 lalu beberapa ruang kelas direhab oleh sekolah karena rusak. Ini belum lama direhab sudah ambrol lagi,” ujarnya.

Jika dilihat sepintas, memang tidak terlihat jika bagian plafon itu rusak. Sebab, rayap naik ke plafon tersebut lewat tembok. Ada kekhawatiran, ambrolnya eternit ruang kelas 1 ini juga akan merembet ke ruang kelas lainnya. Seperti ruang kelas 2 yang plafonnya juga mulai melengkung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bagai kejuaraan lari estafet, peristiwa ambrolnya eternit ruang kelas seolah tak mau berhenti. Masih segar di ingatan tentang peristiwa runtuhnya eternit ruang kelas 5 SDN Sumberjambe 01, Kecamatan Sumberjambe, awal Februari lalu. Kini, giliran plafon ruang kelas 1 SDN Badean 01 di Kecamatan Bangsalsari, kemarin (16/2), sekitar pukul 07.30. Berikutnya, entah mana lagi sekolah yang akan menyusul.

Ambrolnya eternit ruang kelas ini lantaran lama kosong dan tidak digunakan untuk pembelajaran. Sebab, selama pandemi Covid-19, siswa kelas 1 belajar di rumah. Lamanya hampir setahun sejak kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut diberlakukan. Di sisi lain, petaka ini juga menunjukkan amburadulnya manajemen perawatan gedung sekolah. Meski tidak digunakan belajar, seharusnya ruang kelas itu tetap dibersihkan dan dikontrol kelayakannya.

Dugaan minimnya perawatan bangunan ini dikuatkan dengan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember. Ambrolnya eternit karena bagian plafon untuk penguat sudah lapuk akibat dimakan rayap. “Terlihat di bawah bangku dan di dinding tembok juga ada tumpukan tanah basah yang di dalamnya masih banyak rayap,” kata Baharyanto, Kepala SDN Badean 01.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 yang berjalan hampir setahun ini, ruang kelas tersebut tidak pernah ditempati. “Karena siswa kelas 1 sejak daftar atau sejak awal Maret 2020 tidak ada pembelajaran (tatap muka, Red),” terangnya.

Tak hanya siswa kelas 1, siswa di atasnya hingga kelas 6 semuanya juga belajar di rumah. Karena itu, saat eternit ambruk, ruang kelas dalam kondisi kosong. “Padahal baru 2019 lalu beberapa ruang kelas direhab oleh sekolah karena rusak. Ini belum lama direhab sudah ambrol lagi,” ujarnya.

Jika dilihat sepintas, memang tidak terlihat jika bagian plafon itu rusak. Sebab, rayap naik ke plafon tersebut lewat tembok. Ada kekhawatiran, ambrolnya eternit ruang kelas 1 ini juga akan merembet ke ruang kelas lainnya. Seperti ruang kelas 2 yang plafonnya juga mulai melengkung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/