alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Anak yang Menggorok Ibu Kandung di Jember Dibawa ke Psikiater

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penyidikan kasus anak yang menggorok leher ibunya di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember, terhenti untuk sementara waktu. Sebab, tersangka Misyanto hingga kini masih bungkam. Dia ditengarai mengalami depresi, sehingga polisi kesulitan ketika meminta keterangan dari pria 45 tahun tersebut.

Kapolsek Silo AKP Tanto mengatakan, sejak diamankan Sabtu (13/8) malam lalu, tersangka terlihat masih linglung. Polisi belum bisa memastikan apakah kondisi itu akibat guncangan jiwa pasca tersangka menggorok ibunya, atau ada penyebab lain. Misalnya, sejak awal terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.

“Kami harus memastikan dulu. Makanya hari ini, tersangka kami bawa ke psikiater di RSD dr Soebandi, Jember. Semoga hasilnya bisa segera diketahui,” kata Tanto kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (16/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Anak di Jember Gorok Ibu Kandung saat Tertidur Pulas, Kondisinya Kritis

Kasus penganiayaan terhadap ibu kandung ini sempat menggegerkan warga seantero Jember. Sebab, jarang sekali ada perkara penganiayaan yang dilakukan seorang anak kepada ibunya sendiri. Apalagi, saat insiden itu terjadi, sang ibu dalam keadaan sakit dan tertidur lelap di kamar. Korban pun terluka sayatan di leher yang cukup parah.

Beragam spekulasi dari masyarakat mencuat. Salah satunya adalah tersangka mengalami gangguan jiwa. Terlebih, ketika polisi mengamankan tersangka di rumah yang ia tinggali bersama sang ibu, tatapan matanya kosong. Bahkan, di dalam kamarnya juga berantakan. Banyak pakaian yang berserakan dan tertumpuk begitu saja.

“Namun kami belum bisa menyimpulkan. Perlu pemeriksaan mendalam dari ahli, yakni dokter spesialis kejiwaan. Apapun hasilnya, nanti akan mempengaruhi proses penyidikan berikutnya,” ujar Tanto. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penyidikan kasus anak yang menggorok leher ibunya di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember, terhenti untuk sementara waktu. Sebab, tersangka Misyanto hingga kini masih bungkam. Dia ditengarai mengalami depresi, sehingga polisi kesulitan ketika meminta keterangan dari pria 45 tahun tersebut.

Kapolsek Silo AKP Tanto mengatakan, sejak diamankan Sabtu (13/8) malam lalu, tersangka terlihat masih linglung. Polisi belum bisa memastikan apakah kondisi itu akibat guncangan jiwa pasca tersangka menggorok ibunya, atau ada penyebab lain. Misalnya, sejak awal terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.

“Kami harus memastikan dulu. Makanya hari ini, tersangka kami bawa ke psikiater di RSD dr Soebandi, Jember. Semoga hasilnya bisa segera diketahui,” kata Tanto kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (16/8).

BACA JUGA: Anak di Jember Gorok Ibu Kandung saat Tertidur Pulas, Kondisinya Kritis

Kasus penganiayaan terhadap ibu kandung ini sempat menggegerkan warga seantero Jember. Sebab, jarang sekali ada perkara penganiayaan yang dilakukan seorang anak kepada ibunya sendiri. Apalagi, saat insiden itu terjadi, sang ibu dalam keadaan sakit dan tertidur lelap di kamar. Korban pun terluka sayatan di leher yang cukup parah.

Beragam spekulasi dari masyarakat mencuat. Salah satunya adalah tersangka mengalami gangguan jiwa. Terlebih, ketika polisi mengamankan tersangka di rumah yang ia tinggali bersama sang ibu, tatapan matanya kosong. Bahkan, di dalam kamarnya juga berantakan. Banyak pakaian yang berserakan dan tertumpuk begitu saja.

“Namun kami belum bisa menyimpulkan. Perlu pemeriksaan mendalam dari ahli, yakni dokter spesialis kejiwaan. Apapun hasilnya, nanti akan mempengaruhi proses penyidikan berikutnya,” ujar Tanto. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penyidikan kasus anak yang menggorok leher ibunya di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember, terhenti untuk sementara waktu. Sebab, tersangka Misyanto hingga kini masih bungkam. Dia ditengarai mengalami depresi, sehingga polisi kesulitan ketika meminta keterangan dari pria 45 tahun tersebut.

Kapolsek Silo AKP Tanto mengatakan, sejak diamankan Sabtu (13/8) malam lalu, tersangka terlihat masih linglung. Polisi belum bisa memastikan apakah kondisi itu akibat guncangan jiwa pasca tersangka menggorok ibunya, atau ada penyebab lain. Misalnya, sejak awal terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.

“Kami harus memastikan dulu. Makanya hari ini, tersangka kami bawa ke psikiater di RSD dr Soebandi, Jember. Semoga hasilnya bisa segera diketahui,” kata Tanto kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (16/8).

BACA JUGA: Anak di Jember Gorok Ibu Kandung saat Tertidur Pulas, Kondisinya Kritis

Kasus penganiayaan terhadap ibu kandung ini sempat menggegerkan warga seantero Jember. Sebab, jarang sekali ada perkara penganiayaan yang dilakukan seorang anak kepada ibunya sendiri. Apalagi, saat insiden itu terjadi, sang ibu dalam keadaan sakit dan tertidur lelap di kamar. Korban pun terluka sayatan di leher yang cukup parah.

Beragam spekulasi dari masyarakat mencuat. Salah satunya adalah tersangka mengalami gangguan jiwa. Terlebih, ketika polisi mengamankan tersangka di rumah yang ia tinggali bersama sang ibu, tatapan matanya kosong. Bahkan, di dalam kamarnya juga berantakan. Banyak pakaian yang berserakan dan tertumpuk begitu saja.

“Namun kami belum bisa menyimpulkan. Perlu pemeriksaan mendalam dari ahli, yakni dokter spesialis kejiwaan. Apapun hasilnya, nanti akan mempengaruhi proses penyidikan berikutnya,” ujar Tanto. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/