alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Ingin Pergi Bersama, Begitu Gilirannya, Tertunda Akibat Korona

Banyak orang menginginkan berangkat haji bersama sang istri. Salah satunya Turmudji, warga Desa/Kecamatan Rambipuji. Dia rela masuk ke daftar tunggu bertahun-tahun, demi berangkat bersama belahan hidupnya tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberangkatan haji Turmudji harus tertunda untuk kesekian kalinya. Hal itu karena dirinya ada keinginan berangkat haji bersama Siti Rohani, istrinya. Siapa sangka, pasangan suami istri itu harus menunda bertahun-tahun, ditambah lagi dengan hadirnya pandemi korona.

Puluhan tahun lalu, Turmudji merupakan seorang guru negeri. Dia mulai menabung sejak masih muda. Tahun 2010 lalu, dia pun mendaftar menjadi calon jamaah haji (CJH). Beberapa tahun setelah itu, dirinya telah miliki tiket keberangkatan untuk menunaikan ibadah hajinya.

Sebelum berangkat, Turmudji kemudian merenungi hidupnya. Selama ini, dia hidup bersama sang istri tercinta hingga dikaruniai dua anak. Saat itulah, dia memiliki niat memberangkatkan istrinya naik haji. Tapi apa daya, dana saat itu belum cukup. “Tahun 2017, akhirnya istri saya lunas. Sebelum 2017, saya sudah bisa berangkat, tetapi menunda karena ingin bersama istri,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski istrinya telah lunas di tahun itu, pensiunan guru yang kini menjadi takmir masjid ini menyebut, dia dan istrinya tidak otomatis bisa berangkat haji. Hal itu karena Turmudji sebenarnya sudah bisa berangkat, sementara istrinya masih harus masuk daftar tunggu. Dia pun mengambil daftar tunggu untuk CJH suami istri. Akibatnya, pria ini harus menunggu tahun 2020. “Tahun 2019, kalau saya berangkat sendiri, saya tetap bisa. Tetapi saya tetap ingin bersama istri. Akhirnya jadwal keberangkatan tahun 2020,” ucapnya.

Pria yang setiap hari mengurus masjid dan mengajar sejumlah anak di TPQ itu mengaku, sehari-hari dia dan istrinya hanya mengurus masjid. Itu dia lakukan sejak pensiun beberapa tahun lalu. “Salat lima waktu selalu ditemani istri. Jadi, kegiatan saya setelah pensiun ngurus anak-anak di TPQ,” ucapnya.

Tahun 2019 telah berganti. Turmudji yang telah menunda keberangkatan hajinya memiliki peluang untuk berangkat bersama sang istri di tahun 2020. Siapa sangka, wabah korona menghantam dunia. Keberangkatan haji pun ditunda oleh pemerintah. “Akhirnya, harus menunggu tahun 2021. Ternyata tahun ini ditunda lagi,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberangkatan haji Turmudji harus tertunda untuk kesekian kalinya. Hal itu karena dirinya ada keinginan berangkat haji bersama Siti Rohani, istrinya. Siapa sangka, pasangan suami istri itu harus menunda bertahun-tahun, ditambah lagi dengan hadirnya pandemi korona.

Puluhan tahun lalu, Turmudji merupakan seorang guru negeri. Dia mulai menabung sejak masih muda. Tahun 2010 lalu, dia pun mendaftar menjadi calon jamaah haji (CJH). Beberapa tahun setelah itu, dirinya telah miliki tiket keberangkatan untuk menunaikan ibadah hajinya.

Sebelum berangkat, Turmudji kemudian merenungi hidupnya. Selama ini, dia hidup bersama sang istri tercinta hingga dikaruniai dua anak. Saat itulah, dia memiliki niat memberangkatkan istrinya naik haji. Tapi apa daya, dana saat itu belum cukup. “Tahun 2017, akhirnya istri saya lunas. Sebelum 2017, saya sudah bisa berangkat, tetapi menunda karena ingin bersama istri,” ucapnya.

Meski istrinya telah lunas di tahun itu, pensiunan guru yang kini menjadi takmir masjid ini menyebut, dia dan istrinya tidak otomatis bisa berangkat haji. Hal itu karena Turmudji sebenarnya sudah bisa berangkat, sementara istrinya masih harus masuk daftar tunggu. Dia pun mengambil daftar tunggu untuk CJH suami istri. Akibatnya, pria ini harus menunggu tahun 2020. “Tahun 2019, kalau saya berangkat sendiri, saya tetap bisa. Tetapi saya tetap ingin bersama istri. Akhirnya jadwal keberangkatan tahun 2020,” ucapnya.

Pria yang setiap hari mengurus masjid dan mengajar sejumlah anak di TPQ itu mengaku, sehari-hari dia dan istrinya hanya mengurus masjid. Itu dia lakukan sejak pensiun beberapa tahun lalu. “Salat lima waktu selalu ditemani istri. Jadi, kegiatan saya setelah pensiun ngurus anak-anak di TPQ,” ucapnya.

Tahun 2019 telah berganti. Turmudji yang telah menunda keberangkatan hajinya memiliki peluang untuk berangkat bersama sang istri di tahun 2020. Siapa sangka, wabah korona menghantam dunia. Keberangkatan haji pun ditunda oleh pemerintah. “Akhirnya, harus menunggu tahun 2021. Ternyata tahun ini ditunda lagi,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberangkatan haji Turmudji harus tertunda untuk kesekian kalinya. Hal itu karena dirinya ada keinginan berangkat haji bersama Siti Rohani, istrinya. Siapa sangka, pasangan suami istri itu harus menunda bertahun-tahun, ditambah lagi dengan hadirnya pandemi korona.

Puluhan tahun lalu, Turmudji merupakan seorang guru negeri. Dia mulai menabung sejak masih muda. Tahun 2010 lalu, dia pun mendaftar menjadi calon jamaah haji (CJH). Beberapa tahun setelah itu, dirinya telah miliki tiket keberangkatan untuk menunaikan ibadah hajinya.

Sebelum berangkat, Turmudji kemudian merenungi hidupnya. Selama ini, dia hidup bersama sang istri tercinta hingga dikaruniai dua anak. Saat itulah, dia memiliki niat memberangkatkan istrinya naik haji. Tapi apa daya, dana saat itu belum cukup. “Tahun 2017, akhirnya istri saya lunas. Sebelum 2017, saya sudah bisa berangkat, tetapi menunda karena ingin bersama istri,” ucapnya.

Meski istrinya telah lunas di tahun itu, pensiunan guru yang kini menjadi takmir masjid ini menyebut, dia dan istrinya tidak otomatis bisa berangkat haji. Hal itu karena Turmudji sebenarnya sudah bisa berangkat, sementara istrinya masih harus masuk daftar tunggu. Dia pun mengambil daftar tunggu untuk CJH suami istri. Akibatnya, pria ini harus menunggu tahun 2020. “Tahun 2019, kalau saya berangkat sendiri, saya tetap bisa. Tetapi saya tetap ingin bersama istri. Akhirnya jadwal keberangkatan tahun 2020,” ucapnya.

Pria yang setiap hari mengurus masjid dan mengajar sejumlah anak di TPQ itu mengaku, sehari-hari dia dan istrinya hanya mengurus masjid. Itu dia lakukan sejak pensiun beberapa tahun lalu. “Salat lima waktu selalu ditemani istri. Jadi, kegiatan saya setelah pensiun ngurus anak-anak di TPQ,” ucapnya.

Tahun 2019 telah berganti. Turmudji yang telah menunda keberangkatan hajinya memiliki peluang untuk berangkat bersama sang istri di tahun 2020. Siapa sangka, wabah korona menghantam dunia. Keberangkatan haji pun ditunda oleh pemerintah. “Akhirnya, harus menunggu tahun 2021. Ternyata tahun ini ditunda lagi,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/