alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Raih Emas Ganda dan Beregu Sudah Pernah, Kini Penasaran di Tunggal Putri

Nama Fauziah Azzaroh masih menjadi tumpuan cabor tenis lapangan untuk mendulang medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII 2022 mendatang. Dua kali ikut Porprov, dia selalu bawa pulang medali emas. Namun, di tunggal putri Fauziah masih belum meraih medali emas.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan jersey serba hitam, Fauziah Azzahro mulai tiba di lapangan tenis Universitas Jember (Unej) awal April lalu. Dara berusia 21 tahun tersebut mulai melakukan pemanasan. Pukulan demi pukulan dilancarkan. Dia juga mulai latih tanding dengan duetnya, Chofifah, yang bersama meraih medali emas di Porprov 2019 lalu.

Usi, sapaan Fauziah, masih diproyeksikan masuk skuad tim tenis lapangan Jember untuk kontingen Jember di Porprov 2022 mendatang. Dia juga bisa dibilang petenis paling kenyang dengan Porprov. Pada usia 13 tahun, Usi sudah pernah merasakan manisnya kemenangan. Turun di kategori beregu putri, dia mampu meraih medali emas. “Porprov di Madiun 2013 dapat emas di beregu putri,” kenangnya.

Dua tahun sesudah itu, Usi mulai tumbuh dewasa. Dari atlet yang nol pengalaman di Porprov, mulai bisa jadi tumpuan kontingen Jember di Porprov Banyuwangi 2015. Kemenangan manis di Madiun masih terasa di ingatannya. Naik podium tertinggi dan dikalungi medali emas, sudah ada dalam bayangannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, bayangan itu tidak sesuai ekspektasi. Usi harus puas pulang dengan medali perunggu. Ya, perempuan yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej tersebut meraih dua medali perunggu. Masing-masing di tunggal putri dan beregu.

Setelah ajang itu, Usi terus konsisten latihan. Pukulannya mulai membaik. Kencang, terarah, dan tentunya mematikan. Kejuaraan demi kejuaraan juga terus dilakoni. Penantian Porprov yang umumnya digelar per dua tahun sekali, tidak terjadi lagi. Sebab, Porprov VI dilaksanakan pada 2019 lalu, atau 4 tahun setelah Porprov di Banyuwangi.

Berkaca dari pengalaman terdahulu, setiap pertandingan yang dihadapi tidak pernah dianggap remeh. Inilah yang membuahkan hasil di Porprov 2019, yang digelar di Tuban. Di Kota Tuak, Usi kembali strike dan mengulang keberhasilan Porprov 2013 silam. Bermain ganda dengan Chofifah, dirinya meraih medali emas.

Usi hampir saja meraih emas lagi di Porprov Tuban tersebut. Partai final di tunggal putri, dirinya harus tumbang dengan atlet asal Kediri, hingga rubber set. Karenanya, dirinya harus puas meraih medali perak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan jersey serba hitam, Fauziah Azzahro mulai tiba di lapangan tenis Universitas Jember (Unej) awal April lalu. Dara berusia 21 tahun tersebut mulai melakukan pemanasan. Pukulan demi pukulan dilancarkan. Dia juga mulai latih tanding dengan duetnya, Chofifah, yang bersama meraih medali emas di Porprov 2019 lalu.

Usi, sapaan Fauziah, masih diproyeksikan masuk skuad tim tenis lapangan Jember untuk kontingen Jember di Porprov 2022 mendatang. Dia juga bisa dibilang petenis paling kenyang dengan Porprov. Pada usia 13 tahun, Usi sudah pernah merasakan manisnya kemenangan. Turun di kategori beregu putri, dia mampu meraih medali emas. “Porprov di Madiun 2013 dapat emas di beregu putri,” kenangnya.

Dua tahun sesudah itu, Usi mulai tumbuh dewasa. Dari atlet yang nol pengalaman di Porprov, mulai bisa jadi tumpuan kontingen Jember di Porprov Banyuwangi 2015. Kemenangan manis di Madiun masih terasa di ingatannya. Naik podium tertinggi dan dikalungi medali emas, sudah ada dalam bayangannya.

Namun, bayangan itu tidak sesuai ekspektasi. Usi harus puas pulang dengan medali perunggu. Ya, perempuan yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej tersebut meraih dua medali perunggu. Masing-masing di tunggal putri dan beregu.

Setelah ajang itu, Usi terus konsisten latihan. Pukulannya mulai membaik. Kencang, terarah, dan tentunya mematikan. Kejuaraan demi kejuaraan juga terus dilakoni. Penantian Porprov yang umumnya digelar per dua tahun sekali, tidak terjadi lagi. Sebab, Porprov VI dilaksanakan pada 2019 lalu, atau 4 tahun setelah Porprov di Banyuwangi.

Berkaca dari pengalaman terdahulu, setiap pertandingan yang dihadapi tidak pernah dianggap remeh. Inilah yang membuahkan hasil di Porprov 2019, yang digelar di Tuban. Di Kota Tuak, Usi kembali strike dan mengulang keberhasilan Porprov 2013 silam. Bermain ganda dengan Chofifah, dirinya meraih medali emas.

Usi hampir saja meraih emas lagi di Porprov Tuban tersebut. Partai final di tunggal putri, dirinya harus tumbang dengan atlet asal Kediri, hingga rubber set. Karenanya, dirinya harus puas meraih medali perak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan jersey serba hitam, Fauziah Azzahro mulai tiba di lapangan tenis Universitas Jember (Unej) awal April lalu. Dara berusia 21 tahun tersebut mulai melakukan pemanasan. Pukulan demi pukulan dilancarkan. Dia juga mulai latih tanding dengan duetnya, Chofifah, yang bersama meraih medali emas di Porprov 2019 lalu.

Usi, sapaan Fauziah, masih diproyeksikan masuk skuad tim tenis lapangan Jember untuk kontingen Jember di Porprov 2022 mendatang. Dia juga bisa dibilang petenis paling kenyang dengan Porprov. Pada usia 13 tahun, Usi sudah pernah merasakan manisnya kemenangan. Turun di kategori beregu putri, dia mampu meraih medali emas. “Porprov di Madiun 2013 dapat emas di beregu putri,” kenangnya.

Dua tahun sesudah itu, Usi mulai tumbuh dewasa. Dari atlet yang nol pengalaman di Porprov, mulai bisa jadi tumpuan kontingen Jember di Porprov Banyuwangi 2015. Kemenangan manis di Madiun masih terasa di ingatannya. Naik podium tertinggi dan dikalungi medali emas, sudah ada dalam bayangannya.

Namun, bayangan itu tidak sesuai ekspektasi. Usi harus puas pulang dengan medali perunggu. Ya, perempuan yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej tersebut meraih dua medali perunggu. Masing-masing di tunggal putri dan beregu.

Setelah ajang itu, Usi terus konsisten latihan. Pukulannya mulai membaik. Kencang, terarah, dan tentunya mematikan. Kejuaraan demi kejuaraan juga terus dilakoni. Penantian Porprov yang umumnya digelar per dua tahun sekali, tidak terjadi lagi. Sebab, Porprov VI dilaksanakan pada 2019 lalu, atau 4 tahun setelah Porprov di Banyuwangi.

Berkaca dari pengalaman terdahulu, setiap pertandingan yang dihadapi tidak pernah dianggap remeh. Inilah yang membuahkan hasil di Porprov 2019, yang digelar di Tuban. Di Kota Tuak, Usi kembali strike dan mengulang keberhasilan Porprov 2013 silam. Bermain ganda dengan Chofifah, dirinya meraih medali emas.

Usi hampir saja meraih emas lagi di Porprov Tuban tersebut. Partai final di tunggal putri, dirinya harus tumbang dengan atlet asal Kediri, hingga rubber set. Karenanya, dirinya harus puas meraih medali perak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/