alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Akhirnya RH Buka Suara

Mobile_AP_Rectangle 1

Dalam psikologi, Muhib memaparkan, jika anak masih dalam kondisi kecewa, biasanya anak tersebut masuk dalam perilaku delekuen, yakni kenakalan karena protes. Kenakalan itu sebagai bentuk pemberontakan. “Biasanya anak akan lari pada kehidupan yang bebas. Selain itu, perilaku patologi yang muncul adalah mudah marah. Mudah tersinggung. Kemarahan itu merupakan bentuk luapan kekesalan mereka. Apalagi jika konteksnya anak dititip-titipkan seperti itu (merujuk kasus RH, Red),” paparnya.

Hingga saat ini, pihak RH berupaya agar kasus itu dapat dimediasi. Termasuk dua kali mendatangi rumah ayah Nada dan keluarga besar di Lumajang. Namun, sang ibu menolak upaya mediasi yang ditempuh RH bersama istrinya. Kendati demikian, menurut pakar hukum, apa pun hasil mediasi itu tak berpengaruh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Bila ada dua alat bukti yang cukup dan menguatkan dugaan pelecehan seksual itu, maka status terduga yang awalnya adalah saksi, bisa naik menjadi tersangka.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

RH Di-nonjob-kan

Karena statusnya sebagai dosen sekaligus kepala jurusan di fakultas, maka Rektor Universitas Jember (Unej) membebastugaskan RH untuk sementara waktu. Keputusan ini menyusul adanya rekomendasi dari tim investigasi atau tim pemeriksa yang telah dibentuk sebelumnya. Tim ini mulai bekerja mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan pelanggaran disiplin PNS tersebut. “Unej telah membentuk tim pemeriksa. Kini tinggal menunggu perkembangannya,” ujar Rokhmad Hidayanto, Wakil Koordinator Bidang Humas Unej.

Menurutnya, rekomendasi itu disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang telah diperoleh oleh tim. Terlebih, ancaman hukuman disiplinnya kategori tingkat berat. Karena itu, sesuai Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, maka tim investigasi memberikan rekomendasi tersebut.

Rekomendasi tim pemeriksa ini langsung direspons oleh rektor dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan yang disandang RH sebelumnya. Selain dalam rangka mendukung kelancaran pemeriksaan oleh tim investigasi, juga dilatarbelakangi perkembangan status hukum RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember.

Pembebastugasan sementara ini berlaku sampai dengan ditetapkannya hukuman disiplin PNS. Jika terbukti sebagai pelanggaran berat, maka hukumannya bisa sampai pemberhentian sebagai PNS.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Dalam psikologi, Muhib memaparkan, jika anak masih dalam kondisi kecewa, biasanya anak tersebut masuk dalam perilaku delekuen, yakni kenakalan karena protes. Kenakalan itu sebagai bentuk pemberontakan. “Biasanya anak akan lari pada kehidupan yang bebas. Selain itu, perilaku patologi yang muncul adalah mudah marah. Mudah tersinggung. Kemarahan itu merupakan bentuk luapan kekesalan mereka. Apalagi jika konteksnya anak dititip-titipkan seperti itu (merujuk kasus RH, Red),” paparnya.

Hingga saat ini, pihak RH berupaya agar kasus itu dapat dimediasi. Termasuk dua kali mendatangi rumah ayah Nada dan keluarga besar di Lumajang. Namun, sang ibu menolak upaya mediasi yang ditempuh RH bersama istrinya. Kendati demikian, menurut pakar hukum, apa pun hasil mediasi itu tak berpengaruh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Bila ada dua alat bukti yang cukup dan menguatkan dugaan pelecehan seksual itu, maka status terduga yang awalnya adalah saksi, bisa naik menjadi tersangka.

 

RH Di-nonjob-kan

Karena statusnya sebagai dosen sekaligus kepala jurusan di fakultas, maka Rektor Universitas Jember (Unej) membebastugaskan RH untuk sementara waktu. Keputusan ini menyusul adanya rekomendasi dari tim investigasi atau tim pemeriksa yang telah dibentuk sebelumnya. Tim ini mulai bekerja mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan pelanggaran disiplin PNS tersebut. “Unej telah membentuk tim pemeriksa. Kini tinggal menunggu perkembangannya,” ujar Rokhmad Hidayanto, Wakil Koordinator Bidang Humas Unej.

Menurutnya, rekomendasi itu disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang telah diperoleh oleh tim. Terlebih, ancaman hukuman disiplinnya kategori tingkat berat. Karena itu, sesuai Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, maka tim investigasi memberikan rekomendasi tersebut.

Rekomendasi tim pemeriksa ini langsung direspons oleh rektor dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan yang disandang RH sebelumnya. Selain dalam rangka mendukung kelancaran pemeriksaan oleh tim investigasi, juga dilatarbelakangi perkembangan status hukum RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember.

Pembebastugasan sementara ini berlaku sampai dengan ditetapkannya hukuman disiplin PNS. Jika terbukti sebagai pelanggaran berat, maka hukumannya bisa sampai pemberhentian sebagai PNS.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Dalam psikologi, Muhib memaparkan, jika anak masih dalam kondisi kecewa, biasanya anak tersebut masuk dalam perilaku delekuen, yakni kenakalan karena protes. Kenakalan itu sebagai bentuk pemberontakan. “Biasanya anak akan lari pada kehidupan yang bebas. Selain itu, perilaku patologi yang muncul adalah mudah marah. Mudah tersinggung. Kemarahan itu merupakan bentuk luapan kekesalan mereka. Apalagi jika konteksnya anak dititip-titipkan seperti itu (merujuk kasus RH, Red),” paparnya.

Hingga saat ini, pihak RH berupaya agar kasus itu dapat dimediasi. Termasuk dua kali mendatangi rumah ayah Nada dan keluarga besar di Lumajang. Namun, sang ibu menolak upaya mediasi yang ditempuh RH bersama istrinya. Kendati demikian, menurut pakar hukum, apa pun hasil mediasi itu tak berpengaruh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Bila ada dua alat bukti yang cukup dan menguatkan dugaan pelecehan seksual itu, maka status terduga yang awalnya adalah saksi, bisa naik menjadi tersangka.

 

RH Di-nonjob-kan

Karena statusnya sebagai dosen sekaligus kepala jurusan di fakultas, maka Rektor Universitas Jember (Unej) membebastugaskan RH untuk sementara waktu. Keputusan ini menyusul adanya rekomendasi dari tim investigasi atau tim pemeriksa yang telah dibentuk sebelumnya. Tim ini mulai bekerja mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan pelanggaran disiplin PNS tersebut. “Unej telah membentuk tim pemeriksa. Kini tinggal menunggu perkembangannya,” ujar Rokhmad Hidayanto, Wakil Koordinator Bidang Humas Unej.

Menurutnya, rekomendasi itu disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang telah diperoleh oleh tim. Terlebih, ancaman hukuman disiplinnya kategori tingkat berat. Karena itu, sesuai Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, maka tim investigasi memberikan rekomendasi tersebut.

Rekomendasi tim pemeriksa ini langsung direspons oleh rektor dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan yang disandang RH sebelumnya. Selain dalam rangka mendukung kelancaran pemeriksaan oleh tim investigasi, juga dilatarbelakangi perkembangan status hukum RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember.

Pembebastugasan sementara ini berlaku sampai dengan ditetapkannya hukuman disiplin PNS. Jika terbukti sebagai pelanggaran berat, maka hukumannya bisa sampai pemberhentian sebagai PNS.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/