26.6 C
Jember
Wednesday, 31 May 2023

Petani Wadul karena Hasil Kebun Dijarah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ┬áPuluhan warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo, beramai-ramai mendatangi Kantor Balai Desa Pace, Senin (15/2) pagi kemarin. Mereka meminta pihak desa agar mengusut aksi penjarahan yang kerap terjadi di dusun mereka selama beberapa pekan kemarin.

Warga yang mayoritas petani dan pekebun itu mengakui, tanaman mereka seperti kopi, jahe, cabai, dan lain-lain kerap dijarah oleh oknum tak bertanggung jawab. Bahkan, penjarahan itu sudah sering terjadi dan menimpa beberapa warga lainnya.

Salah seorang warga menuturkan, pencurian hasil pertanian dan perkebunan itu jelas merugikan warga. Selain rugi material, mereka juga rugi tenaga. Maraknya pencurian itu mengharuskan mereka rajin mengadakan ronda di ladang mereka agar tidak kembali dicuri.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Karena pelakunya beraksi saat malam hari. Dan beberapa hari kemarin, sempat ada yang melihat pelaku membawa dua sak hasil tani dari kebun milik warga,” ungkap Masdi, salah seorang warga.

Bahkan, kata dia, sempat ada pula warga yang memergoki aksi nekat pelaku yang menggondol hasil jarahannya. Bahkan, sampai terjadi perkelahian saat warga mencoba menangkapnya. Namun, pelaku berhasil kabur.

Sementara itu, Kepala Desa Pace Mohammad Farohan mengatakan, pihaknya masih mengupayakan koordinasi dengan aparat setempat. Sebab, dia menilai, semua bisa diupayakan berdasarkan aturan yang ada. “Secepatnya kami koordinasikan dengan Polsek Silo, untuk menangkap dan menindak pelaku,” terangnya.

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ┬áPuluhan warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo, beramai-ramai mendatangi Kantor Balai Desa Pace, Senin (15/2) pagi kemarin. Mereka meminta pihak desa agar mengusut aksi penjarahan yang kerap terjadi di dusun mereka selama beberapa pekan kemarin.

Warga yang mayoritas petani dan pekebun itu mengakui, tanaman mereka seperti kopi, jahe, cabai, dan lain-lain kerap dijarah oleh oknum tak bertanggung jawab. Bahkan, penjarahan itu sudah sering terjadi dan menimpa beberapa warga lainnya.

Salah seorang warga menuturkan, pencurian hasil pertanian dan perkebunan itu jelas merugikan warga. Selain rugi material, mereka juga rugi tenaga. Maraknya pencurian itu mengharuskan mereka rajin mengadakan ronda di ladang mereka agar tidak kembali dicuri.

“Karena pelakunya beraksi saat malam hari. Dan beberapa hari kemarin, sempat ada yang melihat pelaku membawa dua sak hasil tani dari kebun milik warga,” ungkap Masdi, salah seorang warga.

Bahkan, kata dia, sempat ada pula warga yang memergoki aksi nekat pelaku yang menggondol hasil jarahannya. Bahkan, sampai terjadi perkelahian saat warga mencoba menangkapnya. Namun, pelaku berhasil kabur.

Sementara itu, Kepala Desa Pace Mohammad Farohan mengatakan, pihaknya masih mengupayakan koordinasi dengan aparat setempat. Sebab, dia menilai, semua bisa diupayakan berdasarkan aturan yang ada. “Secepatnya kami koordinasikan dengan Polsek Silo, untuk menangkap dan menindak pelaku,” terangnya.

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ┬áPuluhan warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo, beramai-ramai mendatangi Kantor Balai Desa Pace, Senin (15/2) pagi kemarin. Mereka meminta pihak desa agar mengusut aksi penjarahan yang kerap terjadi di dusun mereka selama beberapa pekan kemarin.

Warga yang mayoritas petani dan pekebun itu mengakui, tanaman mereka seperti kopi, jahe, cabai, dan lain-lain kerap dijarah oleh oknum tak bertanggung jawab. Bahkan, penjarahan itu sudah sering terjadi dan menimpa beberapa warga lainnya.

Salah seorang warga menuturkan, pencurian hasil pertanian dan perkebunan itu jelas merugikan warga. Selain rugi material, mereka juga rugi tenaga. Maraknya pencurian itu mengharuskan mereka rajin mengadakan ronda di ladang mereka agar tidak kembali dicuri.

“Karena pelakunya beraksi saat malam hari. Dan beberapa hari kemarin, sempat ada yang melihat pelaku membawa dua sak hasil tani dari kebun milik warga,” ungkap Masdi, salah seorang warga.

Bahkan, kata dia, sempat ada pula warga yang memergoki aksi nekat pelaku yang menggondol hasil jarahannya. Bahkan, sampai terjadi perkelahian saat warga mencoba menangkapnya. Namun, pelaku berhasil kabur.

Sementara itu, Kepala Desa Pace Mohammad Farohan mengatakan, pihaknya masih mengupayakan koordinasi dengan aparat setempat. Sebab, dia menilai, semua bisa diupayakan berdasarkan aturan yang ada. “Secepatnya kami koordinasikan dengan Polsek Silo, untuk menangkap dan menindak pelaku,” terangnya.

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca