alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Bikin Masker Berbahan Kertas Semen, Pewarnanya Berasal dari Alam

Jadi pelaku UMKM memang kudu kreatif. Kalau bisa, harus menciptakan produk nyeleneh supaya bisa menarik pelanggan. Seperti yang dilakukan Siti Romlah. Dia menciptakan masker berbahan kertas semen. Kok bisa, bagaimana cara membuatnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ruangan berukuran 5×3 meter tersebut menjadi tempat hasil kerajinan tangan Siti Romlah dipamerkan. Jenisnya bermacam-macam dan tergolong nyeleneh. Mulai dari tas yang terbuat dari ritsleting, dompet dan kotak pensil berbahan kain bekas, hingga kain bermotif yang dibuat menggunakan teknik ecoprint.

Teknik ecoprint ini memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar. Baik untuk pembuatan kain, pewarna, maupun pola motif. Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang, bahkan ranting.

Namun, yang menjadi pusat perhatian dari sekian produk kreasinya itu adalah masker yang terbuat dari kertas semen. Meski berbahan limbah, tapi Siti Romlah memastikan kebersihannya. Sebab, bahan daur ulang itu dibersihkan berulang-ulang sebelum dibentuk menjadi masker.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menerangkan langkah-langkah pembuatan masker tersebut. Pertama, kertas semen dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan, lalu direndam bak berisi air. Supaya tidak sobek, kertas semen dibersihkan menggunakan sikat gigi. Selain itu, dibersihkan menggunakan deterjen. Setelah pembersihan tahap pertama rampung, selanjutnya dijemur sampai setengah kering. “Kemudian, dibersihkan lagi dengan cara yang sama dan dijemur lagi,” terangnya.

Setelah hampir kering, kertas itu diremas supaya membentuk motif yang unik. Setelah benar-benar kering, selanjutnya kertas semen itu diwarnai menggunakan teknik ecoprint. “Berikutnya dicuci lagi menggunakan deterjen untuk menghilangkan bahaya dari bahan dasar ecoprint itu,” terang perempuan yang tinggal di RT 2 RW 2, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ruangan berukuran 5×3 meter tersebut menjadi tempat hasil kerajinan tangan Siti Romlah dipamerkan. Jenisnya bermacam-macam dan tergolong nyeleneh. Mulai dari tas yang terbuat dari ritsleting, dompet dan kotak pensil berbahan kain bekas, hingga kain bermotif yang dibuat menggunakan teknik ecoprint.

Teknik ecoprint ini memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar. Baik untuk pembuatan kain, pewarna, maupun pola motif. Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang, bahkan ranting.

Namun, yang menjadi pusat perhatian dari sekian produk kreasinya itu adalah masker yang terbuat dari kertas semen. Meski berbahan limbah, tapi Siti Romlah memastikan kebersihannya. Sebab, bahan daur ulang itu dibersihkan berulang-ulang sebelum dibentuk menjadi masker.

Dia menerangkan langkah-langkah pembuatan masker tersebut. Pertama, kertas semen dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan, lalu direndam bak berisi air. Supaya tidak sobek, kertas semen dibersihkan menggunakan sikat gigi. Selain itu, dibersihkan menggunakan deterjen. Setelah pembersihan tahap pertama rampung, selanjutnya dijemur sampai setengah kering. “Kemudian, dibersihkan lagi dengan cara yang sama dan dijemur lagi,” terangnya.

Setelah hampir kering, kertas itu diremas supaya membentuk motif yang unik. Setelah benar-benar kering, selanjutnya kertas semen itu diwarnai menggunakan teknik ecoprint. “Berikutnya dicuci lagi menggunakan deterjen untuk menghilangkan bahaya dari bahan dasar ecoprint itu,” terang perempuan yang tinggal di RT 2 RW 2, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ruangan berukuran 5×3 meter tersebut menjadi tempat hasil kerajinan tangan Siti Romlah dipamerkan. Jenisnya bermacam-macam dan tergolong nyeleneh. Mulai dari tas yang terbuat dari ritsleting, dompet dan kotak pensil berbahan kain bekas, hingga kain bermotif yang dibuat menggunakan teknik ecoprint.

Teknik ecoprint ini memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar. Baik untuk pembuatan kain, pewarna, maupun pola motif. Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang, bahkan ranting.

Namun, yang menjadi pusat perhatian dari sekian produk kreasinya itu adalah masker yang terbuat dari kertas semen. Meski berbahan limbah, tapi Siti Romlah memastikan kebersihannya. Sebab, bahan daur ulang itu dibersihkan berulang-ulang sebelum dibentuk menjadi masker.

Dia menerangkan langkah-langkah pembuatan masker tersebut. Pertama, kertas semen dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan, lalu direndam bak berisi air. Supaya tidak sobek, kertas semen dibersihkan menggunakan sikat gigi. Selain itu, dibersihkan menggunakan deterjen. Setelah pembersihan tahap pertama rampung, selanjutnya dijemur sampai setengah kering. “Kemudian, dibersihkan lagi dengan cara yang sama dan dijemur lagi,” terangnya.

Setelah hampir kering, kertas itu diremas supaya membentuk motif yang unik. Setelah benar-benar kering, selanjutnya kertas semen itu diwarnai menggunakan teknik ecoprint. “Berikutnya dicuci lagi menggunakan deterjen untuk menghilangkan bahaya dari bahan dasar ecoprint itu,” terang perempuan yang tinggal di RT 2 RW 2, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/