alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Bebas Sanksi, Jadi Alasan Tukang Becak Sering Melanggar Lalin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, kendaraan yang lalu-lalang di Jalan Sultan Agung, tepatnya di bawah jembatan Jompo, cukup ramai. Di antara laju kendaraan, ada seorang pengendara motor yang berboncengan hendak menyeberang di jalan tersebut. Hampir saja dia tertabrak oleh seorang tukang becak yang berjalan melawan arus lalu lintas.

Memang, di Kabupaten Jember, tak sedikit para pengemudi becak yang terlihat berjalan melawan arus lalu lintas. Yang paling sering, terjadi di lampu merah. Jawa Pos Radar Jember bertanya pada seorang tukang becak yang melawan arus tersebut. Apa yang menjadi alasan mereka?

Hamdi, warga Kecamatan Kaliwates ini, mengaku berani melawan arus demi menghemat tenaga dan waktunya. “Kalau muter nanti lama, lagian tidak pernah ditegur kalau becak,” ungkap pria 58 tahun tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal yang sama juga dikatakan oleh Arifin, seorang tukang becak yang lain. Baginya, selama tidak ada teguran dari aparat, artinya hal tersebut tidak melanggar peraturan lalu lintas. “Pernah nerobos lampu merah saat ada polisi dulu, tapi tidak apa-apa ini,” tutur lelaki 44 tahun itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, kendaraan yang lalu-lalang di Jalan Sultan Agung, tepatnya di bawah jembatan Jompo, cukup ramai. Di antara laju kendaraan, ada seorang pengendara motor yang berboncengan hendak menyeberang di jalan tersebut. Hampir saja dia tertabrak oleh seorang tukang becak yang berjalan melawan arus lalu lintas.

Memang, di Kabupaten Jember, tak sedikit para pengemudi becak yang terlihat berjalan melawan arus lalu lintas. Yang paling sering, terjadi di lampu merah. Jawa Pos Radar Jember bertanya pada seorang tukang becak yang melawan arus tersebut. Apa yang menjadi alasan mereka?

Hamdi, warga Kecamatan Kaliwates ini, mengaku berani melawan arus demi menghemat tenaga dan waktunya. “Kalau muter nanti lama, lagian tidak pernah ditegur kalau becak,” ungkap pria 58 tahun tersebut.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Arifin, seorang tukang becak yang lain. Baginya, selama tidak ada teguran dari aparat, artinya hal tersebut tidak melanggar peraturan lalu lintas. “Pernah nerobos lampu merah saat ada polisi dulu, tapi tidak apa-apa ini,” tutur lelaki 44 tahun itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, kendaraan yang lalu-lalang di Jalan Sultan Agung, tepatnya di bawah jembatan Jompo, cukup ramai. Di antara laju kendaraan, ada seorang pengendara motor yang berboncengan hendak menyeberang di jalan tersebut. Hampir saja dia tertabrak oleh seorang tukang becak yang berjalan melawan arus lalu lintas.

Memang, di Kabupaten Jember, tak sedikit para pengemudi becak yang terlihat berjalan melawan arus lalu lintas. Yang paling sering, terjadi di lampu merah. Jawa Pos Radar Jember bertanya pada seorang tukang becak yang melawan arus tersebut. Apa yang menjadi alasan mereka?

Hamdi, warga Kecamatan Kaliwates ini, mengaku berani melawan arus demi menghemat tenaga dan waktunya. “Kalau muter nanti lama, lagian tidak pernah ditegur kalau becak,” ungkap pria 58 tahun tersebut.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Arifin, seorang tukang becak yang lain. Baginya, selama tidak ada teguran dari aparat, artinya hal tersebut tidak melanggar peraturan lalu lintas. “Pernah nerobos lampu merah saat ada polisi dulu, tapi tidak apa-apa ini,” tutur lelaki 44 tahun itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/