alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Momentum Penghapusan Kekerasan Seksual Anak

Kasus Nada, Korban yang Berani Bersuara

Mobile_AP_Rectangle 1

RH Masih Aktif di Kampus

Kabar terbaru tentang RH, dosen Universitas Jember (Unej) yang diduga menjadi pelaku pencabulan, hingga saat ini masih aktif mengajar. Meski ada kabar sebelumnya yang menyebut dia akan mengundurkan diri, tapi secara resmi pihak dekanat belum menerima surat tersebut. “Sampai sore ini tidak ada surat pengunduran diri dari yang bersangkutan. Jadi, seperti biasa. Kami tunggu hasil kerja dari tim pemeriksa,” ungkap Djoko Poernomo, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej, kemarin (14/4).

Selanjutnya, jika memang dari rektorat telah menginstruksikan atau data-data yang dikantongi sudah cukup, maka kebijakan pemberhentian dapat dilakukan. Namun sejauh ini, pihak fakultas masih menunggu dari rektorat. “Berdasarkan itu nanti, saya Dekan FISIP mempunyai kebijakan. Baik pemberhentian maupun selain itu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, kabar lain yang menyebutkan adanya indikasi korban lain dari mahasiswa, Djoko belum bisa memastikannya. Sebab, hingga saat ini belum ada data yang ditampung dari Pusat Studi Gender (PSG) Unej. “Sejauh ini, FISIP belum menerima serapan data dari PSG. Bisa jadi, PSG langsung ke rektorat,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Rektor Unej Iwan Taruna mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan melalui tim yang telah dibentuk. Karena itu, perubahan status RH dari saksi menjadi tersangka belum memberi pengaruh signifikan terhadap langkah Unej pada kasus ini. “Tim pemeriksaan Unej sedang bekerja dan berkoordinasi dengan polres. Unej akan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kasubag Humas Unej Rokmad Hidayanto menjelaskan alur pengunduran diri atas permintaan sendiri. Menurut dia, yang bersangkutan harus mengajukan surat permohonan pengunduran diri kepada dekan. Selanjutnya, dekanat akan meneruskan kepada rektorat. Atas beberapa pertimbangan, rektorat mengajukan surat pengunduran itu kepada kementerian. “Nanti prosesnya ke kementerian. Sampai saat ini, proses itu belum masuk ke dekanat. Dekanat masih mengumpulkan data-data terkait ini,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

RH Masih Aktif di Kampus

Kabar terbaru tentang RH, dosen Universitas Jember (Unej) yang diduga menjadi pelaku pencabulan, hingga saat ini masih aktif mengajar. Meski ada kabar sebelumnya yang menyebut dia akan mengundurkan diri, tapi secara resmi pihak dekanat belum menerima surat tersebut. “Sampai sore ini tidak ada surat pengunduran diri dari yang bersangkutan. Jadi, seperti biasa. Kami tunggu hasil kerja dari tim pemeriksa,” ungkap Djoko Poernomo, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej, kemarin (14/4).

Selanjutnya, jika memang dari rektorat telah menginstruksikan atau data-data yang dikantongi sudah cukup, maka kebijakan pemberhentian dapat dilakukan. Namun sejauh ini, pihak fakultas masih menunggu dari rektorat. “Berdasarkan itu nanti, saya Dekan FISIP mempunyai kebijakan. Baik pemberhentian maupun selain itu,” ungkapnya.

Sementara, kabar lain yang menyebutkan adanya indikasi korban lain dari mahasiswa, Djoko belum bisa memastikannya. Sebab, hingga saat ini belum ada data yang ditampung dari Pusat Studi Gender (PSG) Unej. “Sejauh ini, FISIP belum menerima serapan data dari PSG. Bisa jadi, PSG langsung ke rektorat,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Rektor Unej Iwan Taruna mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan melalui tim yang telah dibentuk. Karena itu, perubahan status RH dari saksi menjadi tersangka belum memberi pengaruh signifikan terhadap langkah Unej pada kasus ini. “Tim pemeriksaan Unej sedang bekerja dan berkoordinasi dengan polres. Unej akan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kasubag Humas Unej Rokmad Hidayanto menjelaskan alur pengunduran diri atas permintaan sendiri. Menurut dia, yang bersangkutan harus mengajukan surat permohonan pengunduran diri kepada dekan. Selanjutnya, dekanat akan meneruskan kepada rektorat. Atas beberapa pertimbangan, rektorat mengajukan surat pengunduran itu kepada kementerian. “Nanti prosesnya ke kementerian. Sampai saat ini, proses itu belum masuk ke dekanat. Dekanat masih mengumpulkan data-data terkait ini,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

RH Masih Aktif di Kampus

Kabar terbaru tentang RH, dosen Universitas Jember (Unej) yang diduga menjadi pelaku pencabulan, hingga saat ini masih aktif mengajar. Meski ada kabar sebelumnya yang menyebut dia akan mengundurkan diri, tapi secara resmi pihak dekanat belum menerima surat tersebut. “Sampai sore ini tidak ada surat pengunduran diri dari yang bersangkutan. Jadi, seperti biasa. Kami tunggu hasil kerja dari tim pemeriksa,” ungkap Djoko Poernomo, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej, kemarin (14/4).

Selanjutnya, jika memang dari rektorat telah menginstruksikan atau data-data yang dikantongi sudah cukup, maka kebijakan pemberhentian dapat dilakukan. Namun sejauh ini, pihak fakultas masih menunggu dari rektorat. “Berdasarkan itu nanti, saya Dekan FISIP mempunyai kebijakan. Baik pemberhentian maupun selain itu,” ungkapnya.

Sementara, kabar lain yang menyebutkan adanya indikasi korban lain dari mahasiswa, Djoko belum bisa memastikannya. Sebab, hingga saat ini belum ada data yang ditampung dari Pusat Studi Gender (PSG) Unej. “Sejauh ini, FISIP belum menerima serapan data dari PSG. Bisa jadi, PSG langsung ke rektorat,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Rektor Unej Iwan Taruna mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan melalui tim yang telah dibentuk. Karena itu, perubahan status RH dari saksi menjadi tersangka belum memberi pengaruh signifikan terhadap langkah Unej pada kasus ini. “Tim pemeriksaan Unej sedang bekerja dan berkoordinasi dengan polres. Unej akan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kasubag Humas Unej Rokmad Hidayanto menjelaskan alur pengunduran diri atas permintaan sendiri. Menurut dia, yang bersangkutan harus mengajukan surat permohonan pengunduran diri kepada dekan. Selanjutnya, dekanat akan meneruskan kepada rektorat. Atas beberapa pertimbangan, rektorat mengajukan surat pengunduran itu kepada kementerian. “Nanti prosesnya ke kementerian. Sampai saat ini, proses itu belum masuk ke dekanat. Dekanat masih mengumpulkan data-data terkait ini,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/