alexametrics
23.8 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Kasus Pembacokan Pemuda Kasiyan Jember Temui Titik Terang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus pembacokan yang menyebabkan korban tewas di Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, menemui titik terang. Ini setelah polisi memeriksa sejumlah saksi yang melihat langsung maupun saksi dari keluarga korban. Namun, aparat belum mau membuka ke publik para pelaku penganiayaan tersebut. Alasannya karena masih dalam tahap penyelidikan.

Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono menjelaskan, pihaknya telah memanggil empat saksi untuk dimintai keterangan. Mereka adalah dua orang pelapor, keluarga korban, serta saksi lain yang melihat tragedi pembacokan itu. “Rencananya ada enam saksi yang akan kami periksa. Empat saksi sudah kami mintai keterangan, tinggal dua saksi lagi yang agendanya kami panggil hari ini,” katanya, Selasa (15/3) siang.

BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain meminta keterangan saksi, polisi juga mengumpulkan bukti-bukti. Di antaranya baju dan kendaraan yang dipakai korban, serta beberapa barang bukti lain. Aparat juga memeriksa sejumlah CCTV yang terpasang di rumah-rumah warga di sepanjang jalur menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Dua CCTV yang kami periksa semuanya nihil. Tinggal satu lagi yang berada di sebelah barat TKP. Kami masih belum lihat hasilnya,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh wartawan, pelaku yang menjadi otak pembacokan itu merupakan bekas suami dari istri siri korban. Pelaku tak terima lantaran mantan istrinya kawin dengan korban. Bahkan, setelah membacok, pelaku sempat mengirim WA kepada istri siri korban yang bernada merendahkan bahwa suaminya telah meninggal. Ribut tidak menjelaskan gamblang soal bukti percakapan WhatsApp tersebut. Namun, dia membenarkan jika bekas istri pelaku telah menikah siri dengan korban. “Menikahnya sekitar lima hari lalu. Menikah siri,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus pembacokan yang menyebabkan korban tewas di Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, menemui titik terang. Ini setelah polisi memeriksa sejumlah saksi yang melihat langsung maupun saksi dari keluarga korban. Namun, aparat belum mau membuka ke publik para pelaku penganiayaan tersebut. Alasannya karena masih dalam tahap penyelidikan.

Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono menjelaskan, pihaknya telah memanggil empat saksi untuk dimintai keterangan. Mereka adalah dua orang pelapor, keluarga korban, serta saksi lain yang melihat tragedi pembacokan itu. “Rencananya ada enam saksi yang akan kami periksa. Empat saksi sudah kami mintai keterangan, tinggal dua saksi lagi yang agendanya kami panggil hari ini,” katanya, Selasa (15/3) siang.

BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Selain meminta keterangan saksi, polisi juga mengumpulkan bukti-bukti. Di antaranya baju dan kendaraan yang dipakai korban, serta beberapa barang bukti lain. Aparat juga memeriksa sejumlah CCTV yang terpasang di rumah-rumah warga di sepanjang jalur menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Dua CCTV yang kami periksa semuanya nihil. Tinggal satu lagi yang berada di sebelah barat TKP. Kami masih belum lihat hasilnya,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh wartawan, pelaku yang menjadi otak pembacokan itu merupakan bekas suami dari istri siri korban. Pelaku tak terima lantaran mantan istrinya kawin dengan korban. Bahkan, setelah membacok, pelaku sempat mengirim WA kepada istri siri korban yang bernada merendahkan bahwa suaminya telah meninggal. Ribut tidak menjelaskan gamblang soal bukti percakapan WhatsApp tersebut. Namun, dia membenarkan jika bekas istri pelaku telah menikah siri dengan korban. “Menikahnya sekitar lima hari lalu. Menikah siri,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus pembacokan yang menyebabkan korban tewas di Karang Genting, Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, menemui titik terang. Ini setelah polisi memeriksa sejumlah saksi yang melihat langsung maupun saksi dari keluarga korban. Namun, aparat belum mau membuka ke publik para pelaku penganiayaan tersebut. Alasannya karena masih dalam tahap penyelidikan.

Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono menjelaskan, pihaknya telah memanggil empat saksi untuk dimintai keterangan. Mereka adalah dua orang pelapor, keluarga korban, serta saksi lain yang melihat tragedi pembacokan itu. “Rencananya ada enam saksi yang akan kami periksa. Empat saksi sudah kami mintai keterangan, tinggal dua saksi lagi yang agendanya kami panggil hari ini,” katanya, Selasa (15/3) siang.

BACA JUGA: Pemuda Kasiyan Jember Tewas Dibacok, Pelakunya Empat Orang

Selain meminta keterangan saksi, polisi juga mengumpulkan bukti-bukti. Di antaranya baju dan kendaraan yang dipakai korban, serta beberapa barang bukti lain. Aparat juga memeriksa sejumlah CCTV yang terpasang di rumah-rumah warga di sepanjang jalur menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Dua CCTV yang kami periksa semuanya nihil. Tinggal satu lagi yang berada di sebelah barat TKP. Kami masih belum lihat hasilnya,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh wartawan, pelaku yang menjadi otak pembacokan itu merupakan bekas suami dari istri siri korban. Pelaku tak terima lantaran mantan istrinya kawin dengan korban. Bahkan, setelah membacok, pelaku sempat mengirim WA kepada istri siri korban yang bernada merendahkan bahwa suaminya telah meninggal. Ribut tidak menjelaskan gamblang soal bukti percakapan WhatsApp tersebut. Namun, dia membenarkan jika bekas istri pelaku telah menikah siri dengan korban. “Menikahnya sekitar lima hari lalu. Menikah siri,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/