alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Akta Tanah “Palsu” Resahkan Warga Bagon Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sepekan belakangan, warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, Jember, bergejolak. Warga geram dengan ulah pemerintah desa karena dinilai merugikan masyarakat. Sebab, akta tanah yang dimiliki warga ditengarai aspal alias asli tapi palsu.

Rudianto, warga Dusun Suling, Desa Bagon, mengaku, awalnya dirinya tidak tahu jika akta tanah yang dikantonginya adalah bodong. Sejak mengurus surat tanah pada 2021 lalu, dirinya tidak merasa curiga dengan keaslian dokumen tersebut. Baru setelah setahun berjalan, dia mulai meragukan keabsahannya. Sebab, tak ada tagihan pembayaran pajak seperti umumnya warga yang mengantongi akta tanah.

“Saya sampai kroscek ke kantor pos, tapi hasilnya nama saya tidak terdaftar. Dan pajak atas nama sebelumnya juga masih tertunggak. Belum terbayarkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (15/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Berangkat dari kecurigaan itu, Rudi kemudian bertanya kepada sejumlah orang di kampungnya. Juga ke Kepala Desa serta Sekretaris Desa Bagon. Karena saat mengurus akta tanah dulu, dirinya mengaku dilayani oleh kepala desa dan sekdes. Dari sinilah baru diketahui, jika kasus serupa tak hanya menimpa dirinya, tapi juga banyak warga yang lain. “Kabarnya ada seratusan lebih akta yang diduga palsu. Makanya kami minta keadilan,” ujarnya.

BACA JUGA: Sengketa Lahan Masih Buntu

Rudi menuturkan, awalnya warga Bagon diam atas kejanggalan ini. Namun belakangan, warga mulai tak kuasa menahan, sehingga mereka mendatangi kantor desa untuk menanyakan kepastian akta tanah mereka. “Baru saja ada mediasi di kantor desa. Kalau tidak salah kemarin. Saya tidak ikut. Karena memang tidak dikabari. Katanya hanya perwakilan,” tuturnya.

Pria 40 tahun ini pun menyesalkan dengan pemerintahan di desanya. Dia tak habis pikir, kepala desa yang baru saja dipilih oleh rakyat beberapa tahun ini, sudah berani mengecewakan warga. Apalagi sejak perkara itu mencuat, hingga kini belum ada penyelesaiannya. “Dalam mediasi kemarin, katanya kepala desa sudah bikin pernyataan. Mau mengganti akta yang aspal itu dengan yang asli,” katanya.

Jawa Pos Radar Jember menerima foto surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala Desa Bagon Ahmad Kholili. Dalam surat pernyataan tertanggal 14 Maret 2022 itu, kades yang disapa Mat Lili tersebut berjanji akan memproses ulang akta tanah yang bermasalah. Baik yang akta jual beli maupun pembagian harta bersama. “Dengan tenggat waktu 60 hari atau sampai 17 Mei 2022,” tulisnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sepekan belakangan, warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, Jember, bergejolak. Warga geram dengan ulah pemerintah desa karena dinilai merugikan masyarakat. Sebab, akta tanah yang dimiliki warga ditengarai aspal alias asli tapi palsu.

Rudianto, warga Dusun Suling, Desa Bagon, mengaku, awalnya dirinya tidak tahu jika akta tanah yang dikantonginya adalah bodong. Sejak mengurus surat tanah pada 2021 lalu, dirinya tidak merasa curiga dengan keaslian dokumen tersebut. Baru setelah setahun berjalan, dia mulai meragukan keabsahannya. Sebab, tak ada tagihan pembayaran pajak seperti umumnya warga yang mengantongi akta tanah.

“Saya sampai kroscek ke kantor pos, tapi hasilnya nama saya tidak terdaftar. Dan pajak atas nama sebelumnya juga masih tertunggak. Belum terbayarkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (15/3).

Berangkat dari kecurigaan itu, Rudi kemudian bertanya kepada sejumlah orang di kampungnya. Juga ke Kepala Desa serta Sekretaris Desa Bagon. Karena saat mengurus akta tanah dulu, dirinya mengaku dilayani oleh kepala desa dan sekdes. Dari sinilah baru diketahui, jika kasus serupa tak hanya menimpa dirinya, tapi juga banyak warga yang lain. “Kabarnya ada seratusan lebih akta yang diduga palsu. Makanya kami minta keadilan,” ujarnya.

BACA JUGA: Sengketa Lahan Masih Buntu

Rudi menuturkan, awalnya warga Bagon diam atas kejanggalan ini. Namun belakangan, warga mulai tak kuasa menahan, sehingga mereka mendatangi kantor desa untuk menanyakan kepastian akta tanah mereka. “Baru saja ada mediasi di kantor desa. Kalau tidak salah kemarin. Saya tidak ikut. Karena memang tidak dikabari. Katanya hanya perwakilan,” tuturnya.

Pria 40 tahun ini pun menyesalkan dengan pemerintahan di desanya. Dia tak habis pikir, kepala desa yang baru saja dipilih oleh rakyat beberapa tahun ini, sudah berani mengecewakan warga. Apalagi sejak perkara itu mencuat, hingga kini belum ada penyelesaiannya. “Dalam mediasi kemarin, katanya kepala desa sudah bikin pernyataan. Mau mengganti akta yang aspal itu dengan yang asli,” katanya.

Jawa Pos Radar Jember menerima foto surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala Desa Bagon Ahmad Kholili. Dalam surat pernyataan tertanggal 14 Maret 2022 itu, kades yang disapa Mat Lili tersebut berjanji akan memproses ulang akta tanah yang bermasalah. Baik yang akta jual beli maupun pembagian harta bersama. “Dengan tenggat waktu 60 hari atau sampai 17 Mei 2022,” tulisnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sepekan belakangan, warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, Jember, bergejolak. Warga geram dengan ulah pemerintah desa karena dinilai merugikan masyarakat. Sebab, akta tanah yang dimiliki warga ditengarai aspal alias asli tapi palsu.

Rudianto, warga Dusun Suling, Desa Bagon, mengaku, awalnya dirinya tidak tahu jika akta tanah yang dikantonginya adalah bodong. Sejak mengurus surat tanah pada 2021 lalu, dirinya tidak merasa curiga dengan keaslian dokumen tersebut. Baru setelah setahun berjalan, dia mulai meragukan keabsahannya. Sebab, tak ada tagihan pembayaran pajak seperti umumnya warga yang mengantongi akta tanah.

“Saya sampai kroscek ke kantor pos, tapi hasilnya nama saya tidak terdaftar. Dan pajak atas nama sebelumnya juga masih tertunggak. Belum terbayarkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (15/3).

Berangkat dari kecurigaan itu, Rudi kemudian bertanya kepada sejumlah orang di kampungnya. Juga ke Kepala Desa serta Sekretaris Desa Bagon. Karena saat mengurus akta tanah dulu, dirinya mengaku dilayani oleh kepala desa dan sekdes. Dari sinilah baru diketahui, jika kasus serupa tak hanya menimpa dirinya, tapi juga banyak warga yang lain. “Kabarnya ada seratusan lebih akta yang diduga palsu. Makanya kami minta keadilan,” ujarnya.

BACA JUGA: Sengketa Lahan Masih Buntu

Rudi menuturkan, awalnya warga Bagon diam atas kejanggalan ini. Namun belakangan, warga mulai tak kuasa menahan, sehingga mereka mendatangi kantor desa untuk menanyakan kepastian akta tanah mereka. “Baru saja ada mediasi di kantor desa. Kalau tidak salah kemarin. Saya tidak ikut. Karena memang tidak dikabari. Katanya hanya perwakilan,” tuturnya.

Pria 40 tahun ini pun menyesalkan dengan pemerintahan di desanya. Dia tak habis pikir, kepala desa yang baru saja dipilih oleh rakyat beberapa tahun ini, sudah berani mengecewakan warga. Apalagi sejak perkara itu mencuat, hingga kini belum ada penyelesaiannya. “Dalam mediasi kemarin, katanya kepala desa sudah bikin pernyataan. Mau mengganti akta yang aspal itu dengan yang asli,” katanya.

Jawa Pos Radar Jember menerima foto surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala Desa Bagon Ahmad Kholili. Dalam surat pernyataan tertanggal 14 Maret 2022 itu, kades yang disapa Mat Lili tersebut berjanji akan memproses ulang akta tanah yang bermasalah. Baik yang akta jual beli maupun pembagian harta bersama. “Dengan tenggat waktu 60 hari atau sampai 17 Mei 2022,” tulisnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/